
setelah menunggu beberapa saat kemudian, kayla sudah kembali siuman ia melihat tiga pria tampan di hadapannya, awalnya ia sedikit terkejut namun ia kembali bersikap biasa saja.
kayla meminta maaf, atas kesalah pahaman yang terjadi karena salah mengenali dua saudara kembar itu, karena kayla pun baru pertama kalinya melihat mereka berdua berada di tempat yang sama.
setelah meminta maaf kepada keduanya, kayla kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
sedangkan dalfa menarik tangan dalfi keluar dari ruangan kayla, di ikuti oleh rio di belakangnya.
kayla yang melihat tiga pria itu keluar langsung bernafas lega, dan kemudian kembali mengerjakan tugas yang diberikan oleh dalfa padanya.
"Kau mau kemana" teriak dalfa melihat kembaran nya pergi begitu saja.
"Pulang" dalfi menjawab pertanyaan kakaknya sambil terus berjalan, meninggalkan dalfa dan Rio yang berada di sana.
"hei aku belum selesai berbicara dengan mu" dalfa terus berteriak namun dalfi hanya melambaikan tangannya.
"dasar bocah menyebalkan" dalfa pun akhirnya masuk ke ruangan nya, dan akan melanjutkan pekerjaannya kembali.
rio hanya menjadi penonton saja, melihat dua saudara kembar yang tidak pernah akur kalau sedang berdekatan.
...----------------...
setelah sampai mansion, dalfi berteriak memanggil mommy nya.
"mom.. mom .."
"Ada apa si fi, ini mansion bukan di hutan" alisha berjalan keluar dari dapur dengan celemek yang menempel di tubuh nya.
"I am sorry mom, tapi ini urgent" dalfi menjawab mommy nya dengan sedikit cengengesan.
alisha mengerutkan keningnya dan membuka celemek nya, kemudian ikut duduk bersama putra bungsunya.
"ada apa" kini Alisha bertanya dengan mode serius.
"Mom nikahkan aku, pliis...." dalfi berbicara dengan nada manjanya.
alisha menegang kening putranya," kamu baik-baik aja kan fi"
melihat tingkah mommy nya dalfi merasa sangat kesal, "Mommy aku serius mom" ucap dalfi berapi-api.
"apa kau tidak salah bicara?" terdengar suara bariton yang menggema di seluruh ruangan.
baik "Daddy" ucapnya lirih.
melihat Sean berjalan mendekat kearahnya, dalfi merasa sangat gugup jika berhadapan langsung dengan Daddy nya.
"gadis mana yang akan kau nikahi?, apa dia sudah mengandung!"
"mas" alisha langsung menggelengkan kepalanya.
"tidak dad, bukan begitu" dalfa langsung merasa terintimidasi oleh Daddy-nya sendiri.
sean membuang nafas kasar, dia tahu betul siapa anaknya, yang di cap seorang playboy kelas kakap, berbeda dengan dalfa yang terlihat seperti anti wanita namun kebalikan nya dari dalfi yang hidupnya di kelilingi oleh banyak wanita-wanita cantik dan seksi.
"dengar dalfi, kau akan menikah setelah kakakmu menikah nanti" sean berbicara dengan penuh keseriusan.
"tapi dad"
"tidak ada kata tapi!"
dalfi ingin sekali protes namun ia tidak berani, apalagi saat di tatap dengan tatapan mata yang tajam oleh Daddy nya.
"Ayo sayang" sean mengajak istrinya pergi meninggalkan dalfi di sana.
"kenapa selalu saja kakak," dalfi merasa sangat kesal dengan keputusan Sean, yang terus mengutamakan kebahagiaan saudara kembarnya sebelum dirinya.
setelah sampai di kamarnya sean langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik nya.
"mas"
"aku mohon, jangan terus membela nya sayang" sean langsung mengetahui apa yang ada dalam pikiran istrinya.
Namun bukan alisha namanya, jika ia tidak mengelak apa yang suaminya katakan itu adalah kebenaran.
"Siapa yang membelanya, Aku hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat" alisha dengan mode serius nya.
"kemana?"
"Ke" lalu alisha membisikkan sesuatu pada telinga suaminya dan membuat lengkungan indah di bibir suami nya.