After Wedding

After Wedding
kesedihan



Seminggu berlalu, puasa ini hari pertama karna besok sudah lebaran. mas Rendy malam ini gak bisa pulang, karna besok pagi mesti ngasih makan udangnya. jadi besok pagi-pagi pakan, dan setelah pakan baru pulang kerumah ibu.


Sedari pagi aku sudah sangat sibuk, dari mulai bikin kacang coklat, puding serta serta kue basah lainya. hingga jam 2 aku baru bisa istirahat, sedangkan ibu sudah mulai mmasak didapur.


Kubaringkan sejenak tubuh lelahku disebelah Ryu, Ryu sengaja ditidurkan didepan tv. karna kalo didalam kan panas, sedangkan Ryu saat ini sedang terserang biang keringat. kuambil ponsel dari kamar, dan mulai kuhubungi mas Rendy melalui panggilan whatsap.


"Halo mas."sapaku saat panggilan sudah terhubung.


"Iya sayang, mana Iyu?"tanya mas Rendy.


"Lagi tidur mas. mas beneran gak bisa pulang sore ini?"tanyaku.


"Gak bisa sayang, besok pagi-pagi mau kasih makan udang dulu setelah itu langsung pulang."jawab mas Rendy.


"Yaudah kalo gitu. mas jangan sore-sore kerumah bi Sarinya nanti keburu-buru."pesanku pada mas Rendy.


"Iya sayang. yaudah aku tutup dulu telponanya."jawab mas Rendy sembari memutus panggilan.


Kususul ibu dibelakang yang tengah sibuk berkutat, sampai belakang sudah ada beberapa biji ayam jago yang sudah dibersihkan. sedangkan ibu sedang merebus ketupat.


Rencananya besok mau bikin opor ayam, Rendang daging serta sambel ati ampela. Disini ibu keluarga tertua jadi kalo lebaran masih pagipun sudah ramai, dan kebanyakan semuanya sarapan disini. oleh sebab itu, ibu menyiapkan banyak makanan.


"Ros ambilkan itu tempat yang besar untuk naroh ketupat!"titah ibu.


Aku segera beranjak mengambilkan wadah yang besar untuk ibu."Bu malam ini kita makan sama apa?"tanyaku.


"Lah ayam itu lah Ros, opornya mau ibu masak malam ini."jawab ibu sembari mengangkat ketupat.


"Rendy bisa pulang gak Ros?"tanya ibu.


"Gak bisa bu, pulangnya besok pagi."jawabku.


"Ibu kasian Ros sama Rendy, setidaknya kalo gak bisa pulang kerumah ibunya kan bisa kesini ketemu Ryu pasti seneng."ucap ibu sembari menangis.


Ibu memang seperti itu gampang terharu, apalagi ibu itu sayang sekali sama mas Rendy."Ibu sudah lah, gak apa-apa besok pagi mas Rendy sudah pulang."ucapku menenangkan ibu.


"Iya Ros tapi nanti malam denger takbir pasti dia sedih,"jawab ibu.


"Ibu sudah. nanti puasanya batal kalo nangis,"ucapku.


"Eh iya, ibu sampai lupa kalo lagi puasa."jawab ibu sembari mengusap air mata.


Sontak aku tertawa melihat tingkah ibu, jujur saja saat ini percis anak SD bisa dengan mudahnya dibohongi. Aku mulai memblender bumbu untuk masak opor ayam, sedangkan ibu mulai memarut kelapa.


Tak lama Ryu bangun, dia digendong kakung kedapur."Loh Iyu sudah bangun yaa?"tanya ibu sembari mencium pipi Ryu.


"Yah bangunkan saja Dinda, suruh mandiin Ryu!"titah ibu.


"Eh jangan asal-asalan, memang Dinda sudah bisa mandiin Ryu?"tanya ayah.


Ayah mengajak Ryu masuk lagi kedalam kamar, Dinda sudah pandai mengurus Ryu. dari mulai bikin susu, ganti popok sampai mandiin Ryu dia sudah biasa. Aku saja kalah cekatan kalo Dibanding Dinda, Dinda justru lebih luwes.


Tidak lama Ryu sudah kembali dibawa kedapur oleh Dinda, kali ini Ryu telanjang hanya memakai pampes saja."Aduh-aduh anak bujang ibu, mau mandi ya?"tanyaku sembari mencium perut telanjang Ryu.


"Sudah cepat mandikan, ini udah sore nanti Ryu masuk angin."ucap Ibu.


Dinda segera membaw Ryu masuk kekamar mandi, disana sudah disiapkan air hangat untuk Ryu mandi. maklum Ryu cucu pertama dan laki-laki juga, jadi semua sangat sayang sama Ryu.


Tak lama Ryu sudah diangkat dari air, lalu dibawa masuk kedalam oleh Dinda. aku sama ibu masih sibuk berkutat sama dapur, ya beginilah perempuan jika mau lebaran.


...ΩΩΩ...


Hampir magrib barulah kelar memasak opor ayam, menggunakan ayam kampung jadi membutuhkan waktu sedikit lama. agar dagingnya tidak keras, karna mas Rendy gak bisa makan jika masih keras.


Sore ini Dinda membuat Campur serta membeli gorengan dan kurma, udah banyak cemilan jadi gak perlu beli lagi. yang bikin ibu sedih kalo mas Rendy minap Dirumah bi Sari karna mereka jarang bikin-bikin kalo buka, Sedangkan dirumah sini banyak menu kalo lagi buka puasa.


Setelah magrib aku kembali sibuk, menata kue ditoples dan menggelar ambal yang biasa dipakai duduk. sedangkan Ryu anteng digendongan ayah sembari makan apel, Dinda lagi sibuk nyetrika baju yang mau dipakai besok.


"Din kamu udah telpon Rendy?"tanya ibu.


"Sudah bu, katanya bi Sari masak ayam. juga bikin kolak,"jawabku.


"Tumben mau bikin-bikin?"tanya ibu


"Yaiyalah bu besok kan lebaran, apalagi kurnia sudah pulang jadi masak enak."jawabku.


Bi Sari sama om Budi bukan orang yang kekurangan, hanya saja mereka sayang untuk memasak yang enak-enak. alasanya karna hanya berdua jadi malas, pernah lo mas Rendy pas buka disana cuam pake tumis pepaya. itulah yang bikin ibu kepikiran, kalo mas Rendy menginap Disana.


"Mba baju mas Rendy mana yang mau dipakai besok?"tanya Dinda.


"Ambila aja Din dilemari, aku lagi madahin kue ini sama ibu."jawabku.


Aku sama ibu lagi didapur, menata kue di toples beling. ibu sangat hobi mengoleksi toples, jadi toples ada banyak berlusin-lusin. peralatan masak ibu pun lengkap, dari yang kecil sampai yang besar semua ada. jadi kalo ada cara disini, kami gak perlu minjem karna semua punya.


Jam 10 malam sudah kelar semua, aku sedang tiduran bersama Ryu."Ros bilangin Rendy besok harus pulang pagi."pesan ibu.


"Iya bu tadi mas Rendy juga bilang pagi-pagi mau pulang,"jawabku.


"Yaudah, cucu oma udah tidur belum?"ucap ibu sembari mendekat kearah Ryu.


Sontak Ryu menoleh lalu tertawa kearah ibu."Lebaran tahun depan Ryu udah pinter acak-acak ya nak."ucap ibu sambil memainkan tangan Ryu.


"Denger pesan oma ya, besok banyak sodara disini Ryu gak boleh nangis oke."ucap ibu disambut tawa oleh Ryu.


Agak lama ibu bermain sama Ryu, sementara ibh sama Ryu aku membuka aplikasi chat bersama mas Rendy. hanya menanyakan sedang apa lalu berpesan jika besok pulang pagi, aku pribadi sama seperti ibu. aku sedih kaya gini, akupun kasian mas Rendy.


Dari nikah sampai sekarang belum pernah kami lebaran dirumah ibu mas Rendy, semoga tahun masih diberi panjang umur serta rezeki banyak. mau lebaran dirumah ibu mas Rendy, mau bagaimanapun mereka tetap orang tua tetap harus dihargai.