
setelah merasa cukup aman Diandra pun keluar dari tempat itu, diandra pun berjalan dengan mengendap-endap agar wanita burka itu tidak melihat keberadaan nya.
namun sialnya cincin pernikahan yang ia pakai tersangkut tumbuhan liar yang tumbuh menjalar menghiasi bangunan tua itu.
"Kenapa pake acara nyangkut segala" Gumam diandra dalam hatinya.
dengan cepat diandra pun menarik tangannya yang mengakibatkan cincin pernikahan yang permata safir itu pun rusak karena tersangkut.
"yah rusak deh"
"jadi kau disini Rupanya, kalian cepat tangkap wanita itu" wanita burka memerintahkan kedua anak buahnya mengikat kembali Diandra.
"sudah aku bilang jangan mempermainkan aku" teriak wanita burka.
"Bos ada yang datang" lapor salah satu pria yang bertubuh besar.
"cepat bawa dia" perintah wanita burka kembali.
"lepaskan aku atau kau akan menyesal" teriak Diandra terus memberontak.
karena Diandra tidak bisa diam dan terus berteriak membuat wanita burka itu kesal, lalu memberikan kode pada pengawal nya sang pengawal itu pun mengerti lalu memukul tengkuk diandra, dengan sekali pukulan diandra pun langsung tak sadarkan diri.
Dengan mudah pengawal wanita burka pun langsung memanggulnya bagaikan karung beras, meninggalkan bangunan tua itu.
Di sisi lain bangunan tua itu Rio dan dalfa memindai seluruh bangunan itu, sedangkan dalfi langsung masuk bagitu saja.
"fi jangan gegabah dalam bertindak kita tidak tahu ada bahaya apa di dalam sana'' dalfa mencegah adik kembarnya untuk tidak langsung masuk begitu saja, namun dalfi sangat keras kepala tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh kakak nya.
karena merasa sangat khawatir akan bahaya dalfa pun membuntuti adiknya, dan menyuruh para pengawal nya untuk berpencar mencari keberadaan diandra.
"Rio dimana lokasi diandra berada saat ini?"
"Disini tidak ada signal kak, aku sedikit kesulitan untuk mencari lokasi tepatnya''
"Baiklah ayo sebaiknya kita cari ke dalam saja" ajak dalfa.
"Apa kau yakin diandra disini" tanya dalfa, yang sedikit tidak nyaman berada di sana.
"Menurut alat pelacak kakak memang berada di sini" jawab rio yang masih berusaha untuk mencari jaringan internet.
"Dapat!" teriak rio heboh.
"Apa?'' dalfa merasa bingung dengan asisten pribadi nya itu.
"jaringan" ucap rio santai.
dalfa memutar bola matanya, " lalu dimana lokasinya"
"Lokasinya ada di depan kita"
"Apa kau yakin rio, disini tidak ada siapapun yang ada hanya tanaman liar saja, tunggu apa itu" dalfa mengambil sesuatu yang berkelip dan menatapnya dengan seksama.
"Itu permata cincin milik kakak"
"jadi benar rara ada disini, ayo cepat kita cari" mereka berdua pun langsung bergegas mencari keberadaan rara.
sedangkan di sisi lain dalfi masih mencari keberadaan istri nya di temani dua pengawal.
"Tuan muda seperti nya nona muda sudah di bawa pergi dari sini, lihat lah di sana ada mobil yang yang melaju dengan cepat" tunjuk salah satu pengawal nya.
dalfi melihat ke arah yang di tunjuk pengawal itu, terlihat mobil yang sudah sangat jauh dari sana.
"tunggu apalagi, ayo kita pergi sebelum mereka jauh dari tempat ini" dengan cepat dalfi pun berlari keluar dari bangunan itu.
"Dalfi tunggu mau kemana kau?" teriak dalfa.
"Rara sudah tidak ada di sini, ayo kita kehar mobil yang baru pergi dari tempat ini, aku yakin Rara pasti ada di dalam mobil itu."
bersambung..