
Di ruangan kantor dalfa terduduk lemas di kursi kerjanya sedangkan wanita cantik yang berada di sampingnya hanya diam tak bergeming, lama mereka diam dalam keheningan akhirnya sesilia pun membuka suaranya.
"harusnya kau tidak berbuat sekejam itu pada istrimu sendiri, aku tahu kau sangat mencintai istri mu" sesilia melihat betapa rapuhnya dalfa saat ini.
"Diamlah kau tidak tahu apapun tentang kehidupan ku dan ya kau tidak perlu banyak mengomentari tentang hubungan pernikahan antara aku dan dia, cukup diam dan lakukan apa yang sudah aku perintahkan padamu." ucap dalfa dengan penuh penekanan.
"Hmmm.. baiklah terserah apa mau mu sekarang aku pergi jangan lupa tanda tangani juga surat cerai yang sudah di tanda tangani istri mu itu" sesilia terseyum meledek sambil berjalan membawa tas nya pergi.
Mendengar perkataan sesilia dalfa pun kembali melihat kertas yang berada di hadapannya, lalu mengambilnya dan sedikit meremas keras tersebut.
"Mungkin inilah jalan yang terbaik untuk kita aku tidak ingin melihat keluarga ku begitu terluka karena keserakahan mu"
*
*
di tempat lain kayla sedang menelepon Rania namun ia tak kunjung mengangkat panggilan dari nya, "Kemana dia kenpa dia tidak mengangkat panggilan ku"
karena lama menunggu panggilan yang tak kunjung tersambung Kayla pun langsung bergegas pergi ke rumah mendiang ayahnya, ia akan mencari suatu petunjuk yang bisa menemukan keberadaan nyonya Anita yang sedang bersembunyi darinya saat ini.
"Aku harus cepat menemukan keberadaan mereka dan menghentikan keserakahan mereka"
kayla menaiki taksi dan langsung menuju kediaman mendiang ayahnya jarak antara perusahaan dengan rumah itu seakan begitu sangat jauh hingga kayla tak sabar untuk segera sampai di sana, "tolong lebih cepat sedikit pak"
setelah beberapa saat kemudian akhirnya ia pun sampai di ruamah tersebut kayla menatap rumah itu dengan penuh kesedihan, ''Ayah andai kau masih ada di sini dan tahu siapa aku sebenarnya apa yang akan ayah lakukan saat ini'' butiran bening pun kini mulai menetes di pipi mulus Kayla.
"sudahlah ini bukan waktunya untuk bersedih" ucap kayla menghapus air matanya dan berjalan memasuki rumah mewah yang begitu sepi itu.
kayla mulai menggeledah isi lemari tuan roman namun ia tidak menemukan apapun, "sepertinya aku harus mencari nya ke tempat lain'' gumam kayla.
kayla pun mulai memeriksa kamar yang lain di sana terdapat beberapa helai baju pria, "baju ini seperti yang selalu Ayah pakai saat mengantarku ke sekolah dulu" kayla mengingat kembali masa-masa indahnya dulu.
Namun kemudian ia tersenyum miris mengingat semua kasih sayang yang ayahnya berikan padanya hanyala sebuah kepalsuan.
kayla membuka lemari besar yang berada di kamar itu dan menemukan beberapa berkas dengan nama perusahaan yang pernah berbuat curang dengan perusahaan tuan roman, kayla memeriksa satu persatu berkas tersebut dan memotretnya agar mudah untuk di lihat nanti.
setelah menemukan beberapa petunjuk kayla pun langsung pergi dari rumah itu menuju apartemen milik riana, " kau baru pulang kay" tanya riana saat kayla baru sampai di apartemen itu.
"iya ada yang harus aku kerjakan sekarang" kayla langsung membuka laptopnya dan mulai memainkan jarinya di sana.
karena saat penasaran Rania pun mengikuti kayla dan melihat apa yang sedang kayla kerjakan.
"ketemu!" seru kayla Merasa sangat puas dengan hasil kerja keras nya.
bersambung..