After Wedding

After Wedding
SS 2 pergi



Di saat Kayla telah bertemu dengan tuan Gunawan dan mencegah nya untuk mendekati keluarga Wijaya dengan imbalan memberikan semua harta peninggalan tuan roman pada tuan gunawan agar ia bisa hidup dengan tenang dan tanpa gangguan lagi.


kini kayla bersiap untuk pergi meninggalkan negaranya karena setelah perceraian nya dengan dalfa tak ada harap lagi untuk kayla kembali ke kediaman Wijaya, "Anggaplah memang aku bersalah aku akan meninggalkan mu untuk selamanya membawa sebagian dari hidup mu, semoga kau bahagia dengan pilihanmu saat ini" kata-kata terakhir sebelum pesawat yang di tumpangi nya lepas landas.


kayla menahan tangisnya agar tidak jatuh namun nihil air matanya tetap mengalir deras membasahi pipinya, "Kau tidak perlu menangis kay anggap saja aku sebagai kakak kandung mu sendiri aku akan menemanimu kemanapun kau pergi" ucap riana memegang erat tangan kayla untuk menguatkan nya.


Awalnya kayla melarang riana untuk ikut serta dengan nya namun riana mengancam akan memberi tahukan tentang kehamilan kayla pada keluarga Wijaya, kayla yang tidak ingin kembali berurusan dengan keluarga mantan suaminya itu pun terpaksa mengijinkan riana untuk ikut dengan nya.


*


di mansion dalfi sedang mengumpulkan semua orang yang ada di sana, "ada apa ini fi tanya alisha pada putranya"


"kita akan bahas nanti mom setelah semua orang berkumpul di sini" ucap dalfi menahan amarahnya.


kemudian seorang pengawal dalfi pun datang untuk memberikan laporan kepadanya, "Maaf tuan muda saya tidak bisa menemukan keberadaan nona kayla di kontrakan nya"


"Bagaimana mungkin" teriak dalfi dengan penuh emosi.


"iya tuan tapi saya menemukan sesuatu di laci kontrakan itu" pengawal itu pun menyodorkan benda pipih dan kertas yang berada di tangannya kepada dalfi.


dalfi tersentak melihat apa yang diberikan oleh pengawalnya, "cepat kalian cari kayla" perintah nya pada pengawal itu.


"Kau tidak perlu mencarinya dalfi karena aku sudah menyuruhnya untuk pergi jauh dari sini, dan aku juga sudah menceraikan nya" ucap dalfa sambil berjalan menghampiri adik kembarnya.


"tidak itu adalah keputusan yang terbaik untuk kita semua"


"kau pasti akan menyesal kak" dalfi pun meninggalkan dalfa yang masih berdiri di tempatnya.


kini semua keluarga sudah berkumpul di ruang tamu hanya diandra yang belum hadir di sana, "sesilia bawa kakak sepupu mu kemari" perintah nya pada sesilia.


"sebenarnya ada apa ini dalfi kenapa kau memanggil kami semua berkumpul di ruangan ini apa ada hal serius" davin mulai membuka suara karena ia pun masih bingung mengapa menantunya mengumpulkan semua keluarga di tempat yang sama.


"iya ini adalah antara hidup dan mati seseorang" jawab dalfi dengan nada dingin nya.


setelah menunggu beberapa menit akhirnya sesilia pun membawa Diandra ke ruangan itu, dalfi menatap tajam ke arah istri-nya.


"Ada apa ini kak kenapa semua orang ada di sini" tanya diandra pada suaminya. ia merasa bingung melihat semua orang berkumpul di sana dengan raut wajah yang berbeda.


"sekarang semua sudah berkumpul disini cepat katakanlah apa yang ingin kau sampaikan" ucap Sean yang duduk di samping istrinya.


"Baiklah semua sudah ada di sini sekarang apa yang ingin kau sampaikan ra" tanya dalfi pada istrinya.


Diandra mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang di katakan suaminya.