After Wedding

After Wedding
SS 2 Tes DNA



Rasa lelah yang diandra rasakan seketika hilang saat melihat mobip pick-up muatan sayuran akan melintas dengan cepat ia melambaikan tangannya menyetop mobil itu.


"Aduh neng, ngagetin aja gimana kalau sampai tertabrak tadi bisa-bisa saya masuk penjara" teriak sopir pick-up.


"pak tolong saya bawa dari sini saya di culik seseorang pak" diandra memohon pada sopir itu.


"Yang benar saja neng, mana ada atuh penculik jaman sekarang!" sang sopir Merasa tak percaya dengan yang diandra katakan.


"saya tidak bohong pak, tolong saya"


sang sopir pun memindai seluruh tubuh diandra melihat betapa lusuhnya wanita yang berada di hadapannya itu, hingga ia pun merasa sangat kasihan melihat penampilan nya yang begitu acak-acakan.


"Kamu beneran korban penculikan?" tanya sopir itu lagi.


Diandra langsung mengiyakan dengan cepat, "tolong pak bawa saya ke kota" mohon diandra.


"Baiklah ayo cepat naik, tapi saya hanya bisa mengantarkan kamu sampai di pasar tradisional saja setelah itu terserah kamu mau kemana pun.


"terimakasih pak" Diandra merasa sangat senang dan langsung masuk ke dalam mobil itu.


"ini minumlah neng, saya tahu kamu pasti haus dan lapar kan ini ada roti juga makanlah, tenang saja ini aman" sopir itu menyodorkan air mineral dan roti pada Diandra.


dengan ragu-ragu diandra pun mengambilnya, ia juga tidak bisa menolaknya karena dua hari sudah berlalu diandra belum makan atau minum apapun.


"terimakasih pak"


"sama-sama minumlah tidak usah sungkan" lalu sopir itu pun langsung mengendarai mobil nya kembali menuju ke kota.


*


Di tempat lain Kayla sedang mencari sesuatu di kamar tuan roman, "aku harus mendapatkan rambut atau apapun yang berhubungan langsung dengan paman"


Kayla membuka laci pamannya dan menemukan sisir dengan beberapa helai rambut yang masih menempel disana, "Akhirnya aku mendapatkan nya" kayla bersorak kegirangan, lalu mulai mengambil rambut itu dan memasukan nya ke dalam plastik.


tiba-tiba saja kayla seperti melihat seseorang yang melintas di belakang nya, kayla langsung berbalik dan memeriksa ruangan itu tidak ada siapapun di sana.


"seperti nya aku sedang berhalusinasi" gamam kayla.


karena tugasnya sudah selesai dan ia mendapat kan apa yang ia cari, kayla pun bergegas meninggalkan rumah mendiang tuan roman dan langsung bergegas ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA.


dengan menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya kayla sampai di rumah sakit, "permisi saya mau bertemu dengan dokter amir" ucap kayla pada resepsionis.


"Apa anda sudah membuat janji dengan beliau'' tanya resepsionis dengan ramah.


"Sudah mbak, atas nama Mikayla Anindita"


"Baik saya cek dulu, Atas nama Mikayla Anindita anda sudah di tunggu di ruangan dokter Amir silahkan langsung masuk ke ruangannya dari sini lurus belok kiri"


"terimakasih mbak" kayla pun berjalan sesuai instruksi dari staf resepsionis .


Kini kayla sudah sampai di ruangan dokter Amir dan berhadapan langsung dengan seorang dokter paruh baya, ''Apa benar kau akan melakukan tes DNA ini" tanya dokter Amir.


"Benar dokter semua persyaratan nya sudah saya penuhi" kayla menyodorkan tiga plastik yang berisi kan rambut tuan roman dengan rambut milik riana dan plastik lainnya berisikan rambutnya sendiri.