After Wedding

After Wedding
SS 2 wanita burka



"Apa maksudmu" semua orang yang berada di sana bertanya serempak pada rio .


"Ahh iya aku lupa mengatakan nya pada kalian, saat hari pernikahan kalian kakak menyuruh ku untuk memberikan nya cincin di lengkapi dengan alat pelacak"


"Apa tujuannya?" tanya dalfi bingung.


"tentu saja untuk melacakmu jika saat kau keluar dari rumah, dengar kakak ku adalah gadis pintar yang tidak mudah di bohongi" ucap rio sedikit menyindir kakak iparnya.


"Kau" dalfi merasa geram dengan asisten kakaknya sekaligus adik iparnya itu.


"Sudah cukup, jadi dimana kakak mu sekarang rio?" davin langsung saja bertanya pada intinya.


kakak tidak jauh dari tempat dimana dia hilang, aku yakin kakak baik-baik saja sebaiknya secepatnya kita datangi tempat itu.


"Baiklah ayo kita kesana sekarang" ajak dalfi.


akhirnya kelima pria itu pun langsung keluar dari ruangan itu, " dad dan uncle kalian tunggu di mansion saja tidak perlu ikut kami, karena mom dan Tante Amanda Pasti membutuhkan kalian" ucap dalfa.


"Kau benar dalfa, baiklah kalian semua pergilah, aku akan menunggu kalian di mansion"


setelah semuanya selesai dengan pembicaraan mereka, ketiga pria itu pun mulai meninggalkan mansion dan menuju lokasi yang tertera di layar Handphone milik rio.


Di sebuah bangunan yang kumuh tak terawat seorang wanita cantik di ikat di kursi dengan mata yang di tutupi oleh kain.


"Lepaskan aku" teriak Diandra.


"ishhh... kau itu berisikan sekali"


"sebenarnya siapa kalian, kenapa kalian mengikat ku begini"


diandra bertanya kepada seseorang yang berada di hadapannya, ya meskipun matanya tertutup namun diandra masih bisa merasakan keberadaan orang lain di sana.


"Apa aku harus memberi tahu mu"


"Apa kau mengancamku haha.. aku tidak takut dengan ancaman kecil seperti mu" wanita itu pun tertawa mengejek.


"Baiklah karena aku sedang senang, aku akan melepaskan penutup mata mu"


wanita yang memakai burka hitam itu pun mulai membuka penutup mata Diandra, dengan perlahan diandra pun membuka matanya dan melihat siapa yang berada di hadapannya.


"Apa kau takut aku melihat wajah jelek mu itu sehingga kau memakai pakaian seperti ini di hadapan ku?" ucap diandra mengejek.


"Kau''


"Ck..ck..ck.. sayang sekali kau hanya bisa bersembunyi di balik kain hitam yang kotor itu" Diandra mulai memancing kemarahan wanita burka, sambil terus berusaha membuka tali yang mengikat tangannya .


"Aku tidak perduli dengan ejekan mu, karena yang ingin aku lakukan adalah menghancurkan semua keluarga Wijaya termasuk kau." wanita burka itu menunjuk pada Diandra.


"Hmmm... seperti nya kau salah mencari musuh, sayang sekali" diandra terus mengalihkan perhatian wanita burka itu hingga ia bisa melepaskan tali yang mengikat tangannya tanpa sepengetahuan wanita burka.


syukurlah akhirnya tali ini bisa terlepas juga


dengan langkah cepat diandra berlari dan mendorong wanita burka itu hingga terluka di bagian lengannya.


"kurang ajar" wanita burka itu merasa sangat kesal dan langsung berlari mengejar diandra.


diandra bingung harus memilih jalan mana hingga ia memilih untuk bersembunyi dibalik reruntuhan bangunan itu.


"Kemana gadis sialan itu"


wanita burka itu berdiri di hadapan diandra yang sedang bersembunyi di balik reruntuhan bangunan.


setelah berapa lama wanita burka itu berdiri tepat di hadapan nya, kemudian ia pun pergi meninggalkan tempat itu dan mencarinya di tempat lain.


bersambung...