After Wedding

After Wedding
SS 2 perdebatan lagi



Para pengawal wanita burka pun mulai menyebar ke seluruh penjuru tempat itu membuat diandra merasa sangat ketakutan.


dengan cepat diandra pun bersembunyi di balik semak-semak hingga siapapun tidak bisa menemukan nya.


diandra merasakan perih di tangannya, namun ia tidak berani melihatnya ia takut saat melihat darah maka fobianya pada darah akan kambuh dan berakhir dengan penangkapan nya kembali.


lama diandra bersembunyi di balik semak-semak itu sampai tibalah saatnya, ia keluar dari tempat persembunyian nya dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Kenapa rio tidak bisa melacak keberadaan ku " tanya diandra dalam hatinya, dengan perlahan ia pun mulai melihat tangannya lebih tepatnya jadi manis yang terdapat cincin pernikahan nya dengan dalfi.


Betapa terkejutnya Diandra melihat cincin pernikahannya sudah rusak, lalu ia mulai mengingat kembali saat cincin itu tersangkut tanam liar yang menjalar di bangunan tua saat dirinya lari dan bersembunyi dari pengejaran wanita burka.


"Kau memang ceroboh sekali diandra" kini diandra menyalahkan dirinya sendiri.


Dalama gelapnya malam yang dingini ini Diandra berjalan tanpa alas kaki menyusuri jalanan yang sepi, ia tak tahu harus kemana arah nya pergi namun ia berusaha untuk mencari bantuan.


Diandra sudah tak miliki apapun lagi untuk ia gunakan untuk mencari tahu kemana arahnya harus pergi, atau pun mengetahui dimana ia berada saat ini bahkan kini ia pun merasa sangat kehausan dan kelaparan.


*


*


"Sebaiknya setelah ini kita pulang ke mansion saja, untuk beristirahat agar besok kita punya tenaga untuk mencari keberadaan diandra." ucap dalfa.


dalfi merasa sangat kesal dengan perkataan kakaknya, "Kak apa kau itu tidak memikirkan rara, di mana dia bagaimana keadaannya apakah dia baik-baik saja dan kau menyuruhku untuk beristirahat bagaimana bisa! " seru dalfi sambil meletakan sendok dan menghentikan makannya, kini ia sudah tidak berselera lagi dengan makanan yang berada di hadapannya.


"Aku tahu perasaan mu fi, tapi ini demi kesehatan mu juga kita tidak mungkin untuk terus mencari rara tanpa persiapan apapun, tapi kau tenang saja semua para pengawal kita sedang berpencar mencari keberadaan diandra saat ini" ucap dalfa menjelaskan dengan panjang lebar.


"Yang di katakan kak dalfa ada benarnya, kita tidak mungkin bisa mencari keberadaan kakakku dengan tangan kosong saja, gunakan otak mu dan pikirkan bagaimana cara untuk menemukan kakakku jangan terus mengomel saja seperti nenek gayung" sindir rio yang masih merasa sangat kesal pada kakak iparnya itu, karena terus saja mengomel dan mengajaknya berdebat.


"Diam kau! aku tidak butuh penjelasan apapun dari mu" bentak dalfi.


dan kini kedua pria itu pun terlibat perdebatan mereka kembali, dalfa menarik rambutnya karena frustasi dan menggebrak meja, "Diaaammmm.... kalian berdua" teriak dalfa penuh emosi.


kini tiga pria tampan itu pun menjadi bahan tontonan menarik bagi pengunjung a5arung makan itu, dalfa langsung berdiri dari duduknya dan membayar makanan yang mereka makan, "kembaliannya ambil saja" ucap dalfa pada pemilik warung, pemilik warung pun tersenyum melihat tiga lembar uang merah di tangannya.


dalfa masuk kedalam mobilnya dan membunyikan klakson beberapa kali, untuk menyadarkan dua pria yang masih saling menatap tajam satu sama lainnya.