After Wedding

After Wedding
kedatangan ayah ibu bibi



Waktu berlalu begitu cepat hari-hari ku lalui tidak terasa hingga kini usia kandunganku sudah memasuki usia tujuh bulan, yang artinya sebentar aku lagi harus resign dari kantor.


Tepat hari ini rencananya ibu, ayah serta bibiku mau datang, dan besok acara tujuh bulananaku, hari ini aku sudah tidak bekerja aku izin selama dua hari yakni hari ini serta besok.


"Ibu sama ayah berangkat jam berapa sayang?"tanya mas Rendy saat kami tengah tiduran didepan tv.


"Pagi mas setengah delapan tadi kata Dinda, mungkin sebentar lagi sampai,"jawabku sambil mengusap lembut kepala mas Rendy.


"Em gtu, kalo bibi kesini kapan yang?"tanya mas Rendy lagi.


"Nanti sore mas, oiya nanti kalo ibu sampai langsung antar saja belanjaanya kerumah ibu mas biar besok tidak perlu bolak balik."ucapku.


Memang acara besok dilakukan drumah ibu, meski aku sudah punya rumah sendiri walapun ngontrak, tapi orang tua mas Rendy ingin acara tujuh bulanan dilakukan dirumah ibu.


"Hm gatau nanti yang, panas banget soalnya kalo mau bolak balik kesana sini,"jawab mas Rendy, semalam mb Rini sudah mengantarkan belanjaan karna mb Rini tidak bisa ikut bantu-bantu.


"Alah mas-mas cuman sini situ aja lo,"jawabku sambil memijit tangan mas Rendy.


"Iya sayang iya, barangnya aja belum sampai ko udah ribut lo."ucap mas Rendy sambil menoel hidungku.


Tak lama kami mengobrol terdengar mobil masuk kehalaman kontrakan. segera kubuka pintu ternyata ayah sama ibu sudah datang, mas Rendy segera keluar menyambut tak lupa mencium tangan ayah serta ibu.


"Berangkat jam berapa ya?"tanya mas Rendy ramah.


"Pagi Rend jam setengah delapan, makanya jam segini udah sampe."jawab sambil mendudukan tubuhnya dikursi.


"Dinda gak ikut sekalian dirumah sama siapa yah?""tanya mas Rendy lagi.


"Dinda itu kerja Rend, mungkin tidak enak kalo sering izin. dia drumah sama bibimu istri om Budi."jelas ayah, mas Rendy ini sudah kenal semua sama saudaraku jadi paham.


"Ayo masuk saja, ngobrol didalam saja dsini panas,"ajaku. ayah ibu langsung masuk kedalam rumah, sedangkan mas Rendy masih diluar.


"Ada apa mas? kenapa gak masuk?"tanyaku heran.


"Mana yang mau dibawa kerumah ibu, biar kuantar sekarang,"jawab mas Rendy.


"Sebentar kutanya ibu dulu ya mas,"ucapku, setelahnya aku segera berlalu masuk kedalam rumah.


Kutanya apa saja yang mau dibawa kerumah ibu mertua, setelah tau aku segera keluar menemui mas Rendy.


"Gimana yang?tanya mas Rendy.


"Yang ini, ini, ini, sama itu itu juga mas."jawabku sambil menunjuk beberapa kardus serta karung berisi beras.


"Hah. banyak banget yang,"jawab mas Rendy kaget.


"Loh mas ini gimna lagi sih? kita kan mau tujuh bulanan bukan cuman bakar ayam aja."jawabku, aneh banget mas Rendy ini.


"Iya-iya, yaudah kamu temenin ayah sama ibu dulu, aku mau antar barang-barang ini dulu, "ucap mas Rendy sambil mulai menata barang diatas motor.


Setelah mas Rendy keluar dari halaman kontrakan rumah aku segera masuk kedalam menemui ayah serta ibuku.


"Loh Rendy mau kemana Ros?"tanya ibu sambil meletekan kopi didepan ayah.


"Itu bu lagi ngangkut barang-barang yang mau dibawa kerumah ibu mertua."jawabku sambil mengeluarkan beberapa camilan.


"Bibimu kapan kesini Ros?"tanya ayah.


" Hari ini yah, mungkin sebentar lagi sampai."jawabku, tak lama kami mengobrol terdengar lagi suara mobil memasuki halaman kontrakanku, aku sama ibu segera keluar.


"Iya tadikan bibi telpon Dinda, katanya ibumu sudah sampai Ros jadi bibi langsung berangkat."jawab bibi sambil berjalan masuk kedalam konrtakan.


"Apa kabar mas?"tanya bibi sambil mencium tangan ayahku.


"Baik Sal, bagaimana kabar suami serta anak-anakmu?"tanya ayah.


"Baik semua sehat mas."jawab bibi Salma.


"Ayo makan dulu udah siang, bu mau makan sekarang kan?"tanyaku.


"Sebentar lagi Ros tunggu Rendy, kasian nanti dia makan sendrian."jawab ibu, ibu serta ayah dulu sangat ingin anak laki-laki tapi tidak kesampaian, makanya sekrang sayang banget sama mas Rendy.


"Yasudah aku mau solat saja dulu ya mbk,"ucap bibi dan dijawab anggukan oleh ibu.


Selsei solat kami kembali ngobrol didapur, sedangkan ayah sedang tiduran didepan tv.


Sambil menunggu mas Rendy ibu serta bibi menyiapkan makanan diatas meja makan, tak lama mas Rendy juga datang, setelahnya kami segera makan siang bersama.


...ΩΩΩ...


Sorenya aku terbangun karna kaget, tadi seingatku ada ibu ayah serta bibi disini, benran apa aku yang cuman mimpi.


Segera aku bangun lalu menuju dapur, begitu sampai dapur kulihat bibi serta ibu sedang duduk ngobrol dikursi makan.


"Mas Rendy mana bu?"tanyaku, ketika tidak kulihat mas Rendy dan ayah.


"Rendy nganter ayahmu kerumah besan, katanya mau ngobrol-ngobrol."jawab ibu sambil tersenyum.


"La kan besok udah ketemu ngapain kesana?"tanyaku, sambil mendudukan tubuh diatas kursi.


"Boar si Ros, biar ayahmu akrab sama besanya."bi Salma ikut menimpali.


"Ros mau masak apa buat nanti malam?"tanya ibu sambil membuka kulkas.


"Kita bikin sambal trasi sama bikin pepes ikan saja ya bu, mau tidak bi?"tanyaku pada bibi, karna bibiku ini sangat pemilih tidak semua masakan doyan.


"Mau saja Ros, memang sudah punya bahan-bahanya?"tanya bi Salma.


"Belum. kita kewarung yuk bi, jalan kaki saja dekat ko,"jawabku sambil berlalu kedalam kamar untuk mengganti pakaian, setelah siap aku serta bibi segera pergi kewarung sedangkan ibu drumah katanya mau masak nasi.


Tak lami kami sudah pulang sudah bawa bahan lengkap untuk menu masakan makan malam.


"Ikan apa Ros yang mau dipepes?"tanya bibi.


"Nila saja ya Ros, yang bisa dimakan bibimu."ibu menjawab pertanyaan bibiku


"Yaboleh deh, enak juga ikan nila dipepes bu."jawabku, aku pribadi lebih suka ikan patin kalo dipepes, tapi bibiku ini selain nila enggk doyan ahirnya aku mengalah saja.


"Keluarkan saja Sal ikanya ada dikulkas!"ucap ibu, segera bi Salma mengambil satu tupperware ikan nila berukuran sedang lalu segera mencucinya.


"Bumubunya agak pedas ya, kasih tomat sama kemangi agak banyak biar mantap."ucapku sambil mengacungkan dua jempol didepan ibu.


"Iya,nanti setelah matang di api-apikan sebentar, biar makin mantap. dan kamu Ros ini sudah sore kamu cepat mandi saja, jangan biasakan mandi sore-sore pamali!"ucap ibu.


Tanpa membantah aku segera masuk kekmar mandi. setelah mandi kulihat sambal sudah siap serta jangan lupakan lalapan, dan kulihat ibu sama bibi sedang api-api pepes.


Seketika air liurku serasa menetes, hanya tinggal menunggu mas Rendy sama ayah saja, mungkin sebentar lagi pulang setelah itu kami langsung makan malam bersama.