After Wedding

After Wedding
SS 2 Potong terong



Kini alisha sudah sampai di rumah mewah Amanda sahabatnya sedari dahulu, mendengar deru mesin mobil, amanda bersama dengan putrinya Diandra pun keluar melihat siapa yang berkunjung ke rumah mereka.


alisha turun dari mobil nya berjalan mendekat ke arah ibu dan anak di Depannya.


"Rara kamu tumben ada di rumah nak" Alisha melihat Diandra yang berada di rumah.


"Iya aunty, hari ini rara libur" Diandra menjawab pertanyaan alisha dengan lemah lembut seperti biasanya.


"tumben nggak ngabarin dulu " Amanda merasa heran dengan alisha yang tidak seperti biasanya datang tanpa mengabari nya terlebih dahulu.


"Aku lagi sumpek bestie" alisha langsung menggandeng tangan sahabatnya dan masuk ke dalam rumah.


"Kebetulan tuh, dalfi juga ada di sini" amanda menunjuk kepada pria yang sedang duduk di sofa dengan santainya.


"Owh jadi disini kamu rupanya'' alisha langsung menggulung lengan bajunya dan berjalan menghampiri putra nakal nya.


dalfi berteriak merasakan sensasi panas di telinganya, yang berdenyut karena ulah mommy nya.


"Aduh mom sakit, bagaimana jika nanti telinga ku putus, itu akan mengurangi kadar ketampanku"


"mommy tidak peduli, sudah sering kali mom menasihati mu agar tidak terlalu banyak mengoleksi perempuan yang berpakaian kurang bahan" alisha tidak melepaskan tangannya dari telinga putranya.


"Apa maksud mom, aku tidak mengerti" dalfi menahan rasa sakit di telinga nya.


sedangkan diandra dan amanda hanya meringis, menutupi telinga mereka melihat betapa mengerikannya jika alisha sudah marah.


"Siapa gadis yang bernama Riana, dia datang ke mansion dan memanggil mom sebagai calon mama mertuanya."


"Mom jangan dengarkan, wanita gil* itu aku sudah memutuskan hubungan kami sejak lama, tapi dia yang masih saja mengejar ku, karena ketampanan anak mom ini" dalfi berbicara dengan bangganya.


"jadi begitu" alisha menarik kebih keras, kini telinga dalfi sudah sangat memerah, membuat dalfi berteriak lebih keras.


"Aunty, rara mohon lepaskan kak dalfi, kasihan dia pasti merasa sangat kesakitan"


melihat diandra yang memohon kepada nya, mau tidak mau alisha pun melepaskan tangannya dari telinga putranya.


"Kali ini mommy melepaskan mu karena permintaan rara, tapi lain kali jika kau terus begitu mommy akan memotong telinga mu jika perlu mommy juga akan memotong terong mu"


mendengar perkataan mommy nya, dalfi merasa ngilu dan refleks memegang pusakanya.


"jangan mom ini adalah aset negara, kalau tidak ada ini bagai mana nanti aku bisa membuat kan cucu untuk mu"


"Dasar bocah gemblung, ngeres aja pikiran mu itu, anak siapa sebenarnya kamu ini" alisha Merasa jengah dengan putra-nya sendiri.


"Putra mom dan dad lah, bukankah kalian berdua yang membuat aku dan kakak" dalfi berbicara dengan santainya.


"Dasar bocah gemblung" alisha ingin sekali melempar sandal yang sudah berada di tangannya ke arah putra-nya,


dengan sigap dalfi pun berlari dan bersembunyi di belakang punggung Diandra, "Ra tolongin ra"


"pria macam apa itu bersembunyi di balik tubuh perempuan" alisha Merasa jengah dengan kelakuan putranya.


Amanda hanya tersenyum, dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku ibu dan anak yang seperti tom and Jerry.


alisha dan amanda kini mulai mengobrol membicarakan hal-hal yang membuat mereka tertawa melupakan masalah yang baru saja terjadi.


kini alisha menatap ke arah putra-nya, melihat akraban antara dalfi dan putri sahabatnya, yang dengan telaten Diandra mengoleskan salep di telinga dalfi yang terluka karena ulahnya.


alisha melihat tatapan penuh cinta di mata diandra kepada dalfi, tiba-tiba muncullah sebuah ide di benak alisha untuk menjodohkan mereka berdua.


bersambung