
Ada yang bilang setelah nikah seenak-enaknya tinggal bersama orang tua, masih enak tinggal dengan suami meski hanya dikontrakan kecil. begitulah yang kurasakan, aku awalnya enak nyaman tinggal bersama kedua orang tuaku. namun seiring berjalanya waktu rasanya sudah semakin berbeda, bukanya enggk suka hidup berdekatan denganb orang tua. tapi rasa sungkan, rasa enggk nyaman gak bebas itu tetap ada.
Aku juga kasian sama mas Rendy, tentu saja sedikit tertekan. meskipun ayah serta ibuku gak pernah ikut campur urusan anak, namun tetap saja kan. aku sendiri pun jika tinggal bersama mertua begitu, jadi aku sedikit banyak bisa merasakan apa yang dirasa mas Rendy.
Sebentar lagi lebaran, sedangkan udang belum bisa dipanen. dan udang itulah harapan satu-satunya, karna usaha kami ya cuman itu. sejujurnya aku gak perlu memikirkan kebutuhan lebaran, hanya saja sekarang sudah punya anak dan aku juga pengen kaya yang lainya beli pakaian baru untuk merayakan hari raya idul fitri.
Hanya saja ekonomi yang belum memadai, jika dulu aku akan membeli pakaian baru itu setiap bulan. tas baju sepatu semua yang kumiliki bermerk, tidak ada yang murahan. berbanding berbalik dengan sekarang, setelah menikah aku justru semuanya serba terbatas. ingin ini itu hanya diatahan, hanya dipendam sendiri. jika nanti ada uang beli, jika tidak ada yaudah.
Aku kadang merasa benar-benar frustasi sama keadaan, namun harus bagaimana lagi inilah keadaanya. aku ingin memaksa mas Rendy menuruti keinginana juga tidak mungkin, aku cuma bisa diam. mungkin saja ini memang cobaan untuku, sebisanya aku tetap sabar mudah-mudahan kedepanya ada kemudahan.
Seperti biasa hari ini mas Rendy berangkat ke desa agung pagi-pagi, karna jika kesiangan sudah pasti panas mas Rendy malas mengingat sedang puasa. selepas mas Rendy pergi aku kekamar menemani Ryu tidur, sedangkan ibu lagi beres-beres dibelakang ditemani ayah.
Menemani Ryu tidur aku jadi ikutan ngantuk, Awalnya aku masih baca novel online diponsel. lama-lama kantukku sudah tidak bisa kutahan lagi, padahal masih pagi jam setengah 10. tapi karna sudah sangat mengantuk, ahirnya aku menyerah dan kupejamkan mataku menuju alam mimpi.
Namun baru saja beberapa menit aku merasakan nikmatnya tidur, ibu sudah membangunkanku dengan terburu-buru."Ros bangun dulu, mertua kamu datang."panggil ibu seraya mengguncang pundaku pela.
Aku seperti mimpi, mana mungkin mertua ku kesini."Ros ayo cepat bangun dulu!"panggil ibu namun sedikit keras.
Aku berjingkat kaget lalu segera duduk dan bersender diranjang."Ada apa bu?"tanyaku sembari menguap.
"Mertua kamu datang."jawab ibu. saat aku hendak membuka mulut kembali, menanyakan kebenaranya. dari arah pintu, kilihat ibu serta ayah mertuaku sudah berdiri.
"Kamu tidur Ros?"tanya ayah mertua sembari tersenyum.
"Iya. ayah sama ibu sudah sampai dari tadi?"tanyaku sembari menyalami keduanya secara bergantian.
"Belum. barusan sampai."jawab ibu mertua.
Sedangkan ayah mertua langsung mendekati Ryu dan menggendongnya, Ryu yang tengah asik tertidur seketika mengeliat. lalu ibuku pamit kebelakang, memberikan waktu pada besan.
"Rendy kemana nduk?"tanya ibu mertua.
"Mas Rendy diagung bu."jawabku.
"Rendy puasa gak Ros?"tanya Ayah mertua seraya menyerahkan Ryu pada ibu.
"Puasa yah, mas Rendy puasa terus belum pernah mutus."jawabku.
Jujur saja aku masih merasa sangat segan dengan kedua mertuaku, gara-gara maslah kemarin itu. namun mau bagaimana pun mereka tetaplah orang tua, yang harus di hormati.
"Nanti ayah mau nyusul Rendy sajalah kesana, kasian setiap hari sendirian."jawab Ayah mertua.
Nah kan belum-belum sudah menyindir, dasar sih orang tua tapi gak bisa jaga omomganya.
"Mas Rendy kadang maen tempat bi sari ko yah, kemarin juga pernah minep disana."jawabku.
Tak lama Ayah mertua keluar dari kamar, diikuti ibu sembari menggendong Ryu. aku merapikan rambutku terlebih dahulu, setelahnya aku menyusul keduanya keluar.
Ternyata mereka tengah mengobrol bersama ayah serta ibuku diteras, aku langsung menyusul dan duduk disebelah ibu."Ayah jadi mau nyusul mas Rendy?"tanyaku bAsa basi.
"Yaudah sana kalo mau nyusul, mumpung masih siang,"ucap ibu mertua.
Lalu ayah mertuaku bersiap memakai jaket kembali, mereka kesini naik motor. dan menyusul mas Remdypun menggunakan motor.
Setelah ayah mertua pergi, kami semua masuk kedalam rumah. ayah tidur siang, karna memang sedang puasa dan sudah jam 11 siang.
Sedangkan aku ibu mertua serta ibuku sedang ngobrol druang tv."Ibu puasa enggk?"tanyaku pada ibu mertua.
"Enggak nduk. tamunya lagi dateng,"jawab ibu mertua.
"Lo kok sama bu sita, saya juga lagi datang tamu ini,"ucap ibuku sembari tersenyum.
"Wah kebetulan sekali, saya ini udah 3 hari ini buk Tika gak puasa,"jawab ibu mertua.
"Saya udah seminggu bu, tapi belum sembuh-sembuh ini,"ucap ibu sembari tersenyum.
"Yaudah karna pada gak puasa sebentar lagi makan saja, karna ini dah waktunya makan siang."ucapku sembari tersenyum.
Lalu disambut tawa oleh ibu serta ibu mertuaku, tak lama kuajak keduanya makan siang. kebetulan kemarin sore ibu motong ayam, jadi hari ini masih ada banyak daging ayam yang sudah dimasak rica-rica.
Setelah makan siang kami semua istirahat tiduran, aku sama seperti ibuku. kalo siang harus tidur, kalo gak tidur sudah bisa dipastikan pusing. ibuku sudah tidur sedari tadi akupun sudah mengantuk, sedangkan ibu mertuaku sedang asik bermain sama Ryu.
...ΩΩΩ...
Sekitar jam 3 sore ibu sudah mulai sibuk didapur, hari ini kami masak makanan lebih banyak. karna ada ayah serta ibu mertua yang akan menginap, jika biasanya tidak pernah nginap kali ini mereka menginap.
Kami masih ada ikan serta udang, Rencananya mau masak sambal trasi goreng udang sama ikan. karna masih ada ayam rica-rica, jadi tidak perlu masak sayur lagi.
Sedangkan ayah sudah mengambil beberapa buah degan, rencananya nanti mau dicampur susu terus sama sirup marjan juga nata decoco. memang sengaja bikin banyak, supaya puas minumnya.
Ibu juga sudah nyiapain pisang sama tepung, rencananya mau bikin pisang goreng. tadi Dinda juga bilang, nanti pulangnya mau beli empek-empek. jangan kaget, dirumah ibu kalo bulan puasa memang seperti ini menunya.
Jam 5 sore semua sudah beres dan sudah tertata dimeja makan, Ryu sudah mandi sedang digendong ibu mertua. Dinda juga sudah pulang, sekarang sedang goreng empek-empek. aku sama ibu lagi nyiapin mangkok, yang akan dipakai minum es degan.
"Yampun bu banyak bener ini, nanti bingung mau makan yang mana."ucap ibu mertua sembari menatap meja makan yang penuh dengan makanan.
"Malah jadi ngerepotin lo bu,"lanjut ibu mertua sembari tersenyum sungkan.
"Enggak lah bu, disini memang setiap hari kaya gini kalo bulan puasa,"jawab ibuku sembari tersenyum.
"Apa iya bu? kalo disana ya paling teh manis aja bu gak pernah bikin apa-apa."ucap ibu mertua.
"Kalo disini selalu bikin bu. kadang aku pengen ini Dinda pengen itu, jadi menunya agak banyak,"jawabku sembari tersenyum.
Semua sudah beres tinggal nunggu azan sama mas Rendy pulang, kami semua tengah duduk santai diteras. ayah ibu serta ibu mertua lagi asik ngobrol, sedangkan aku sama Dinda lagi bawa Ryu jalan-jalan.