After Wedding

After Wedding
SS 2 pengusiran kayla



Kayla masih tidak mengerti apa yang sedang terjadi sebenarnya mengapa Diandra menuduhnya sebagai wanita burka yang mencoba mencelakai nya, bahkan kayla lebih tahu bagaimana ia mendapat luka di lengannya.


"maaf nona saya harus membawa anda keluar dari mansion ini sesuai perintah dari tuan muda dalfa" ucap seseorang pengawal dengan tubuh besarnya.


"tidak perlu aku bisa pergi sendiri dari mansion ini" ucap Kayla sambil menatap nanar ke arah pintu kamar nya yang baru saja tertutup.


dengan langkah berat kayla mulai meninggalkan mansion utama, kini kayla bingung harus pergi kemana.


tiba-tiba seseorang pelayanan memanggilnya dengan tergopoh-gopoh, "nona tunggu!"


kayla pun berhenti dan membalikkan badannya melihat pelayan itu sejenak ia merasa sangat senang, ia mengira bahwa dalfa tidak jadi mengusirnya dari mansion namun senyuman itu kembali surut setelah mendengar penjelasan sang pelayan.


"Nona ini barang-barang anda tuan dalfa sudah menyimpan semua berkas penting anda di dalam nya" ucap pelayan itu sambil menyerahkan koper miliknya.


kayla menarap sedih pada koper yang berada di tangannya pelayan itu dengan sedikit senyuman yang di paksakan kayla pun mengambil koper tersebut, "terimakasih" ucapnya pada sang pelayan.


Kayla tersenyum miris ia harus di usir dari rumah suaminya dengan kesalahan yang tidak pernah ia buat sma sekali, "Apakah semua orang kaya selalu bersikap demikian, apa orang yang tidak berpunya seperti ku harus selalu mendapatkan ketidak adilan seperti ini" kayla menjerit dalam hatinya dengan langkah gontai ia pun menyeret kopernya dan meninggalkan mansion.


di atas balkon kamar dalfa menatap kepergian Kayla, "Aku tidak mungkin menyerah kan mu ke polisi seperti permintaan tante amanda, tapi aku harap pengusiran ini menjadi pelajaran terbaik untuk mu" gumam dalfa.


*


ponsel kayla terus berbunyi namun Kayla seakan tuli hatinya sedang rapuh ia sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun, namun karena ponselnya terus berbunyi kayla pun terpaksa mengangkatnya.


"Apa kau di usir!" teriak riana dalam sambungan telepon kayla,


"Kau itu, bisa tidak kalau ngomong nggak usah pake teriak-teriak gue belum budeg" kesal kayla.


"sudah lupakan sekarang kau mau tinggal dimana, jangan bilang kau mau numpang di apartemen ku ya?" tebak riana asal.


"Tidak perlu aku bisa tinggal dimana pun"


"bagus! kalau kau mengerti karena aku tidak suka ada orang lain yang masuk ke dalam apartemen ku"


sebenarnya Rania merasa tidak tega dengan perkataan kayla, namun ia tidak ingin kayla tahu bagaimana cara rania mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


rania menutup panggilan telepon dari kayla dan mulai mengerjakan kembali pekerjaan nya yang tertunda, sedangkan kayla memilih kembali ke kamar kontrakan nya yang sudah beberapa minggu ia tinggalkan.


"selamat datang kembali di kamar kecilku" ucap kayla sambil membuka pintu kamar kontrakan itu.


"inilah tempat mu kayla, jangan pernah bermimpi menjadi tuan putri di istana raja, karna kau hanyalah seorang gadis biasa yang tidak jelas asal-usulnya" gumam kayla lirih.


lalu kayla mulai membersihkan kamar itu agar ia merasa nyaman saat berada di kontrakan tersebut, dan mulai menata ulang baju nya juga dapur yang sedikit berantakan karena lama ia tinggalkan.


setelah selesai kayla pun merebahkan tubuhnya di alas seadanya, karena merasa sangat kelelahan kayla pun tertidur pulas.