After Wedding

After Wedding
lamaran nita



Hari-hari berlalulu begitu cepat, siang ini setelah makan aku sama mas Rendy sedang santai diteras samping.


Disini nyaman banget suasananya adem semilir jadi ngerasa ngantuk apalagi mas rendy mengusap-ngusap perut buncitku, saat tengah asik menikmati suasana tiba-tiba ponsel mas Rendy berdering.


Segera mas Rendy melihat si pemanggil lalu mengangkatnya."ya halo."ucap mas Rendy ketika panggilan sudah terhubung.


"Ya kabari saja kapan harinya. Rendy usahakan pulang yah,"jawab mas Rendy lagi, aku langsung bisa menebak kalo yang menghubungi adalah orang tuanya.


"Ya yah, yasudah kalo gtu."jawab mas Rendy diahir sambungan telpon.


"Ada apa mas?"tanyaku penasaran.


"Nita mau lamaran yang, mungkin ahir bulan ini. nanti ayah kasih kabar lagi."jawab mas Rendy


"Lamaran dengan siapa memang mas, sama yang dulu itu"ucapku. setau aku Nita cuman dekat sama Fero dan itupun dulu gak disetujui sama ayah ibu tapi kok sekarang tiba-tiba saja lamaran.


"Ya iya Fero sama siapa lagi memang?"mas Rendy malah balik tanya sama aku.


"Iya maksutku kan dulu itu ayah gak setuju, kok sekarang tiba-tiba lamaran gitu lo mas."ucapku.


"Biar ajalah yang dia udah dewasa udah tau mana yang terbaik untuk dirinya. nanti kalo Nita lamaran mas mau pulang walau pun hanya satu hari saja."ucap mas Rendy sambil memijit kakiku.


"Ya mas pulang aja, masa iya adeknya lamarana gak nungguin,"jawabku singkat, sebenarnya aku malas ditinggal mas Rendy apalagi ini lahiranku hanya tinggal menghitung hari saja. tapi ya mau bagaimana lagi namanya juga adiknya.


"Janji cuman satu malam saja yang, gak enak kalo aku gak pulang sedangkan aku sama Nita cuman dua persaudara."ucap mas Rendy lembut sambil tetap memijat kakiku lembut.


"Iya mas iya. bukanya aku juga tidak melarang mas Rendy kesana. nanti aku bilang sama ibu biar dicarikan udang sama ikan buat oleh-olehnya,"jawabku pelan.


"Gausah la yang ngerepotin banget, kalo pulang kesana juga selalu dibawain oleh-oleh,"ucap mas Rendy.


Memang benar jika mas Rendy pulang kerumah orang tuanya tidak lupa membawa oleh-oleh. tapi kalo mas Rendy yang kesini gak pernah bawa apa-apa, begitulah mertuaku.


"Gak apa-apa mas, biar nanti bisa buat lauk makan yang bantu-bantu masak. nanti bawanya banyak biar bisa dipakai ngasih makan tamu besan,"jawabku, sengaja aku bicara seperti itu ke masa Rendy biar dia sadar diri kalo orangnya pelit.


"Yasudah terserah kamu yang, asal gak ngerepotin aja,"ucap mas Rendy. sama persis kaya orang tuanya yang gak pernah punya rasa sungkan.


"Hm aku mau masuk kedalam dulu mas, mau ngasih tau ibu."ucapku seraya berdiri lalu segera masuk kedalam rumah untuk ngobrol sama ibu.


...ΩΩΩ...


Sampai didalam rumah kulihat ayah serta ibu sedang menonton siaran berita ditv, segera kudekati ibu lalu berbaring disebelahnya."bu nita mau lamaran mungkin mas Rendy mau pulang satu hari. nanti minta tolong carikan udang sama ikan ya bu,"ucapku seraya memijat lembut kepala ibu, rambutnya yang dulu hitam legam sekarang udah banyak ditumbuhi uban nakal.


"Acara apa to bu?"tanya ayah penasaran


"Itu yah si Nita mau lamaran, nanti bawain udang sama ikan saja kalo Rendy mau pulang."jawab ibu sambil mendudukan tubuhnya.


"La memang kapan acaranya?"tanya ayah dengan badan sudah berbalik kembali menatap layar tv.


"Nanti dikabarin lagi yah kapan pasti acaranya,"jawabku pelan.


"Ros memang Nita mau lamaran sama siapa, apa yang dulu pernah kamu ceritain itu?"tanya ibu penasaran. dulu aku memang sempat cerita tentang Nita yang gak boleh berhubungan sama Fero jadi ibu sudah tau.


"Iya bu sama si Fero.tapi mungkin sudah jodoh ya bu walau orang tuanya nentang tetap saja jadi,"jawabku sambil melirik sekilas kearah tv.


"Iya Ros benar.sekali lagi namanya jodoh dari yang maha kuasa itu gak akan ada yang bisa memisahkan. kita memang punya rencana punya keinginan tapi semuanya kembali lagi sama yang maha kuasa,"ucap ibu panjang lebar seraya memijat kakiku pelan.


"iya bu betul banget, lagian kalo sekarang belum mapan mungkin saja nanti setelah nikah bisa jadi lancar rejekinya, namanya roda kehidupan berputar ya bu,"jawabku tak kalah panjang dari ucapan ibu. tak lama mas Rendy sudah masuk kedalam kamar, mungkin saja mau tidur mengingat jam sudah menunjukan hamir setengah dua.


"Tuh Rendy sudah masuk kamar, cepat temain dia. jangan sampai dia kesepian gara-gara kamu sedang ngobrol sama ibu."ucap ibu sambil tersenyum kearahku.


"Hahaha ibu ini ada saja lagian cuman sini situ saja. mas Rendy gak selebay itu ibu,"jawabku sambil tertawa keras


"Iya tapi sebaiknya kamu temani saja Rendy, siapa tau Rendy sedang butuh sesuatu. kalo ada kamu kan enak tinggal minta tolong saja." ucap ibu sambil membatuku bangun dari pembaringan.


semenjak usia kehamilan sudah menginjak tua, aku tidak lagi bebas bergerak semuanya serba terbatas.


"Iya bu, yasudah aku mau masuk kedalam kamar dulu ya,"pamitku pada ibu dan setelah mendapat jawaban dari ibu aku segera berlalu masuk kedalam kamar


sampai dikamar mas Rendy tengah tiduran sampbil memainkan ponsel."tidur sini yang udah siang ini, lagian abis makan jadi enaknya tidur yang,"ucap ams Rendy sambil tersenyum. segera ku dekatkan tubuhku lalu segera naik keatas ranjang.


"Mas apa ayah sudah kasih kabar, kapan tepatnya acara lamaran itu?"tanyaku seraya memiringkan tubuhku lalu mengecup bibir mas Rendy sekilaas.


"Belum tau sayang, nanti kalo sudah tau kan dikabarin. memang kamu udah bilang sama ayah ibu?"tanya ms Rendy seraya memberikan remasan-remasan lembut di buah dadaku.


"Sudah mas, tadi aku langsung ngobrol masalah Nita mau lamaran dan juga tentang ikan sama udang. ayah sama ibu malah gak keberatan sma sekaki, justru tidak enak kalo sampai kesana gak bawa apa-apa,"jawabku panjang lebar.


"yasudah sebaiknya kita tidur siang saja yang, perutnya kenyang matanya langsung mulai mengantuk." ajak mas Rendy seraya mengelus punggungku.


Cukup lama aku tak juga tertidur, justru mas Rendy yang sudah melayang. berbagai posisi nyaman sudah kucoba, namun tetap saja aku belum bisa terlelap.


Hingga sudah menjelang sore aku bisa tidur, entah jam berapa tepatnya yang jelas aku sudah sangat mengantuk meskipun sudah menjelang sore tapi aku ingin walapun hanya sebentar tetap harus tidur siang.