After Wedding

After Wedding
SS 2 bertemu 2



"Siapa yang mengijinkan mu untuk masuk tanpa ijinku" teriak tuan zg dengan lantang membuat asisten pribadi nya beringsut ketakutan, sedangkan kayla hanya diam saja di tempatnya.


"Apa kau tuli" teriak tuan zg lagi.


namun kayla masih tetap diam tanpa melakukan apapun, "pengawal cepat bawa penyusup ini dari ruangan ku" teriak nya dengan penuh emosi.


para pengawal itu pun langsung bergegas akan membawa kayla dari sana namun kayla mencegah para pengawal itu untuk mendekati nya, Kayla pun mulai membuka penutup kepalanya.


"Apa begini cara menyambut kedatangan ku di kantor ini, Ayah" Kayla tersenyum sinis pada pria yang berada di hadapannya.


"kau"


"Apa kau masih mengingat gadis kecil yang selalu kau panggil kesayangan ayah, kini dia berada di sini di hadapan mu tuan Jhon Gunawan owh aku baru ingat bahwa tuan jhon Gunawan sudah tiada buka begitu tuan zg" teriak kayla dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Kalian semua keluarlah" perintah tuan Gunawan pada sekertaris dan pengawalnya.


"Dari mana kau tahu aku ada di sini" tanya tuan Gunawan.


"tidak perlu tahu dari mana aku tahu keberadaan mu tuan Gunawan ahh iya aku lupa tuan zg" ralat kayla, "aku kemari hanya ingin tahu mengapa kau mencelakai keluarga Wijaya apa masalahmu dengan mereka.


tuan Gunawan terseyum sinis, "aku membencinya karena dalfa sudah mengalahkan aku untuk memenangkan tender"


"apa begitu caramu berbisnis kau mengorbankan perusahaan ayah ku dan kini kau akan mengorbankan anakku untuk berpisah dari ayahnya sebelum dia tahu apapun tentang kejamnya kehidupan ini" teriak Kayla penuh dengan emosi.


"apa kau sudah mengetahui semuanya baguslah kalau kau sudah tahu siapa dirimu yang sebenarnya" ucap tuan gunawan sinis.


"Aku tidak pernah menyangka bahwa orang yang selama ini aku sayangi ternyata sudah menipuku, ayah yang selama ini aku sayangi dan begitu aku hormati ternyata dia tidak lebih dari seorang iblis" kayla terduduk lemas.


"pergilah aku tidak ingin mendengar drama mu disini" ucap tuan gunawan dengan acuhnya ia tidak perduli dengan keadaan kayla yang begitu memprihatinkan saat ini.


"Kau ingin perusahaan bukan aku akan memberikan nya pada mu" kayla membuka tas yang berada di dalam gendongannya dan mengambil beberapa berkas di sana .


"ini ambilah dua puluh persen saham ku di perusahaan itu dan ini serifikat rumah dan beberapa mobil milik ayah roman, ambilah dan jangan pernah ganggu lagi kehidupan keluarga Wijaya cukup sampai disini cukup aku saja yang menanggung perbuatan kalian semua yang sudah memberikan keretakan pada rumah tangga ku yang di ceraikan saat sedang mengandung."


"apa maksudmu" tuan gunawan sedikit tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh kayla, kini ia menatap kayla dengan seksama.


walaupun Kayla anak tuan roman namun Dialah yang jadi ayah nya selama delapan belas tahun lamanya, mencurahkan kasih sayang seorang ayah untuk putri semata wayangnya.


"aku harap ini peringatan pertama dan terakhir untuk mu jangan pernah kalian mengganggu lagi keluarga Wijaya karena keserakahan mu aku harap kau mengerti tuan Gunawan."


"terimakasih atas waktu mu aku akan pergi sekarang, mungkin ini pertemuan terakhir kita terimakasih sudah pernah menjadi ayah terbaik untukku" ucap kayla sambil memeluk tuan Gunawan sekilas lalu pergi meninggalkan ruangan tuan Gunawan yang masih diam mematung mencerna semua kata-kata yang kayla ucapkan.


"saatnya kita pergi jauh dari kota ini maafkan mama yang tidak bisa mengatakan tentang kehadiran mu pada papamu sayang, maaf"


bersambung