
"ternyata mereka berada di sana" tunjuk davin melihat para wanita dari keluarga mereka sedang asyik mencicipi kue.
"Ayo kita kesana" ajak davin pada Sean yang sedang sibuk dengan ponselnya.
Sean mengikuti davin di belakangnya namun ia melihat Titik merah yang mengarah pada istri nya, lalu sean melihat dari mana asal Titik Merah itu.
"sial, davin cepat lindungi mereka"
tak hanya Sean davin pun melihat nya, dengan cepat mereka berdua pun berlari menghampiri istri mereka.
"Minggir" dengan cepat davin mendorong alisha dan istrinya menjauh dari tempat itu.
Dorr..
setelah mendengar suara tembakan semua yang berada di tempat itu langsung berhamburan keluar, dan seorang yang menutupi wajahnya pun ikut keluar dengan santainya.
"Sayang kamu tidak apa-apa" sean langsung menghampiri istrinya.
alisha dan Amanda menutupi telinganya, mereka merasa sangat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
"Aku baik-baik saja mas" jawab alisha tidak masih sedikit syok.
"sebaiknya kita pergi sekarang tidak aman jika terus berada di sini" ajak davin.
"Baiklah, tunggu! dimana rara?" Amanda baru menyadari putrinya sudah tidak berada bersama mereka.
kini mereka semua pun mulai panik dan mencari keberadaan diandra, "dimana putri ku mas" Amanda sangat panik saat mengetahui putrinya tidak bersama dengan mereka.
"tenanglah rara pasti baik-baik saja" davin mencoba menenangkan istri nya, walaupun dia sendiri merasa sangat cemas dan khawatir.
"cepat kalian cari Diandra sampai ketemu, dan periksa semua cctv yang berada di sini" teriak Sean dengan lantang kepada para bodyguard nya.
"Lebih baik sekarang kita pulang terlebih dahulu untuk membicarakan tentang semua kekacauan ini, karena ini masalah yang sangat serius" ajak davin.
"tapi mas bagaimana dengan putri kita" tanya Amanda dengan penuh kecemasan.
"Kau tenang saja putri kita akan baik-baik saja"
Dan akhirnya mereka semua pun pulang ke mansion utama, di mansion kayla dalfa dan dalfi pun sudah menunggu kedatangan orang tua mereka.
Awalnya dalfi akan pergi ke tempat kejadian setelah mendapat panggilan dari dad sean, namun sean menyuruhnya untuk tetap di rumah dan menunggu kedatangan mereka.
dalfi Merasa sangat menyesal tidak ikut bersama dengan istri dan mommy nya pergi ke pusat perbelanjaan itu.
namun nasi sudah menjadi bubur semua sudah terlambat menyesal pun sudah tiada guna semua sudah terjadi, kini dalfi hanya bisa berdoa semoga semuanya baik-baik saja dan semoga istrinya di temukan dengan keadaan selamat.
"Dalfi tenanglah, kita tunggu dad kembali baru kita bicarakan masalah ini." dalfa Mencoba menenangkan adiknya.
"Bagai mana bisa tenang kak yang hilang itu istri ku, bagai mana jika dia di lukai oleh orang-orang itu" teriak dalfi penuh amarah dan kesedihan.
"Aku tahu aku mengerti apa yang sedang kau rasakan saat ini"
"Tidak! kau tidak mengerti apapun kak, jika kau mengerti kau tidak akan mencegah ku untuk mencari rara" ucap dalfi masih dengan nada tinggi nya.
Dalfa pun tidak berbicara apapun lagi, karena percuma saja ia berbicara karena adik kembarnya kini sedang berada dalam hati yang tidak baik-baik saja.
sedangkan kayla hanya diam dan menjadi penengah di antara saudara kembar itu.
"Sudahlah kita tunggu mom dan dad saja baru kita akan tahu apa yang sedang terjadi saat ini, dan mengapa diandra bisa hilang"
bersambung .