
Riana nekat menunggu keberadaan dalfi yang keluar dari kamarnya, karena saat di acara pesta pernikahan semalam riana tidak bisa masuk begitu saja.
karena penjagaan yang begitu ketat riana juga tidak memiliki kartu undangan, karena semua tamu yang datang mereka membawa kartu undangan eksklusif yang diberikan oleh keluarga Wijaya.
"apa yang kau lakukan disini" dalfi menatap tajam ke arah riana.
"Sudah aku bilang aku tidak akan pernah melepaskan mu begitu saja baby" ucap riana dengan senyum smirk nya.
dengan kasar dalfi melepaskan cengkraman tangan riana dari tangan-nya,
"dengar riana agisti aku mohon pada mu, aku sudah menikah sekarang jadi jangan ganggu aku lagi.
setelah mengucapkan itu pada riana, dalfi memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Riana disana, namun langkah nya terhenti saat riana mengancamnya.
"Baiklah tuan dalfi yang terhormat, jika aku tidak bisa memiliki mu maka tidak ada wanita lain juga yang biasa memiliki mu camkan itu " riana berbicara dengan senyuman liciknya.
dari kejauhan Riana melihat wanita yang sudah dalfi nikahi kemarin malam, sedang berjalan mendekat ke arah mereka dengan seorang wanita lainnya, yang riana kenal sangat siapa wanita itu.
ya dia adalah kayla sepupunnya sekaligus musuh bebuyutan nya, dengan senyuman penuh arti Riana dengan cepat mencivm dalfi tepat saat Diandra berada di hadapan nya.
brakkk...
karena mereka terkejut dengan apa yang terjadi di hadapannya, membuat Diandra menjatuhkan barang yang berada di tangannya.
mendengar suara benda jatuh di belakang nya dalfi pun langsung membalikan tubuhnya, alangkah terkejutnya saat dalfi melihat dua perempuan yang sedang menatapnya dengan tatapan tajamdan penuh arti dari mereka.
"Rara" gumam dalfi lirih, namun masih bisa di dengar oleh Kayla.
dalfi pun langsung menjauhkan dirinya dari riana.
"kay ini tidak seperti yang kalian lihat" ucap dalfi menjelaskan.
*deghhh...
jawaban dari kayla menyadarkan dalfi dari kesalahannya, lalu melihat wajah Diandra yang terlihat dingin dan datar*.
"dia adalah dalfi suami ku" setelah mengatakan itu Diandra langsung bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
Diandra merasa sangat sesak di hatinya melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain tepat di hadapannya.
"Aku tidak akan melepaskan mu ingat itu" ancam dalfi pada riana , dengan cepat dalfi pun langsung mengejar Diandra.
"Jadi ini sekarang profesi mu, jadi pelakor" sindir kayla dengan menekan kata pelakor tepat di depan wajah Riana.
"Kau"
"Apa!, aku bukanlah kayla yang dulu yang bisa kau hina dan kau injak-injak riana" tegas kayla.
riana tersenyum sinis, " kau merasa dirimu sudah hebat Kayla, no! tidak sama sekali bahkan kau sangat bodoh sehingga tentang kematian orang tuamu saja kau tak tahu"
"Apa maksudmu," teriak kayla dengan penuh emosi, ia akan merasa sensitif jika sudah menyangkut tentang kematian orang tua nya.
"kayla kau itu sudah sangat pintar mengapa kau masih bertanya kepada ku" ledek Riana,
Riana pun berjalan dengan Anggun sambil memakai kacamata nya dan pergi meninggalkan kayla yang masih berdiri disana
Riana pun tersenyum sinis sambil terus berjalan meninggalkan hotel itu.
apa sebenarnya yang telah terjadi mengapa begitu sangat rumit, bagaikan benang kusut yang sulit untuk di uraikan.