After Wedding

After Wedding
pertimbangan



Pagi-pagi sekali aku sudah dibangunkan Dinda untuk jalan-jalan pagi, sebelum berangkat kerja Dinda menemaniku jalan-jalan pagi terlebih dahulu.


"Mba ayo bangun kita jalan-jalan,"suara Dinda sedikit teriak, mungkin dia sudah memanggilku sedari tadi tapi gak bangun-bangun.


"Jalan-jalan kemana memang Din, masih pagi kok udah mau berangkat,"jawabku masih dengan mata terpejam.


"Hei bangun makanya ngelindur aja, bukan jalan-jalan jauh mba. tapi keliling komplek aja biar mba lahiranya lancar."ucap Dinda sambil tertawa melihat aksiku yang sedikit nyeleneh.


"Hm kirain mau kepantai. tapi maleslah mau jalan kemana juga masih ngantuk."jawabku seraya memeluk guling


"Mba Rosa mau nanti lahiranya susah trus ahirnya di operasi,"ucap Dinda sambil teriak didepan mukaku. astaga yang benar saja aku mau di operasi enggk-enggk aku enggak mau.


"Yaudah ayo, mba mau kekamar mandi dulu kamu tunggu diteras,"jawabku seraya mendorong Dinda segera keluar dari kamar.


Setelah selesei dengan urusan kamar mandi aku bergegas menuju dapur terlebih dahulu, sampai didapur kulihat bi Sari masih sibuk memasak ditemi ibu."Hei Ros, hamil tua harus rajin jalan-jalan pagi. biar lancar lahiranya."ucap bi Sari sambil membolak mbalikan tempe goreng tepung.


"Iya bi ini juga mau jalan sama Dinda, mau tempe dong bi satu aja mau tak makan dijalan,"ucapku seraya mengulurkan tangan hendak mengambil tempe, tapi tiba-tiba ibu datang langsung memukul tanganku pelan.


"Kalo mau makan tempe disini dulu, pamali makan sambil jalan."jawab ibu sambil melotot kearahku.


"Ibu cuma makan tempa aja pamali si, yaudah gak jadilah aku mau jalan aja,"ucapku sambil berjalan menuju teras.


Sampai teras kulihat Dinda tengah duduk seraya memainkan ponsel, setelahnya kami segera berjalan menuju jalan besar. terlihat dari jauh disana juga sudah ramai karna dilingkungan sini banyak yang lagi hamil tua termasuk aku xixixi.


...ΩΩΩ...


Sorenya sehabis mandi aku duduk-duduk santai diteras bersama ibu, kebetulan tadi siang om Budi sama bi Sari sudah pulang.


Sedari tadi aku sudah berkali-kali menghubungi mas Rendy tapi tak juga dijawab, terahir siang tadi mas Rendy ngabarin kalo bpjs ku gak bisa dipakai.


"Rendy kapan kesini Ros?"tanya ibu.


"Entah bu, ini aja dari siang gak bisa dihubungi."jawabku seraya memasukan keripik pisang kedalam mulutku.


"Oalah paling sibuk ngurus bpjs kamu itu,"jawab ibu.


"Tadi kata mas Rendy bpjsku gabisa dipakai bu. coba besok ibu tanyain dklinik bpjsku yang lama masih bisa gak dipake,"ucapku.


"Iya besok ibu tanyain, ayo masuk dulu Ros udah mau magrib."jawab ibu seraya berjalan masuk kedalam rumah, akupun segera mengikuti dari belakang.


Selepas magrib aku sama ibu masih ngobrol dikamar, tiba-tiba ada suara motor berennti didepan rumah. ibu segera mengintip dari jendela kamarku sayangnya gak keliatan."sapa ya Ros magrib-magrib ko bertamu,"ucap ibu penasaran.


"Coba ibu liat dulu, siapa tau mau ada perlu bu. aku tunggu dikamar aja,"jawabku seraya merebahkan tubuhku diatas ranjang.


"Kammu gak apa-apakan ibu tinggal dulu, nanti ibu panggilin Dinda ya."ucap ibu sambil berlalu keluar dari kamar.


Sepeninggal ibu kubuka kembali chat room mas Rendy. ternyata masih sama jangankan dibalas dibuka saja belum.


Tak lama pintu kamarku kembali dibuka dari diluar, kubiarkan saja pikirku Dinda yang masuk. ternyata ibu sudah kembali masuk kamar."Ros. Rendy yang datang cepat kamu temui,"ucap ibu dengan wajah serius.


"Sudah jangan banyak tanya, cepet itu temui Rendy. mungkin saja mau segera mandi." ucap ibu sambil berlalu dari kamarku.


Kuayunkan langkah kaki menuju teras samping, ternyata benar mas Rendy tengah asik ngobrol sama ayah."mas ko ga bilang kalo mau kesini hari ini?"tanyaku seraya mencium punggung tangan mas Rendy.


"Ya gak apa-apa to, la ngapa memangnya?"Tanya mas Rendy sambil tersenyum.


"Nanti saja ngobrolnya, kamu cepat mandi Rend setelahnya kita makan malam bersama."titah ibu. ayah sama ibu sudah masuk kedalam, mas Rendy pun kusuruh cepat mandi karna aku sudah lapar, maklum namanya bumil bawaanya mau makan terus.


...ΩΩΩ...


Selesei makan malam mas Rendy masih ngobrol sama ayah diteras depan, dari pembicaraan yang sedikit kudengar. sepertinya ayah menyuruh mas Rendy mencoba budi daya udang saja.


Lagian kami berdua sudah sama-sama nganggur mau pulang kerumah orang tua mas Rendy juga mau ngapain, kalo aku pribadi pengen coba dulu disini tapi entah gimana mas Rendy.


Hampir jam sembilan malam baru mas Rendy masuk kamar, sebelum mas Rendy masuk kamar.


Ibu sama Dinda juga tadi dikamar lihat-lihat baju bayi, entah berapa kalipun liat gak pernah bosan."tidur belum yang?"tanya mas Rendy sambil merebahkan tubuhnya disampingku.


"Belum la mas masih nunggu kamu."jawabku seraya memiringkan tubuh menghadap mas Rendy.


"Yang tadi ayah nyuruh aku buat nyoba budidaya udang, tapi aku belum ser yang giaman?"tanya mas Rendy sambil memeluku.


"Kalo menurutku si gak ada salahnya dicoba. lagian kalo pulang lagi kerumah ibumu mau ngapain mas, kita udah sama-sama nganggur mau makan apa nanti,"jawabku seraya mengelus kepala mas Rendy.


"Tapi aku apa bisa coba, aku kan gak pernah nyoba sama sekali yang."ucap mas Rendy seraya mengecup bibirku.


"Ya sekarang belum bisa karna belum biasa mas. nanti juga pasti bisa,"jawabku sambil membalas kecupan mas Rendy.


Perlahan mas Rendy menurunkan kepala lalu mencium perutku lama sambil berbisik."adek mau tinggal dimana, disana apa disini nak?"tanya mas Rendy tepat diperutku.


"Dimana aja yah. asal enak nyari rejekinya yah,"jawabku seraya menirukan suara anak kecil. perlahan mas Rendy merambat keatas dan segera ******* bibirku lembut.


Entah kenapa tak tidur sama mas Rendy satu malam saja, berasa tahun-tahunan gak tidur bareng.


Mas Rendy semakin kerap memberi kecupan dileherku, aku menggelinjang merasakan geli campur nikmat kuremas lembut rambut mas Rendy untuk menyalurkan nikmat yang tengah menjalari tubuhku


"Mash."desahku.


"Bust jangan keras-keras yang, kita lagi dirumah ibu. bukan di kontrakan lagi,"ucap mas Rendy sambil sedikit tersenyum, untung mas Rendy mengingatkan aslinya aku juga lupa kalo lagi drumah ibu hihihi.


"Boleh ada suara tapi gak boleh kenceng-kenceng ya sayang. malu ibu denger."ucap mas Rendy sambil ******* bibirku lembut, turun kebawah lalu sedikit memberikan hisapan dileherku tanpa menimbulkan warna merah.


Tak lama mas Rendy pindah ke dua buah dadaku lalu meremas lembut memilin tak lupa menghisap lama disana, setelahnya dengan sangat perlahan mas Rendy mulai memompa tubuhku menyalurkan segala kerinduan.


haii...


jangan lupa dukung aku terus ya kak, maaf typo ini karya pertama aku🙏🙏