
seminggu sudah kami tinggal satu rumah bersama ibu, masih aman tidak ada cekcok atapun resahan-resahan baik dari mas atapun ayah serta ibu. tapi terkadang aku merasa gak enak sama orang tuaku, pasalnya mas rendy benar-benar gak tau pekerjaan rumah. ya aku maklum karna selama ini mas rendy dirumahpun gak pernah bantu-bantu, tapi maksudku sungkanlah sedikit karna sekarang tinggal dirumah mertua. apalagi kalo sudah main game, aku sendri saja jengah apalagi ayah ibuku cumab mungkin mereka mau menegur takut mas rendy tersinggung. tapi benar gak patut kalo gak ditegur contohnya kaya sekarang ini.
bangun tidur pagi mas rendy langsung duduk diteras sambil ngopi tak lupa main game sampai hampir dua jam, sudah berkali-kalu kupanggil untuk sarapan bersama tapi mas rendy belum juga bisa melepas gamenya."mas udah si gamenya, sarapan dulu udah siang. aku laper,"ucapku sambil setengah kesal.
"yaudah sarapan aja dulu, aku entar."jawab mas rendy tanpa menoleh kearahku. kesal ahirnya kutinggal saja sarapan.
"lo ros mana rendy,"tanya ibu yang sedang sarapan, begitupula ayah.
"belum laper katanya bu, biar ajalah aku mau sarapan dulu bu udah laper,"jawabku seraya mengambil piring lalu memasukan nasi beserta lauk pauk. selesei sarapan ayah sudah berangkat kesawah karna sudah mulai menggarap jadi sedikit sibuk, sedangkan mas rendy masih saja asik main game bahkan ayahku berangkat kesawah pun mas rendy cuek.
"ros rendy kok main ponsel terus ya, apa memang seperti itu dari dulu,?tanya ibu seraya mencuci piring bekas kami sarapan.
"iya memang seperti itu, biar ajalah bu."jawabku sambil berlalu menuju kamar.
sampai kamar ternyata sudah ada mas rendy yang tiduran diatas ranjang sambil tetap main game."mas gak sarapan ini udah siang,?tanyaku sambil mendudukan tubuh dipinggir ranjang.
"yampun dari tadi ribut banget sarapan, nanti kalo laper aku ambil sendiri kebelakang."jawabnya tanpa menoleh kearahku.
"mas, jangan terlalu main gamenya. gak enak lo mas sama ayah ibu,"ucapku pelan seraya mengelus pundak mas rendy.
"cuma maen game, gak aneh-aneh lo."jawab mas rendy ketus.
"iya mas tapikan gak pantes gitu lo. apalagi mas kan udah dewasa bentar lagi mau punya anak masa masih getol banget main gamenya,"ucapku pelan takut mas rendy tersinggung.
"apa hubunganya mau punya anak sama main game, gak nyambung banget,"jawab mas rendy seraya keluar dari kamar, kudengar mas rendy ngobrol sama ibu, mungkin lagi sarapan.
...ΩΩΩ...
siangnya setelah bangun tidur aku sama mas rendy sedang makan siang, sedangkan ayah serta ibu sedang santai diteras. selsei makan segera kubuatkan kopi seperti biasa nya lalu kami duduk kembali dimeja makan.
"besok aku mau pulang yang,"ucap mas rendy tiba-tiba.
"lo ada apa mas, ko tiba-tiba pulang,?tanyaku penasaran, pasalnya mas rendy gak pernah bahas-bahas apapun ko tiba-tiba pamit pulang.
"aku mau minjem uang ayak lima belas juta, kamren ayahmu nanyain ada uang pensiun enggk. nah nanti aku pinjam uang ayah lima belas juta lalu bilang ke ayahmu kalo itu uang pensiunanku,"jawab mas rendy pelan, mungkin takut ibu sama ayah dengar. orang tuaku tau kalo mas rendy itu karyawan tetap makanya nanyain pesangon, tapi ya gak harus bohong juka kan.
"gak mas, ngapain si kaya gitu. bilang aja keayahku apa adanya ngapain mesti bohong,"jawabku tidak setuju sama ide mas rendy.
"iya tapi aku malu sama ayah kamu, aku sudah terlanjur kalo uang pesangon itu ada aku hanya tinggal mengurusnya,"jawab mas rendy dengan suara pelan.
"iya tapi masalahnya ini aku sudah bilang sama ayahmu kalo pesangonku keluar, kalo sampai uang itu gak ada mau ditaruh mana mukaku yang malu,"ucap mas rendy lagi sambil menekan omonganya.
"yasudah terserah kamu mas, tapi kalo nanti ada apa-apa tanggung sendiri."jawabku sambil berlalu meninggalkan mas rendy.
aku segera masuk kedalam kamar, sampai dikamar kubaringkan tubuhku diatas ranjang. aku kesal sama mas rendy, bisa-bisanya dia bilang kalo pesangon itu ada. padahal jelas-jelasnya seratus rupiahpun uang pesangon itu gak keluar, sangat gak masuk akal.
tak lama mas rendy masuk kamar menyusulku."kamu tenang aja, asal jangan bilang siapapun tentang uang itu. nanti kalo kita udah ada rezeki dikembaliin,"ucap mas rendy seraya mengelus kepalaku.
aku hanya diam saja tidak menjawab ucapan mas rendy, kesal aku kesal banget sama akal-akalan mas rendy. heran aku entah dapat pikiran dari mana mas rendy itu.
...ΩΩΩ...
selepas makan malam aku ngobrol didepan tv sama ibu sama dinda."ros tadi rendy bilang katanya besok mau pulang, ada apa memangnya,?tanya ibu sambil melipat pakaian, sedangkan dinda tiduran disebelahku sambil mengelus-elus perutku. kebetulan ini malam jumat ayah sedang yasinan sedangkan mas rendy sedang ngerokok diteras depan.
"la tadi mas rendy izinya sama ibu mau ngapain,?jawabku membalikan pertanyaan ibu.
"ya bilangnya ayah mertua kamu yang nyuruh pulang sebentar,"ucap ibu.
"mau ngurus uang pesangon sekalian,"jawabku singkat menyempurnakan kebohongan kami.
"memang pesangon itu dapat berapa mb,"tanya dinda ikut angkat suara.
"ya gatau, kalo teman mas rendy ada yang dapat dua pulih lima juta. tapi entah mas rendy dapat berapa,"ucapku, yampun aku banyak dosa sama ayah ibu gara-gara mas rendy.
"wahh lumayan mba kalo beneran cair, nanti bisa buat tambahan biaya lahiran sama budidaya udang,"jawab dinda semangat.
"iya ros, ingat uangnya jangan dihambur-hamburkan, simpan di atm kalo perlu baru diambil. biar nanti gak bingung ros,"ucap ibu mulai menasehati.
"iya bu, doakan saja keluarnya banyak. bisa buat tambah-tambahan,"jawabku singkat.
"memang mas rendy lama ya mba pulang kerumah orang tuanya,?tanya dinda.
"gak tau deh din, belum berangkat juga,"jawabku tidak semangat, aku pribadi merasa bersalah pada keluargaku. tapi gimana lagi demi menjaga harga diri mas rendy.
sekitar jam sembilan malam mas rendy masuk kedalam kamar segera aku menyusul mungkin butuh bantuan untuk mengemas pakaian yang akan dibawa besok."mau dipacking bajunya mas.?tanyaku seraya mendudukan tubuhku dipinggiran ranjang.
"boleh yang, gausah bawa baju banyak-banyak kan gak lama juga disana,"jawab mas rendy, segera kuambil tas ransel mas rendy lalu memasukan beberapa potong baju serta celana yang kira-kira dipakai mas rendy.