
Beberapa kali kayla mengela nafas nya, ia mengingat kembali masa sepuluh tahun lalu, pada saat dirinya berumur lima belas tahun.
saat ayahnya pergi menitipkan dirinya, kepada sang paman, kayla mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari anak dan istri pamannya.
flashback
"Mas aku titip Kayla dulu ya, hari ini kami akan ada pertemuan bisnis di luar kota" ayah Kayla menitipkan putrinya pada kakak laki-laki nya.
Dan dengan senang hati pamannya mengiyakan nya, "Kayla pasti akan senang bermain dengan Riana, iya kan nak"
Kayla menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat, "iya paman" dengan senyuman yang mengembang menghiasi wajahnya, kayla pun masuk ke dalam rumah dimana ada Riana yang sedang memainkan handphonenya.
kayla pun mulai mendekati Riana, namun dengan sombongnya riana mengusir Kayla, "dasar pengganggu, pergi sana menjauh dari ku"
"Riana, daddy tidak mengajarkan mu seperti itu" teriak tuan roman pada putrinya.
"Dia sudah besar dad, kau tidak perlu memanjakan nya."Riana merasa sangat kesal kepada Daddy-nya dengan perasaan kesal Riana pun menghentakkan kakinya pergi meninggalkan tuan roman dan kayla di sana .
tuan roman menghela nafas nya, lalu berpamitan kepada kayla, karena ia masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan akhirnya pamannya pun pergi meninggalkan kayla di rumah mewah itu, bersama dengan anak yang sedang merasa kesalnya.
Setelah kepergian tuan roman, Nyonya roman, bersama dengan Riana putri nya, pun datang kembalimenyuruh Kayla membereskan rumah yang kotor dan berantakan dengan iming-iming jika kayla menurut apa yang mereka perintahkan maka riana akan menyayangi nya dengan sepenuh hati.
Dengan senang hati Kayla yang polos pun, dengan mudahnya mengiyakan tawaran dari Riana, karena Kayla berpikir jika tante dan sepupunya pasti akan senang pada nya.
Hari semakin larut namun, riana dan tantenya tidak terlihat sama sekali, kayla merasakan sangat lelah dan lapar karena seharian penuh Kayla membereskan rumah besar yang berantakan itu hanya sendirian.
di meja makan masih tersisa sepotong roti, kayla pun langsung memakannya demi mengganjal perut nya yang kelaparan.
kayla karena rasa lelah dan mengantuk Kayla pun mulai memejamkan matanya di kursi sofa di ruang tamu.
sayup-sayup terdengar suara keributan, kayla pun terbangun dari tidurnya, kayla mendekati ruangan tersebut.
"Bereskan semuanya jangan sampai ada yang tersisa" kayla mendengar tuan roman berbicara kepada seseorang di telpon.
setelah itu, kayla melihat pamannya pergi ke luar dengan terburu-buru.
kayla berpikir itu hanya hal biasa, mengingat pamannya adalah seorang pembisnis sama seperti ayah dan ibunya.
namun beberapa jam kemudian berita tentang kematian orang tuanya pun, terdengar sampai ke telinga nya, dunia kayla terasa seperti berhenti berputar.
kayla terus menangisi kepergian orang tuanya, sampai di Acara pemakaman ayah dan ibunya selesai, kayla sama sekali tidak melihat kehadiran pamannya.
sampai akhirnya kayla di usir dari rumahnya sendiri dan di asingkan ke sebuah desa yang jauh dari kota.
gadis berusia lima belas tahun itu mulai belajar hidup mandiri meskipun pamannya tetap memberikan uang sejumlah lima ratus ribu setiap bulannya.
Hidup dalam kekurangan, kayla berjanji akan membalas semua atas penderitaan yang menyebabkan ia menjadi yatim piatu dan hidupnya yang menyedihkan.
^^^flashback end^^^