After Wedding

After Wedding
SS 2 perdebatan



Dengan langkah cepat tiga pria itu pun langsung bergegas memasuki mobilnya, di ikuti oleh para pengawal yang membawa mobil lainnya.


"Lebih cepat rio" teriak dalfi merasa sangat khawatir terjadi sesuatu pada istrinya.


"Ini sudah sangat cepat!, apa kau pikir kau saja yang cemas dengan keadaan kakakku" Rio merasa sangat kesal pada kakak iparnya.


" aku yakin kakak ku seperti ini gara-gara kau yang selalu mempermainkan wanita, ini pasti salahmu karena kakakku tidak punya musuh dan tidak mungkin dia masuk kedalam bahaya seperti ini jika tidak karena kau, kau pasti penyebab utama nya" teriak rio sambil terus mengendarai mobil nya.


"kau!" dalfi mulai menarik kerah adik iparnya, yang kemudian menyebabkan mobilnya sedikit oleng.


"Sudah cukup kalian berdua, kenapa kalian harus bertengkar di saat seperti ini" bentak dalfa mulai menengahi perdebatan di antara mereka berdua.


"Kau rio fokuslah menyetir"


"Dan kau dalfi diamlah, dan tunjukkan mana mobil yang membawa istri mu"


mendengar teriakkan dalfa yang menggema di dalam mobil, membuat kedua pria itu pun langsung bungkam seketika.


dengan cepat dalfi pun memberi tahu ciri-ciri mobil yang kemungkinan besar membawa istrinya pergi.


rio pun melihat ciri-ciri mobil yang di sebutkan oleh kakak iparnya dan langsung mengejar mobil itu, namun sialnya lampu merah harus menghentikan laju mobil mereka.


"Kenapa kau menghentikan mobilnya" tanya dalfi kesal.


"Apa kau tidak melihat itu" tunjuk rio dengan dagunya.


"Kau menghentikan laju mobil hanya karena lampu merah saja" tanya dalfi dengan tatapan tak percaya.


"Lalu aku harus apa?, jika aku terus melajukan mobilnya lalu terjadi kecelakaan apa kau masih bisa mencari keberadaan istri mu" rio menatap tajam kearah kakak iparnya.


karena terlalu asyik dengan perdebatan mereka hingga menyebabkan kemacetan panjang.


tiiinnn... tiinnnn.... tinnn...


"Hei cepat maju, atau aku akan menabrak mobil mu" teriak seorang pengendara mobil di belakangnya.


mendengar keributan di belakang mobilnya rio melihat dari kaca spion, banyak pengendara yang memaki dan mengumpat mereka dengan cepat rio pun melanjutkan perjalanan untuk mencari keberadaan kakaknya.


namun nihil mereka tidak bisa menemukan mobil yang di duga membawa pergi diandra, sedangkan dalfi terus menyalahkan rio atas kecerobohan nya.


"Ini semua karena kau" ucap dalfi dengan tatapan mata yang tidak bersahabat.


sedangkan rio hanya pasrah dengan kemarahan dalfi, meskipun dalam hati ia mengumpat kakak iparnya habis-habisan.


Di mansion utama semua orang merasa sangat gelisah dan khawatir, "ini semua salahku karena mengajak rara untuk pergi ke luar rumah tanpa penjagaan" mom alisha merasa sangat bersalah.


"Sudahlah kau tidak perlu menyalakan dirimu sendiri, aku harap mereka bertiga bisa membawa pulang rara secepatnya." dad sean menenangkan istri nya.


begitu juga dengan davin dan amanda, sedangkan di kamar Kayla mulai meretas cctv yang para pria lihat di ruang kerja dad sean.


kayla melihat dengan seksama apa yang tertera di layar komputer nya, " kenapa aku tidak asing dengan tatapan mata itu" gumam kayla yang menatap seseorang yang menyembunyikan senjata di balik burka yang ia kenakan.


"ini tidak mungkin kan" tanya kayla dalam hati.


bersambung