After Wedding

After Wedding
SS 2 Curhat



Hari demi hari berlalu namun hubungan antara dua pasang pengantin baru itu masih sama seperti biasanya, alias tidak ada perubahan.


di sebuah taman yang indah saudara ipar pun saling berunding untuk mendapatkan cinta dari suami mereka masing-masing.


"Gimana misi yang kemarin ra" tanya kayla sambil menyangga dagunya.


"Gagal total" ucap Diandra lemas.


"sama ra, apa mungkin benar ya dugaan semua orang yang mengira kalau mas dalfa tidak suka perempuan." ucap Kayla mulai meragukan suaminya.


"Entahlah mungkin saja iya, mungkin saja tidak, karena yang aku tahu kak dalfa memang anti wanita, tapi bagaimana dengan kak dalfi dulu dia di cap sebagai playboy, apa mungkin dia punya wanita simpanan ya" Diandra mulai menerka-nerka.


"Mungkin saja iya, mungkin saja tidak" jawab kayla sekenanya saja.


Diandra pun mulai panik, "lalu bagaimana kalau iya kak"


"Entahlah, mungkin harus mundur alon-alon mergo Sadar aku sopo" kayla malah menyanyikan lagu jowo yang sedang populer dikalangan anak muda yang sedang patah hati.


kakak dan adik ipar itu merenungi nasib pernikahan mereka yang malang, mereka berdua sepakat untuk mengambil hati twin D yang sudah sah menjadi suaminya masing-masing.


"ternyata bener hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga." diandra mengingat kembali lagu yang pernah populer di era nya dulu.


"Benar ra, andaikan cinta bisa di beli dengan uang mungkin sudah aku beli dengan daun kelor" ucap kayla asal.


"Kok daun kelor kak" tanya kayla bingung dengan perkataan kakak iparnya yang nyeleneh itu.


"Iyalah aku gak punya banyak uang seperti dia, kalau daun kelor banyak di belakang rumah kontrakan ku".


tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi ada dua pria yang mendengarkan curahan hati dua wanita muda itu.


dan siapa lagi kalau bukan para suami tampan mereka, dalfi sudah merelakan kayla sebab kakaknya juga sudah mulai mencintai istrinya.


sama seperti kakaknya yang sudah mulai jatuh cinta pada istrinya, dalfi pun sudah menerima kehadiran diandra sebagai istrinya, namun karena ego mereka yang sangat besarlah yang masih membuat jarak di antara istri-istri mereka.


setelah menguping curahan hati para istri mereka, akhirnya twin D pun mulai merencanakan sesuatu kejutan yang sepesial untuk para istri mereka.


mereka berencana untuk menyatakan cinta mereka kepada istrinya masing-masing.


"Bagaimana caranya menyatakan cinta pada perempuan sedangkan aku saja tidak pernah dekat dengan seorang wanita" ucap dalfa yang sedikit frustasi.


"itu hal yang mudah kak, kau tinggal memberi nya cincin atau bunga para wanita itu pasti langsung meleleh" dalfi sebagai pawang para wanita pun langsung memberikan saran pada kakaknya.


"Tidak itu terlalu norak'' dalfa berkata dengan nada dingin nya.


"Owh ayolah kak semua perempuan suka itu" dalfi masih memberikan saran yang sama pada kakaknya.


"Tapi istri ku Berbeda dari perempuan yang tergila-gila mengejar mu"


ternyata ucapan kakaknya bagaikan sebuah panah yang yang membidik tepat sasaran, karena dalfi juga tahu betapa dinginnya kayla saat pertama kali mereka bertemu.


walau dengan berbagai macam cara dalfi mendekati nya namun kayla tidak tergoda padanya sama sekali.


bersambung