
Kini alisha sudah pulang kembali ke mansion, dan berada di ruang kerja suaminya alisha membicarakan tentang idenya untuk menjodohkan putranya dan putri sahabatnya.
"Bagaimana menurutmu mas, aku tidak ingin putra kita semakin tersesat karena para perempuan genit itu." alisha terus membujuk suami nya.
"Tapi dalfi juga berhak memilih pasangan hidup nya sendiri sayang, kita sebagai orang tuanya tidak bisa memaksakan kehendak diri kita" Sean berkata dengan bijak.
"mereka pasti bisa saling mencintai suatu saat nanti, lagi pula rara adalah gadis yang baik, dia juga sangat dekat dengan dalfi, dan ingatlah bukankah dulu kita juga menikah atas dasar perjodohan tanpa cinta dari orang tua kita" alisha Merasa kecewa dengan sikap suaminya, ia pun akhirnya pergi meninggalkan sean begitu saja.
perkataan terakhir alisha bagai anak panah yang menancap di dada sean, dengan sigap sean pun langsung membuntuti istrinya yang sedang kesal padanya.
"sayang, tunggu mas yank bukan begitu maksudku'' sean mengejar istrinya Sampai ke kamar mereka.
namun sean kalah cepat Alisha sudah terlebih dahulu menutup dan mengunci pintu kamarnya.
"yank buka yank" sean menggedor-gedor pintu kamar nya, namun alisha tetap saja tidak membuka pintu nya.
"selalu saja begini kalau sedang marah" sean menghela nafasnya dan mulai mencari kunci cadangan di dalam laci.
di dalam kamarnya alisha sedang mengatur strategi, agar suaminya mau mendengarkan keinginannya untuk menjodohkan putra bungsunya, bersama Diandra putri sahabatnya.
Karena sesungguhnya seorang ibu hanya menginginkan agar anak-anak nya tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas, yang bisa menyeret mereka kedalam kesalahan yang patal, seorang ibu hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya kelak.
seperti saat mama sinta dan papa danu menjodohkan nya dengan Sean, walaupun berawal dari sebuah hubungan tanpa cinta hingga kini mereka sudah sangat saling mencintai dan tak terpisahkan satu sama lainnya.
maka itulah yang alisha pikirkan tentang hubungan putranya, dia sudah percaya kepada Diandra, bahwa Diandra pasti bisa mengatasi putranya nanti.
ceklek...
mendengar pintu terbuka, aliaha langsung merubah posisi duduk nya membelakangi pintu.
"sayang, Apa kau marah padaku" sean berjalan mendekati istrinya.
"aduh gusti, pakek nanya lagi" ingin sekali alisha mencakar wajah suaminya yang masih terlihat tampan walaupun sudah kepala lima.
sean duduk di samping istrinya dan mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Maaf" sean memeluk alisha dengan erat namun alisha masih tetap mempertahankan dirinya, agar tidak tergoda dengan rayuan suaminya sebelum ia mengiyakan keinginannya.
"Baiklah, kita akan membicarakan perjodohan dalfi dengan Diandra bersama dengan davin dan amanda."
mendengar perkataan suaminya alisha bersorak gembira di dalam hatinya, "yes".
"benarkah" alisha kini kembali tersenyum dan memeluk erat tubuh suaminya, saking bahagianya sampai ia tidak merasa jika ia sudah memeluk terlalu erat membuat sean sulit untuk bernafas.
menyadari hal itu alisha langsung melepaskan pelukannya, dan mencivm pipi suaminya.
"terimakasih mas" lalu dengan sangat bersemangat alisha pun langsung menelpon sahabatnya untuk datang ke mansion utama.
bersambung..