
setelah percakapan panjang dengan diandra tentang pernikahan mereka, dalfi pun kembali masuk ke dalam rumah mewah itu.
namun saat beberapa langkah ia memasuki ruang tamu, ternyata wanita pujaan hatinya juga hadir di sana sedang berbincang bersama dengan rio, sedangkan kakak nya duduk bersama dengan para orang tua disana.
Ingin sekali dalfi berlari menghampiri dan memeluk wanita pujaan nya, namun dalfi sadar bahwa cintanya tak akan pernah bisa bersatu, karena janjinya kepada sang mommy.
dalfi hanya menatap wajah cantik kayla dari kejauhan, tak berselang lama Diandra pun kembali setelah memperbaiki riasan nya.
Diandra memasang wajah ceria nya, menutupi rasa sedih dan sakit hatinya, agar kedua orang tua nya tidak mengkhawatirkan dirinya.
Diandra melihat kembali kepada wanita muda yang sedang bersama adiknya, kemudian ia menghampiri mereka berdua.
"Hai dek udah pulang ya, sejak kapan? kok kakak baru liat" ucap Diandra basa-basi kepada adiknya.
"Aku sudah pulang dari tadi kak, kau tidak mungkin melihat ku, saat kau sedang bahagia bersama dengan calon suami mu itu." Rio menunjuk dalfi dengan matanya
sedangkan diandra yang mendengar perkataan adiknya hanya tersenyum samar, "Aku memang bahagia, Namun aku juga terluka karena kebahagiaan ini." gumam diandra dalam hatinya.
"Hai, siapa namamu? apa kau temannya rio" tanya diandra pada Kayla.
" Perkenalkan nama saya Mikayla, anda bisa memanggil saya kayla saja nona, saya asisten pak Rio" kayla menyodorkan tangannya, dan memperkenalkan dirinya pada diandra.
"Kayla nama yang bagus, nama saya Diandra biasa di panggil Rara, kau juga bisa memanggil ku begitu, jangan terlalu formal dengan ku" Diandra pun menjabat tangan kayla.
"Maaf nona kayla mulai besok kau tidak perlu menjadi asisten ku lagi" rio menyela pembicara dua wanita di hadapannya.
"maksud pak Rio apa ya?" kayla merasa was-was, ia takut jika dirinya membuat kesalahan.
"maaf nona kayla, anda tidak perlu merasa khawatir, karena mulai besok kau sudah menjabat sebagai direktur utama di Rm diamond yang kini berubah nama menjadi Wijaya group." rio menjelaskan dengan panjang lebar.
melihat ekspresi wajah cemas Kayla, diandra merasa sangat geram kepada adiknya, dengan gemas diandra mencubit perut adiknya.
"Bisa nggak kalo ngomong itu jangan pakek acara di jeda segala, bikin orang panik aja" kesal diandra pada adiknya.
"Aw aw ampun kak sakit, calon pengantin jangan galak-galak nanti suami mu bisa kabur karena takut padamu." canda Rio pada kakak perempuan nya.
diandra langsung mengubah mimik wajahnya setelah mendengar perkataan adiknya, sedangkan kayla merasa sangat lega dengan penjelasan Rio.
"Kay, ayo ikut dengan ku aku akan memperkenalkan ku pada semua orang yang ada di sini" ajak dalfa yang entah sejak kapan berada di sampingnya.
''Baik tuan" kayla pun mengikuti dalfa di belakangnya.
tiba-tiba saja dalfa langsung berhenti mendadak, tanpa sengaja membuat kayla menabrak punggung dalfa.
Kayla meringis mengusap keningnya, "maaf tuan" ucap kayla sambil menundukkan wajahnya, karena takut jika dalfa akan memarahi nya.
"kau adalah istri ku jadi jangan panggil aku tuan, dan satu lagi jangan pernah menundukkan kepalamu dihadapan siapa pun, kau mengerti" dalfa memperingatkan istri sirinya.
dengan pasrah Kayla pun menganggukan kepalanya, menatap wajah tampan dalfa.