After Wedding

After Wedding
SS 2 teka-teki



Rania menceritakan semuanya dengan tanpa ada yang di tutup-tutupi dari kayla, termasuk hubungan antara mereka.


"sama seperti mu aku juga merasa sangat terkejut mendengar semua kebenaran ini"


"Lalu siapa ayahku sebenarnya?'' kayla merasa bingung dengan identitas nya sendiri.


"Mana aku tahu" ucap rania sambil mengangkat bahunya.


''tapi ada kemungkinan kita satu ibu namun beda ayah, keren bukan!" rania tersenyum mengejek, rania merasa tidak percaya dengan semua kenyataan ini.


"tapi bagaimana bisa ayahku menghianati paman, bukankah mereka berdua adalah saudara" kayla merasa sangat bingung dengan hidup nya yang penuh dengan teka-teki.


"Entahlah mungkin dengan tes DNA kita akan tahu apa hubungan antara kita, maksudku siapa ayah kita sebenarnya"


kayla menatap rania yang penuh kesungguhan pun mulai tertarik dengan penawarannya mengungkap indentitas mereka, dan kayla juga ingin tahu siapa yang sudah menculik diandra dan mencoba untuk mencelakai keluarga Wijaya.


"Baiklah, lalu dari mana kita memulainya" tanya kayla dengan wajah serius nya.


rania tersenyum smirk lalu memberikan instruksi kepada kayla apa saja yang harusnya ia kerjakan, kayla pun fokus mendengarkan apa yang rania katakan untuk memulai rencana mereka.


"apa kau mengerti?" tanya rania saat ia sudah selesai menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh kayla.


"Aku mengerti"


"Bagus!, sekarang kau pergilah dari apartemen ku" usir rania.


"apa kau mengusir ku?" kayla merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Tentu, karena aku tidak suka jika ada orang lain berada di apartemen ku" ucap rania dengan santainya.


"Kau tidak pernah berubah, kau tetap saja menyebalkan" kayla menghentakkan kakinya sambil berlalu meninggalkan rania di sana.


kayla mendengar teriakkan Rania pun langsung menutup pintunya dengan sangat keras.


brakkk


"Ehh copot copot" rania memegangi dadanya karena terkejut, "Dia itu wanita yang barbar bagai mana cara suaminya menghadapi wanita seperti dia ya saat sedang marah ya?." rania sedikit ngeri melihat tingkah barbar seorang kayla.


"Dasar gadis aneh seenaknya saja dia mengusir ku" kesal kayla sambil terus berjalan meninggalkan apartemen milik Rania.


Kini Kayla berada di taksi yang akan mengantar nya pergi ke rumah mewah tuan roman, untuk mencari suatu petunjuk yang bisa membongkar teka-teki identitas dirinya.


*


Di tempat lain diandra baru sadarkan diri ia memindai seluruh ruangan yang begitu asing baginya, "dimana aku".


Diandra menegang tengkuknya yang terasa sakit dan kepalanya yang sedikit pusing, lalu berdiri menghampiri pintu yang tertutup.


Dengan tubuh yang lemah dan berjalan sedikit sempoyongan akhirnya diandra pun sampai di depan pintu, ia berusaha membuka pintu namun nihil pintu itu terkunci dari luar.


"Aku harus bisa keluar dari tempat ini"


kemudian diandra pun mulai mencari akal untuk bisa keluar dari ruangan itu lalu ia melihat sedikit celah cahaya masuk kedalam ruangan yang gelap itu.


diandra mencari akal untuk bisa membuka jendela yang terkunci dengan tenaga yang tersisa, diandra tetap berusaha membuka paksa sampai akhirnya ia bisa membuka jalan nya untuk melarikan diri dari tempat itu.


"bos wanita itu kabur" teriak salah satu pengawal wanita burka.


Diandra yang mendengar teriakan pengawal itu ia terus berlari tak tentu arah, "Aku harus bisa keluar dari wilayah ini sebelum mereka menangkap ku lagi" gumam diandra yang terus berlari mencari jalan raya untuk menyetop taksi yang akan membawanya ke mansion.