
Diandra pun langsung membuka matanya dan mengusap keningnya yang terasa sakit, dan melihat dalfi mengambil ponsel yang berada di belakangnya.
Diandra merasa sedikit malu karena salah mengira ia pikir dalfi akan mencium nya, diandra pun langsung menyembunyikan wajahnya.
ingin sekali ia mengganli lubang yang dalam untuk menyembunyikan wajahnya saat ini.
sedangkan dalfi hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya, lalu meninggalkan diandra disana.
" ya ampun rara ini sangat memalukan sekali" diandra merutuki kebodohan nya sendiri.
*
sedangkan di tempat lain seorang wanita paruh baya sedang meringis kesakitan karena cambukan yang di berikan oleh seorang pria yang berada di hadapannya.
ia mendapat hukuman karena kebodohan wanita itu yang sudah gagal mendapatkan apa yang ia inginkan.
wanita itu sudah merasa sangat lemah dan terdapat banyak lebam di tubuhnya, namun si pria tetap mencambuk nya secara kejam.
"Aku mohon hentikan" teriak wanita itu kesakitan.
"Apa kau sakit, ini adalah harga yang harus kau bayar atas kerugian yang sudah aku alami akibat ulah mu"
"Aku mohon maafkan aku" wanita itu terus berteriak memohon pada pria itu, namun seakan tuli pria itu terus mencambuk si wanita dengan penuh amarah.
karena wanita itu terus berteriak si pria pun mulai menghentikan aksinya, dan menekuk lutut nya untuk berhadapan langsung dengan wanita yang sudah ia cambuk.
"Tidak jangan lakukan itu padanya dia tidak tahu apapun tentang kita, dan ingatlah bahwa dia juga putri mu aku mohon jangan pernah melibatkan dia dengan masalah kita" wanita paruh baya itu bersujud di kaki sang pria yang terlihat sangat arogan.
"Dengarkan baik-baik kali ini aku akan mengampuni mu tapi tidak untuk lain kali, aku tidak mau tahu kau harus segera mendapatkan perusahaan itu untuk ku apapun yang terjadi.
setelah mengatakan hal itu sang pria langsung pergi begitu saja meninggalkan wanita, yang sudah terbaring lemah di lantai dengan luka lebam dan beberapa luka lain di tubuhnya.
"Kayla Dalfa Adiwijaya kau sudah sudah membuatku seperti ini, maka Tunggulah pembalasan ku pada mu Aku akan menghancurkan mu dan seluruh keluarga Wijaya"
dengan sorotata ya tajam penuh api dendam kemarahan wanita itu bangkit dengan langkah tertatih.
lalu mengobati luka yang di berikan oleh pria yang dia cintai, wanita itu rela berkorban apapun demi untuk terus bersama dengan pria itu.
meskipun pria itu sering marah dan memukuli nya dengan sangat kejam, namun wanita itu tidak pernah ada niatan untuk pergi jauh dari nya.
Aku harus mengumpulkan strategi yang baru agar aku bisa dengan mudah mendapatkan kembali perusahaan itu, Dan memberikan semuanya pada mr j, agar mr j senang dengan itu aku bisa merebut hatinya kembali seperti dulu.
Wanita itu kini tersenyum smirk karena sudah mendapatkan rencana barunya untuk merebut kembali apa yang sudah lepas dari tangan nya.
lalu wanita itu mengambil handphone miliknya dan menelpon seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai instruksi nya.
"lakukan semuanya dengan hati-hati, ikuti saja apa yang aku perintahkan pada mu" ucap nya di akhir telepon.