After Wedding

After Wedding
SS 2 Rara hilang 2



Setelah menunggu beberapa menit akhirnya mobil yang di tumpangi orang tua mereka pun sudah memasuki halaman Mansion.


dengan cepat dalfi pun mulai menghampiri mobil itu, "Dad dimana rara" tanya dalfi sambil berlari menghampiri nya dab memindai ke dalam mobil daddy-nya.


"Rara hilang, kita sedang berusaha mencari nya"


"Rara nggak mungkin hilang!, dia sudah besar dan bukan anak-anak lagi bagaimana bisa hilang" teriak dalfi pada Daddy nya.


"Sudahlah dalfi lebih baik kita mencari semua informasi untuk bisa menemukan rara secepatnya, karena bertengkar bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah" ucap mom alisha Dengan air mata yang masih menetes di pipinya.


mendengar perkataan lembut dari mom alisha barulah dalfi menurut dan diam mengikuti langkah dad sean di belakangnya.


kayla menenangkan dua ibu yang berada di hadapannya, "mom, Tante sebaiknya kalian istirahat saja ya, aku yakin diandra pasti baik-baik saja."


"apa kau pikir aku kami beristirahat dengan tenang sedangkan diandra entah berada dimana saat ini" tanpa sadar alisha sudah membentak menantunya.


deghh


tak terasa air mata kayla pun menetes di pipinya mendengar perkataan keras yang di lontarkan oleh mom alisha.


sedangkan Amanda hanya diam saja tanpa ingin mengatakan apapun karena jiwa nya seperti ikut hilang bersama dengan putrinya.


"maaf" Kayla menundukkan kepalanya sambil sedikit terisak, lalu meninggalkan ruangan itu.


setelah melihat menantu nya pergi barulah alisha menyadari kesalahannya, "Apa aku terlalu keras pada nya" gumam Alisha.


di ruang kerja Sean semua para pria sedang berkumpul untuk mengumpulkan semua informasi tentang hilangnya diandra, dalfi mulai membuka satu persatu rekaman Cctv yang berada di pusat perbelanjaan itu.


Dalfi menghela nafas panjang sambil terus mengutak-atik komputer nya, "Belum pa"


"Tunggu siapa wanitaku yang sedang berbicara dengan rara " dalfa menunjukkan rekaman Cctv yang memperlihatkan Rania dan diandra yang sedang berdebat di sebuah toko.


"Dia kan rania" dalfi sedikit terkejut melihat rania bersama dengan istrinya.


"Apa kau mengenalnya fi" tanya sean yang merasa sangat penasaran dengan siapa sosok wanita yang di panggil Rania itu.


"Dia lah mantan kekasihku, tapi aku tidak tahu apa rara mengenalnya atau tidak" ucap dalfi jujur.


"Tapi disini seperti nya mereka tidak sedekat itu, disini terlihat perempuan yang bernama rania itu mengambil drees yang akan di ambil oleh rara" dalfa kembali menimpali.


"tunggu! siapa wanita yang memakai burka hitam ini gerak geriknya sangat mencurigakan" davin memperlihatkan rekaman Cctv lainnya.


sean pun langsung melihat ke arah rekaman Cctv yang davin perlihatkan padanya.


"ya dia adalah orang yang membawa sniper yang di sembunyikan di balik gaun yang menutupi nya." ucap Sean.


"Zoom untuk lihat wajahnya"


"percuma saja dad dia memakai burka lengkap dengan penutup wajah, kita tidak tahu di balik burka itu seorang wanita atau pria yang harus kita tahu apa tujuan nya, dan yang paling utama adalah menemukan istriku" ucap dalfi menimpali.


"Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga apa kau lupa dengan cincin pernikahan mu" ucap rio mengingatkan akan sesuatu yang mereka lupakan, walaupun rio hanya menjadi penonton sedari tadi namun rio adalah sang jenius handal yang mampu di andalkan.


kini mereka semua yang berada di sana pun menatap pada Rio yang duduk dengan santai nya, karena di antara mereka hanya rio lah yang bersikap lebih tenang saat.