After Wedding

After Wedding
kembali terulang



Dua hari sudah usia Ryu hari ini, selama itu pula ibu mertua tinggal disini. kalo ayah serta Nita hanya menginap karna harus mengajar, sedangkan ibu menunggu sampai acara aqiqah.


Begitu pula bi Sari serta om Budi menginap dari aku lahiran sampai hari ini, rencananya besok acara aqiqah Ryu. semuanya sedang dirundingkan bersama.


Aku ibuku serta ibu mertua sedang ngobrol dikamar sembari ibuku memangku Ryu."Sebaiknya tidak perlu aqiqah bu, soalnya saya mau ada perlu lain setelah ini. Nita mau wisuda."ucap ibu mertuaku.


"Sekalian aja bu, toh gak terlalu banyak juga habisny."jawab ibu


Aku bisa melihat raut kekecewaan dari wajah ibuku. aku pribadi pun sama kecewanya dengan ibu, kok bisa bicara seperti itu.


"Nanti saja bu pas bareng Ryu disunat."ucap ibu mertua santai.


"Yaudah nanti diobrolin lagi bu,"jawab ibu pelan.


Pelit sekali ya ibu mertuaku ini, ingin rasanya kucakar-cakar mukanya itu jika tidak mengingat mas Rendy.


"Biasanya kalo disini sayuranya dari mana bu?"tanya ibu mertuaku.


"Beli bu."jawab ibuku singkat.


"Kemarin ada dirumah daun singkong. mau dibawa tapi buru-buru berangkatnya bu,"ucap bu Sita santai.


"Gausah repot bu. beli disini gak mahal kok,"jawab ibuku.


Perlu kalian tahu ya mertuaku jauh-jauh datang kesini untuk menemani cucunya cuman bawa kripik pisang satu toples. katanya untuk cemilan, yallah alangkah nemennya ibu.


Para bibiku yang tau apa yang dibawa ibu mertua hanya tersenyum tipis, bukanya kami sombong tapi kok kayaknya gak pantas gitu lo


Tak lama ibu mertua keluar dari kamar mau makan malam pamitnya ibu segera mendekatiku." Ros mertuamu sangat pelit banget yaallah."ucap ibu sambil terus mencium Ryu.


"Biar aja bu. aku masih ada uang cukup kalo untuk bantu aqiqah Ryu,"jawabku pelan.


Jujur saja aku gak enak sama ibuku, mengingat acara seperti itu gak cukup uang sedikit. apalagi ini cucu laki-laki pertama.


Ibu bukan gak mampu membiayai semua, namanya cucu bersama jadi semua harus dirundingkan, tapi jawabnya justru mengecewakan.


"Sudah bu gak apa-apa, nanti aku ngomong lagi sama mas Rendy."jawabku tenang.


"Iya Ros. ibu mau makan dulu ya sebentar,"pamit ibu sambil berlalu dari kamarku.


Aku masih gak habis pikir sama ibu mertuaku, baru saja kemarin siang rundingan tentang aqiqah dan semua setuju termasuk ayah mertua.


Tapi sekarang justru berubah pikiran dengan alasan Nita mau wisudan, padahal aqiqah gak mungkin mau ngabisin uang sepuluh juta.


Tak lama mas Rendy masuk kekamar langsung duduk disebelah Ryu."Sudah makan mas?"tanyaku pelan.


"Sudah, kamu mau makan lagi?"tanya mas Rendy.


"Enggak mas. tadi ibu bilang katanya gak mau diajak aqiqah Ryu,"ucapku.


"Kalo gak mau yaudah gausah aqiqah."jawab mas Rendy santai.


Sama aja ini sama ibunya, dasar laki-laki gak punya pendirian. jauh-jauh hari sudah sepakat langsung aqiqah sekarang berubah pikiran pula.


"Maksutnya gimana mas? dari dulu kan sudah sepakat langsung aqiqah kok sekarang berubah?"tanyaku pada mas Rendy.


"Ya terus mau gimana Ros?"malah justru bertanya.


"Maksut kamu apa si Ros? iya si orang tua kamu bisa nyukupin semuanya,"ucap mas Rendy suaranya sedikit keras.


"Lalu harus gimana mas? ibumu sendri bilang mau ada pelu Nita mau wisuda makanya gak mau diajak aqiqah Ryu."jawabku tak kalah keras.


Mas Rendy diam, tidak lagi menjawab ucapanku."Tidak apa-apa mas jika orang tua kamu keberatan. kita masih punya uang jadi bisa bantu-bantu ibu untuk belanja,"jawabku lali ini suaraku sudah santai lagi.


"Terserah."jawab mas Rendy sambil meninggalkan ku.


Dasar egois bukanya menyadari kalo orang tuanya pelit, malah justru marah sama aku. diakan suamiku wajar dong kalo ada apa-apa aku ngomong sama mas Rendy.


Diajak ngomong gampang salah paham tapi gak diajak ngomong justru tersinggung, serba salah kalo gini mas Rendy sama sekali gak dewasa malah kekanak-kanakan dikit-dikit marah gak jelas.


...ΩΩΩ...


Jam dua pagi aku dibangunin mas Rendy untuk menyusui Ryu. tapi sampai hari ini Ryu masih saja belum mau asi langsung dari aku.


Jadi untuk menanggulanginya aku pumping duly baru dimasukan kebotol setelahnya baru Ryu mau minum asi, Ryu juga masih minum susu formula sebagai pendamping asi ekslusiv.


"Ada apa mas?"tanyaku dengan mata masih terbuka sedikit


"Pumping dulu nanti kalo Ryu bangun biar sudah punya asi."jawab mas Rendy.


Segera kududukan badan lalu mengambil alat pumping, dan mulai pumping asi. kalo boleh jujur aku ngantuk sekali rasanya tapi mau bagaimana lagi udah kewajiban.


Kalo menuruti ibu mertua Ryu gak boleh dikasih dot biar haus nanti kalo haus kan mau nyusu langsung dari aku. tapi sayangnya bukanya mau nyusu, Ryu justru mengamuk kehausan.


Kurang lebih satu jam aku pumping, lumayan dapat satu botol penuh tapi ukuran kecil. pas setelah selesei pumping Ryu mulai otak atik.


"Apa nak, Ryu haus ya?"tanyaku sama Ryu meskipun tidak mendapat jawaban.


"Ini num dulu sayang."ucapku lagi seraya memasukan dot kemulut Ryu.


Dengan cepat Ryu langsung mengenyut dot kuat, hingga hanya hitungan detik saja sudah hampir habis. kulihat mata Ryu juga sudah terpejam dan kembali tenang.


Setelah Ryu tertidur pulas aku kembali merebahkan tubuhku diatas ranjang. kutengok mas Rendy sudah tertidur disamping Ryu.


Sedangkan ibu mertua tidur dibawah dengan memakai alas matras, kelahiran Ryu sangat membawa kebahagiaan untuk semua orang.


Sudah berjam-jam aku mencoba memejamkan mata tapi tak kunjung telelap. ahirnya kuambil ponsel diatas nakas.


Kubuka aplikasi novel online yang sering kubaca, aku pribadi sedari gadis aku hobi sekali membaca novel onlin untuk menghilangkan kejenuhan.


Baru saja beberapa menit Ryu sudah kembali otak atik lalu tak lama terdengar suara kentut kencang sampai mas Rendy terbangun.


"Ada apa anak ayah?"tanya mas Rendy seraya mendudukan tubuhnya.


"Kayaknya Ryu eek mas,"jawabku.


"Coba kulihat dulu."jawab mas Rendy. dengan gerakan pelan mas Rendy perlahan membuka diapers Ryu, dan ya benar Ryu eek.


Aku pribadi masih takut melakukan banyak gerakan, mengingat luka jahitan dijalan lahirku lumayan. bidan Fitri pun sudah berpesan jika aku harus mengurangi pergerakan sementara waktu sampai jahitan benar-benar sembuh.


Dengan telaten mas Rendy mengganti diapers Ryu lalu memakaikan yang baru. tak lupa membalur tubuh Ryu dengan minyak telon supaya hangat.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung tertidur pulas setelah diganti diapers. akupun kembali membaringkan tubuh dan kembali memejamkan mata berharap bisa langsung terlelap.