
Dua hari berlalu mas Rendy benar-benar pulang, ada banyak oleh-oleh yang dibawa mas Rendy untuk Ryu.
Baju tidur 2 stel serta baju harian 2 stel, tak lupa sepatu serta pampers kiriman dari neneknya Ryu.
Serta beberapa kado kiriman dari teman mas Rendy, jam 11 siang mas Rendy sampai. Ryu sedang tidur saat ayahnya sampai.
Walau aku kesal sama mas Rendy, tapi aku tetap melayani dengan baik. begitu sampai langsung kuambilkan air putih, setelahnya segera kubuatkan kopi.
Meski tak banyak obrolan antara kami berdua, namun aku tetap berusaha bersikap baik."Mau makan sekarang mas?"tanyaku.
"Nanti sajalah masih kenyang."jawab mas Rendy.
Aku kembali duduk disebelah mas Rendy yang tengah merokok dimeja makan, sedangkan Ryu tengah terlelap didepan tv ditemani ibu.
semua oleh-oleh yang mas Rendy bawa, sudah kumasukan kedalam. niatku nantilah kalo Ryu bangun baru kubuka.
Lama terdiam ahirnya kuputuskan masuk kedalam melihat Ryu."Aku masuk dulu mas, nanti kalo mau makan panggil saja aku,"ucapku.
"Iya."jawab mas Rendy.
Aku langsung kedalam, kulihat Ryu sudah bangun dan sedang nyusu."Ryu sudah bangun dari tadi bu?"tanyaku.
"Belum lama Ros."jawab ibu.
"Iyu liat deh, Iyu dapet kiriman banyak dari nenek lo,"ucapku seraya memainkan tangan Ryu.
"Yuk kita liat yuk,"sambungku seraya mencium pipi gembul Ryu.
"Rendy sudah makan Ros?"tanya ibu.
"Belum. nanti katanya belum lapar bu."jawabku.
Tak lama Ryu sudah selesei minum susu, saat ini Ryu sudah mulai bisa tengkurap. tapi masih belum bisa membalik badan.
Jadi kalo sudah tengkurap dan lama, Ryu pasti menangis. dan kalo sudah menangis itu tandanya Ryu minta dibaringkan hihihi.
Ryu sudah tengkurap dan mulai memainkan tanganya didalam mulut, satu persatu kubuka kado dari para teman mas Rendy.
Ada yang mengirim celana pendek untuk Ryu ada pula set alat makan Ryu, warnanya kuning cakep.
Setelah membereskan semuanya, ibu izin untuk zuhur terlebih dahulu. mas Rendy pun masuk kedalam dan mulai bermain dengan Ryu.
Didalam kami berdua hanya saling diam, cuman mas Rendy yang kadang tertawa melihat tingkah lucu Ryu.
Setelah capek bermain Ryu serta mas Rendy tertidur, kutinggal kebelakang sebentar dan ketika kembali keduanya sudah tertidur lelap, bahkan botol susunya masih menempel di bibir Ryu, tapi sudah tidak disedot.
Pelan kulepas botol susu dari mulut Ryu, Ryu ini sebenarnya tipe pemarah. jika dia sedang tidur dan mendapat gangguan, meski itu cuman sedikit. bisa menyebabkan untuk kami, karna mengamuknya bisa sampai setengah hari.
Makanya jika bos Ryu ini sedang istirahat, harus tenang jangan sampai ada suara yang membuat Ryu terbangun.
Aku beranjak bangun dari sisi Ryu, niatku ingin kembali kebelakang menemani ibu ngobrol. tapi tiba-tiba tanganku sudah dicekal oleh mas Rendy.
"Mau kemana?"tanya mas Rendy.
"Kebelakang mas, mas mau makan sekarang?"tanyaku.
"Aku belum lapar."jawab mas Rendy seraya menarik tanganku, hingga aku masuk kedalam pelukanya.
Tanpa berkata-kata mas Rendy segera ******* bibirku lembut, tapi aku merasa ketar-ketir jika harus bergulat diatas ranjang ini. pasalnya disini ada Ryu yang tengah terlelap, bisa jadi masalah besar kalo dia sampai bangun.
"Dibawah saja mas,"ucapku, mas Rendy dengan segera menarik tubuhnya dari atas tubuhku. lalu membimbingku untuk berbaring diatas matras.
"Takut Ryu bangun mas,"bisiku ditelinga.
Mas Rendy kembali ******* bibirku dengan tidak sabaran, lama berpuasa membuat mas Rendy sedikit liar.
Dua orang manusia yang telah lama berpuasa, kini sudah bisa kembali menikmati hidangan yang sangat menggoda.
...ΩΩΩ...
Aku terbangun karna kaget saat mendengar tangis Ryu, ya tadi setelah melakukan ibadah aku langsung tertidur dibawah bersama mas Reny.
Jadi pas mendengar suara tangis Ryu aku segera mendekat keranjang."Iyu sayang anak ibu, ada apa nak?"tanyaku sembari menepuk-nepuk pantat Ryu pelan.
Kulihat Ryu mulai memainkan lidahnya, biasanya jika sudah seperti itu Ryu haus. segera kukenakan pakaianku dengan benar dan langsung membuatkan susu Ryu.
Ternyata selsei aku membuat susu Ryu sudah kembali terlelap, segera kubangunkan mas Rendy. pasalnya dia belum makan dan pula belum memakai baju.
"Mas bangun pakai baju dulu,"bisiku ditelinga mas Rendy.
"Mas bangun mas,"panggilku lagi seraya mencium bibir mas Rendy.
Mas Rendy mulai mengeliat dan langsung menariku kembali masuk kedalam pelukanya."jam berapa memang ini?"tanya mas Rendy seraya mengelus rambutku.
"Hampir jam 2 mas, ayo mas makan dulu,"jawabku.
Perlahan mas Rendy mulai memakai bajunya kembali, mas Rendy kebiasaan jika setelah berhubungan badan selalu langsung tidur.
Tidak peduli dirinya belum memakai kembali bajunya, yang jas setelah ******* mas Rendy langsung ambruk dan tertidur.
"Ibu maska apa yang?"tanya mas Rendy.
"Santan ikan nila mas."jawabku.
Emosi yang sudah berhari-hari kutahan kini hilang entah kemana, aku memang selalu begini. jika sudah bertemu dan bermain diatas Ranjang langsung hilang begitu saja emosi itu.
"Kalo mas Rendy gak suka lauknya, biar kumasakan menu yang lainya,"sambungku.
"Tidak usah, biarkan itu saja."jawab Mas Rendy.
Mas Rendy berjalan mendekat kearah Ryu, lalu menciumi gemas pipi Ryu."Sayang Iyu ayo bangun nak,"ucap mas Rendy sambil menoel-noel hidung Ryu.
"Biarkan saja dulu mas, selama kamu gak ada Ryu susah tidur nyenyak,"ucapku pelan.
"Kenapa?"tanya mas Rendy.
"Tidak tau, mungkin saja kangen sama ayahnya."jawabku.
"Yang kangen ayah Ryu atau ibunya?"tanya mas Rendy sembari tersenyum kearahku.
Mas Rendy mengangkat tubuhku agar duduk dipangkuanya."Rasanya masih sempit kalo baru masuk, tapi dalamnya sedikit longgar."bisik mas Rendy ditelingaku.
Sontak saja aku kaget karna merasa geli ditelinga hingga sampai keleherku."Mas ih jangan kaya gitu,"ucapku seraya menjauhkan leherku dari mulut mas Rendy.
"Emang kamu gak kangen yang?"Tanya mas Rendy dengan suara serak.
"Mas kan tadi udah."jawabku pelan menahan *******, karna tangan mas Rendy saat ini tengah meremas lembut payudaraku.
"Memang kalo 2 kali gak boleh yang?"tanya maa Rendy.
"Boele ta-"capanku terhenti karna mas Rendy sudah melumatku dengan lembut.
Aku seperti terhipnotis justru dengan baik membalas ******* mas Rendy, seperti penganti baru saja aku ini.
Ahirnya Ronde kedua untuk siang ini tak bisa lagi terhindarkan, mengingat kadang Ryu sangat mengganggu jika ayah serta ibunya berolah raga.
Makanya pikir mas Rendy mumpung Ryu aman, kadang walau sudah tidur. Ryu tetap kembali bangun , kalo ayahnya sedang bekerja keras selalu mengganggu.