
Alisha merasa bahagia dengan keputusan yang di ambil oleh putra-nya, dengan penuh semangat Alisha langsung meminta untuk pulang, ia ingin mempersiapkan Acara lamaran putranya dalfi.
meskipun Sean sudah meminta nya untuk tetap istirahat dan menjalankan perawatan, namun alisha menolaknya dan tetap memaksa ingin pulang dan mempersiapkan Acara lamaran yang sudah di janjikan kepada sahabatnya.
walau sean masih merasa khawatir akan kesehatan istrinya, sean tetap menuruti keinginan alisha namun sean memberikan syarat agar alisha tidak melakukan apapun yang membuat nya kelelahan.
Alisha pun mengiyakan syarat yang di buat suaminya, alisha tetap melakukan apapun sesuai keinginannya, dan dengan pasrah sean pun menemani istrinya menyiapkan semua keperluan untuk acara lamaran malam nanti.
"Gimana mas apa sudah selesai semuanya" dengan lihai tangan alisha membungkus kado-kado untuk calon menantu pilihan nya.
"Sudah sayang" sean memeriksa barang-barang yang akan di bawanya nanti sudah tersusun rapi.
"Lalu dimana dalfi" alisha memindai seluruh ruangan namun tidak menemukan putranya.
"Aku disini mom" dalfi berjalan dari luar mansion.
"Kamu dari mana fi, kok mom tidak lihat saat kamu pergi?" alisha menatap dalfi dengan penuh tanya.
"Bukankah mom sendiri yang menyuruh ku pergi bersama kakak, untuk mengambil jas ini" dalfi memperlihatkan isi paper bag yang berada di tangannya.
alisha tersenyum kikuk lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Maaf mom lupa fi"
dalfi mengembuskan napasnya, "Yasudahlah aku akan mengganti pakaian dulu." dalfi meninggalkan mommy nya untuk berganti pakaian, namun langkahnya terhenti saat alisha kembali memanggilnya.
"fi tunggu"
"Iya ada apa mom?" dalfi menghentikan langkah nya dan berbalik kembali menatap mommy-nya.
"Dimana kakak mu!" alisha bertanya karena ia tidak melihat putranya dalfa bersama dengan dalfi.
"Kakak pergi ke kantor, ada masalah urgent yang harus di kerjakan, tapi kakak akan datang sebelum acaranya di mulai" ucapan dalfi membuat alisha merasa tenang.
"apa ada yang serius fi?" sean pun ikut bertanya kepada putranya.
mendengar perkataan putranya sean pun bernafas lega, dan kembali melanjutkan tugas membantu istrinya.
...----------------...
Setelah melakukan panggilan telepon Rio berjalan dengan cepat, melewati para pelayan yang sedang sibuk menghias rumah mereka untuk acara lamaran kakaknya malam nanti.
Amanda Merasa heran melihat putra nya keluar dengan sedikit tergesa-gesa, "Rio, kamu mau pergi kemana nak?" teriak Amanda memanggil anaknya.
"Rio ada meeting mendadak ma, rio pergi dulu ya assalamualaikum mama" Rio berbicara Tanpa menghentikan langkahnya.
"wa'alaikum salam, jangan pulang terlalu malam nak, ingat nanti malam acara kakak mu" Amanda mengingatkan putranya.
"iya ma, Rio pergi dulu" rio pun masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan halaman rumah mewah nya.
"Ada apa ma" diandra menuruni anak tangga menghampiri mama nya.
"nggak apa-apa ra, adikmu pergi ada meeting mendadak, semoga saja dia tidak pulang terlambat nanti''.
"Mama tenang saja, nggak perlu khawatir rio sudah besar punya tanggung jawab sendiri bukankah dia juga yang nantinya akan mewarisi perusahaan kakek" Diandra berkata dengan bijak.
"kamu benar juga ra, sini bantu mama menyiapkan ini, tinggal sedikit lagi selesai"
Amanda menggantungkan beberapa hiasan lampu warna-warni yang indah, "akhirnya selesai juga" Amanda tersenyum melihat karya nya.
setelah selesai dengan pekerjaan nya amanda menatap jam yang berada di pergelangan tangannya, "Ra bersiaplah, tinggal dua jam lagi calon suami mu akan datang"
Blush... mendengar kata calon suami, membuat pipi Amanda bersemu merah, ia merasa malu dan bahagia secara bersamaan.
bersambung..