After Wedding

After Wedding
SS 2 rencana perjodohan 2



"Telepon dari siapa mas" Amanda bertanya kepada suaminya, yang terlihat aneh saat setelah menerima telepon.


"Dari Sean, Dia ingin kita segera datang ke mansion Wijaya" davin berbicara sambil memeluk dan mengecvp kening istrinya.


"Mungkin ada pekerjaan yang belum selesai mas," Amanda berpikir positif.


"Tidak, dia bilang ada yang harus di bicarakan tentang masa depan putri kita, jadi kita berdua harus pergi kesana."


"Masa depan putri kita!" Amanda mengerutkan keningnya tanda tak mengerti, dan meminta penjelasan pada suaminya, namun davin pun tidak mengetahui apa rencana mantan big bos nya itu.


ya setelah beberapa tahun menikah dengan amanda, tuan Iskandar meminta davin ikut mengurus perusahaan nya yang berada di Indonesia, sedangkan dion mengurus perusahaan yang berada di negara N.


setelah lima menit kemudian Amanda pun sudah siap dan menggandeng tangan suaminya, dan cepat mereka bergegas pergi meninggalkan rumah mereka menuju mansion utama.


rasa penasaran kini menumpuk di dalam hati Amanda, karena sudah menyangkut dengan masa depan putrinya.


...----------------...


di tempat lain tepatnya di ruangan kerja suaminya, Alisha kini duduk menunggu kedatangan sahabat mereka dengan perasaan yang begitu cemas dan gugup, takut jika mereka menolak perjodohan putra mereka dalfi.


'Mas mereka kok lama banget ya" alisha bertanya dengan tidak sabaran, ini sudah kesekian kalinya alisha bertanya kepada suaminya dengan pertanyaan yang sama.


''sebentar lagi sayang, mereka masih dalam perjalanan" dengan sangat sabar sean menjawab pertanyaan istrinya sambil memeriksa berkas-berkas yang menumpuk di hadapannya.


Dua puluh menit berlalu akhirnya davin dan amanda pun sampai di mansion Wijaya, dan langsung menemui Sean di ruangan kerjanya.


Bukan hal yang sulit bagi davin dan amanda untuk masuk ke dalam mansion Wijaya, karena mereka sudah tahu seluk-beluk mansion Wijaya.


ceklek..


"Akhirnya kalian berdua datang juga" alisha merasa lega, lalu menggandeng tangan sahabatnya Dan duduk di sofa.


"Sebenarnya ada apa ini," Amanda merasa sangat penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan.


melihat davin dan amanda sudah datang sean pun meninggalkan pekerjaannya, dan ikut duduk bersama mereka,


"Begini, kami mengundang kalian kemari untuk membicarakan soal perjodohan antara diandra dengan dalfi, itu pun jika kalian mengijinkan nya."


mendengar perkataan Sean, Amanda dan davin kini saling berpandangan, "perjodohan!" ucap mereka bersamaan.


dengan penuh semangat alisha menganggukan kepalanya, "Aku mohon manda bolehkan aku melamar anakku untuk dalfi" alisha menggenggam tangan sahabatnya.


"tapi apa dalfi tahu, kalau dia akan di jodohkan dengan Rara" Amanda kini menatap wajah sahabatnya.


"Aku rasa rara punya perasaan spesial untuk dalfi, berbeda dengan dalfa rara lebih dekat dengan dalfi iya kan"


perkataan alisha pun di angguki oleh pasangan suami istri itu, "bagai mana menurut mu mas?" Amanda bertanya kepada suaminya.


"Aku ikut saja, asalkan putri kesayangan ku bahagia aku akan mengijinkan nya menikah dengan siapapun."


mereka yang mendengar perkataan davin pun bernafas lega, terutama alisha yang begitu senang dengan keputusan davin.


"terimakasih besok malam kami akan datang ke rumah kalian, untuk melamar Diandra jadi bersiaplah dan beri tahu dia tentang acara lamaran kami" Sean berbicara dengan tegas seperti biasanya.


Sean dan davin pun kini berpelukan begitu juga para istri mereka, mereka pun akhirnya berpamitan untuk mempersiapkan acara lamaran besok malam.