
Setelah rasa gugupnya Sedikit berkurang, Diandra pun ikut turun bersama dengan mamanya, diandra berjalan menggandeng tangan Amanda dan sedikit menundukkan wajahnya.
Diandra merasa malu karena sudah menjadi pusat perhatian malam ini.
"Lihatlah, calon istri mu sudah datang fi" alisha melihat Diandra menuruni anak tangga dengan raut wajah malu-malu.
dalfi memandang sekilas ke arah tangga dan menatap diandra yang berjalan menghampiri nya, namun dalfi kembali memalingkan wajahnya tanpa senyuman yang seperti biasanya, menghiasi wajah tampan seorang dalfi.
Dalfi terkesan cuek seolah tidak perduli dengan semua yang berada di hadapannya, Diandra melihat tingkah dan gerak-gerik dalfi pun mengerutkan keningnya tidak seperti biasanya dalfi, bersikap dingin seolah tak peduli kepadanya.
"Mengapa kak dalfi tidak seperti biasanya ya?, apa dia ada masalah atau sedang bertengkar dengan kak dalfa'' Diandra hanya menebak-nebak saja karena ia pun tidak melihat dalfa berada di sana.
Dengan perbincangan santai acara lamaran pun di langsung kan, kedua keluarga itu kini sedang menentukan tanggal dan hari yang baik untuk pernikahan putra-putri mereka.
"baiklah semua sudah deal, cucuku akan menikah pekan depan" ucap tuan Adipurna, dan di angguki oleh semua yang ada di sana.
Diandra merasa sangat bahagia saat mendengar pekan depan, ia akan menjadi istri sah dari Dalfi Adiwijaya Pria yang selama ini sangat Diandra cintai.
Ingin sekali ia berteriak mengumumkan betapa bahagianya ia malam ini, namun ia tahan karena semua keluarga sedang berkumpul di sana, apa yang akan mereka pikirkan nanti tentang dirinya, pikir Diandra.
"Rara ikut aku sebentar, aku ingin bicara hal penting padamu" bisik dalfi di telinga diandra.
"Apa ada yang serius kak'' tanya Diandra kembali, namun dalfi tidak menjawabnya dan langsung pergi begitu saja dari ruangan itu, Diandra Merasa heran dengan sikap dalfi malam ini.
para orang tua yang melihat calon suami istri itu berbisik-bisik pun hanya tersenyum, melihat mereka berdua.
Diandra merasa sangat aneh melihat dalfi yang bersikap sama seperti dalfa, sejenak ia berpikir bahwa dalfi adalah dalfa namun saat melihat postur tubuhnya Diandra yakin dia adalah dalfi.
karena takut dalfi akan terlalu lama menunggu nya di luar sana, Diandra pun berpamitan kepada mamanya.
"Ma, Rara mau bicara sama kak dalfi dulu sebentar ya" bisik diandra pada Amanda
"pergilah" Amanda mengijinkan Diandra untuk pergi, Amanda ingin memberikan sedikit ruang untuk diandra dan dalfi agar saling d memahami perasaan masing-masing.
Diandra menelusuri rumah mewah nya, mencari sosok pria yang telah mengisi hati nya selama ini.
"dimana dia?" Diandra terus mencari sosok dalfi, dan akhirnya ia melihat dalfi sedang berdiri di pinggir kolam renang.
"Ahh itu dia!" Diandra pun menghampiri dalfi yang berdiri membelakangi nya, "kak!" Diandra sedikit berteriak karena posisi mereka yang masih jauh, dengan langkah cepat Diandra pun menghampiri dalfi.
dalfi memasukan kedua tangannya kedalam saku celana, dengan gaya coolnya dalfi langsung membalikan badannya saat mendengar teriakan Diandra yang sedikit nyaring di telinga nya.
dengan wajah yang berseri-seri diandra menghampiri dalfi, dalfi melihat raut wajah bahagia Diandra ia pun merasa tidak tega untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Apa yang akan kau bicarakan kak?" Diandra memulai pembicaraan terlebih dahulu, karena sudah lima menit berlalu namun dalfi masih diam seribu bahasa.
"Kak?" Diandra sedikit berteriak karena dalfi tidak kunjung menjawab pertanyaan nya.
bersambung..