After Wedding

After Wedding
puasa pertama Ryu



Semenjak kejadian itu hubungan mas Rendy dengan keluarganya sangat renggang, bahkan untuk sekedar telpon menanyakan kabar pun tidak pernah, baik mas Rendy ataupun keluarga yang sana.


Aku pribadi sudah mengingatkan mas Rendy, karna mau bagaimanapun mereka tetap orang tuanya. tapi mas Rendy sangat, dia tetap tidak mau menghubungi orang tuanya.


Kurang 2 hari lagi bulan ramadhan tiba, puasa pertama kami ditemani Ryu. sahur pertama bi Sari sama om Budi menginap disini, wajar saja mereka sangat kesepian hanya tinggal berdua.


Aku sendiri belum bisa menunaikan puasa, mengingat aku masih menyusi Ryu. meskipun aku tidak puasa, tapi setiap kali sahur aku selalu bangun mengurus mas Rendy.


Pagi ini mas Rendy berangkat ke desa Agung seperti biasa, dia bercerita jika hari ini mau membantu panen ditempat tetangga. Aku sudah berpesan jika tidak kuat tidak usah dipaksa puasa, pasalnga ahir-ahir ini panas banget.


"Mas kalo lemas gausah puasa."pesanku.


"Iya yang liat nanti deh, kalo udah bener-bener lemas ya aku gak puasa."jawab mas Rendy.


"Kalo ada ikan atau udang bawa ya mas,"ucapku.


"Iya. yaudah aku jalan dulu."pamit mas Rendy.


Sebelum berangkat aku selalu mencium punggung tangan mas Rendy, biasanya Ryu juga ikut salim. namun karna hari ini Ryu udah tidur, jadi hanya aku yang mengantar mas Rendy.


Setelah mas Rendy jalan aku kembali masuk kedalam rumah, Dinda sudah pergi kerja sedangkan ayah main kerunah temanya. aku dirumah bersama Ryu juga ibu, biasanya jika jam segini ibu sedang dhuha.


Aku masuk kedalam kamar melihat Ryu, sampai dikamar kulihat Ryu sedang pulas tidurnya. akupun ikut merebahkan tubuh disamping Ryu, lagi-lagi seperti biasa aku selalu membuka novel onlen untuk menghilangkan rasa jenuh.


Jujur saja aku sangat menyukai cerita yang ada dinovel online, macem-macem gendrenya. ada yang sedih, lucu, romantis dan masih banyak yang lainya.


...ΩΩΩ...


Jam 2 siang aku sama ibu sudah stay didapur, karna ini puasa jadi banyak menu yang harus dimasak. mulai dari minuman, cemilan juga lauk makan yang gk cukup hanya 1 macam.


Ryu masih tidur lelap aku sama ibu sudah mulai menyiapkan berbagai bahan yang akan dimasak, rencananya sore ini mau masak cumi pedas, sayur asam sama goreng tempe tepung. kalo untuk minumannya kami pun tidak pernah beli jadi, hanya beli bahan saja lalu dibikin sendiri dirumah pake gulai asli.


"Ros. Rendy puasa enggak?"tanya ibu seraya mengiris tempe.


"Puasa dong bu."jawabku.


"Apa gak bantu panen Ros?"tanya ibu.


"Bantu ko bu, tapi tetep puasa mas Rendy."jawabku seraya mengupas kulit bawang merah.


"Rendy gk pernah nelpon orang tuanya kayaknya Ros?"tanya ibu.


"Iya bu, padahal aku udah sering ngasih tau mas Rendy. kalo mau bagaimana pun mereka adalah orang tuanya,"jawabku


"Tapi mas Rendy tetap kekeh tidak mau mengalah, karna sudah terlanjur sakit hati bu."lanjutku.


"Ibu gak enak sama mertua kamu, takutnya ibu dibilang gk bisa mendidik kamu sama Rendy,"ucap ibu pelan.


Aku paham ketakutan ibu, pasti ibu merasa bersalah karna mas Rendy tinggal dirumah ibu. Tapi nyatanya kami sudah tak kurang-kurang memberi tahu mas Rendy, tapi namanya hati sudah terlanjur luka susah nyembuhin.


"Yaudah bu, nanti aku kasih tau mas Rendy lagi. ibu tenang aja ya,"jawabku.


Sekitar jam 4 sore masakan sudah semua, kebetulan Ryu juga sudah bangun dan sekarang lagi digendong sama ayah. cepat-cepat kumandikan Ryu karna takut mas Rendy keburu pulang, kalo sampai mas Rendy pulang dan Ryu belum mandi, pasti mas Rendy kesal.


"Iyu. Iyu puasa gak sih? kok ceria amat bawaanya?"tanya Dinda sembari menciumi perut gembul Ryu.


"Enggak dong onty, Iyu kan masih kecil. Iyu puasanya nanti kalo udah gede,"jawabku seraha menirukan suara anak kecil.


"Eh mba lebaran nanti mau couple warna apa?"tanya Dinda.


"Marun bagus tuh,"jawabku asal.


"Jangan lah mba, masa lebaran pakai baju warna marun si. navy bagaimana?"tanya Dinda.


"Ih janganlah, mas Rendy apa pantas pakai baju navy,"jawabku.


Terus warna apa dong mb?"tanya Dinda sedikit kesal.


"Putih sajalah Din, yang netral. kalo lebaran kan cocoknya yang warna-warna gitu."jawabku.


"Yaudah deh mb putih, tapi past ibu gk mau deh,"ucap Dinda sembari mencebikan bibirnya.


"Maulah. namanya juga seragam ya harus mau."ucapku.


"Masuk yuk mba dah mau magrib!"ajak Dinds sembari mendorong kereta Ryu membawa masuk kedalam rumah.


Semua hidangan sudah siap diatas meja makan, semuanya sudah duduk tenang sembari menunggu azan. namun sampai detik ini mas Rendy belum juga sampai, aku gelisah nanti mas Rendy magrib dijalan kasian.


Tak lama terdengar suara motor mas Rendy, aku segera berlalu keluar menyambut kedatanganya."Lo mas magrib banget?"tanyaku sembari menerima uluran tangan mas Rendy.


"Iya yang, ini udang sama ikanya bersihin yang. aku langsung mandi,"ucap mas Rendy sembari menyerahkan 1 plastik ukuran besar, lalu langsung menuju kamar mandi.


"Apa itu Ros?"tanya ibu.


"Ikan sama udang bu, mas Rendg dapet dari panen,"jawabku.


Tak lama ayah datang lalu mendekat dan membuka plastik bawaanku, seraya melihat isinya.


"Ikan sama udang dari mana Ros?"tanya ayah.


"Bantu tetangga panen yah, yah angkat kebelakang. sedangkankam saij Dinda, Segera kibersihkan kupu diperlihlan tanpa becek memimta mengharaaaka ajkibatnya.


Aku dengan dibantu sudAh sertpa dengan ayah serta jbu, kami cepat -cepat ingin cepat selsesei."Ibu ayo segera cuci tangan!" titahku.


"Iya Ros sebentar."jawab ibu.


Setelah semua selsei segera azan langaung berkumandang, aku dengan menaruhkan minuman kedaalam mainanya. kami sudah duduk rapi semua, dan segera kami berbuka puasa


Mas Rendy sudah lebih dahulu selesei, lalu membuatkan membuat suasana semakin ramak. mas Rendh gantian jagain aku, sedangkanku gantian yang menikmati buka puasa.


Setelah istiragat sejenak, lalu kami makan bersama. semua sudah terhidang diatas meja makan, dengan semangat kami semua makan malam. terutama mas Rendy, makan nasi sampai 2x.


Setelah beres makan malam, segera kusuruh mas Rendy meminjamkam Ryu. kupindahkan Ryu kedalam kamar, setelahnya mas Rendy kembali kedepan. Ryu masih nyenyak, akupun mulai merebahkan tubuh ku disamping Ryu.


Tak lama mas Rendy sudah kembali masuk, keluhnya mas Rendy sangat-sangat capek. mengingat tadi bantu panen dalam keadaan puasa, semoga semua amalnya diterima dan dimudahkan rezeki ayahnya Ryu amin.