After Wedding

After Wedding
SS 2 penolakan dalfi



braakkk......


suara barang-barang berjatuhan,


"Bagaimana bisa Daddy menjodohkan aku dengan rara, aku saja tidak mencintainya bahkan selama ini aku hanya menganggap nya sebagai adikku sendiri" teriak dalfi dengan penuh kemarahan.


"Dalfi kecilkan suara mu, jangan sampai mommy mu mendengar apapun yang kau ucapkan" sean dengan tegas memperingatkan dalfi.


"Tapi dad kalian tidak bisa seenak nya begitu, kenapa tidak kakak saja yang kau jodohkan, kenapa harus aku, aku ingin mencari pasangan hidup ku sendiri" dalfi bersikeras dengan pendiriannya.


"Dalfi cobalah untuk mengerti, mommy mu yang memilih nya untuk mu, hargai dia yang sudah merawatmu sampai sebesar ini apa kau akan mengecewakan dia begitu saja." sean masih tetap bersabar menghadapi sikap keras kepala dari seorang dalfi.


"Aku tidak perduli, aku ingin hidup ku sendiri." dalfi berbalik dan melihat wajah mommy nya yang sudah berlinangan air mata di depan pintu.


braak..


Tubuh Alisha ambruk di hadapan dua pria beda usia itu, sean langsung berlari menghampiri istrinya sedangkan dalfi hanya diam di tempatnya.


"mom"


"sayang" teriak mereka bersamaan.


"sayang bangun sayang" sean menepuk-nepuk pipi istrinya, "ini semua karena kau dalfi, aku tidak akan memaafkan mu kalau sampai terjadi sesuatu pada istriku"


dengan perasaan cemas melihat keadaan istrinya yang tiba-tiba terjatuh pingsan, ia pun segera menggendong nya dan membawa istrinya ke rumah sakit terdekat.


sean mengendarai mobil nya, di susul oleh dalfi di belakangnya, " maafkan semua kekhalifahan ku mom" dengan perasaan bersalah nya dalfi pun mengikuti mobil Daddy nya dari belakang.


sampai di rumah sakit sean langsung membawa istrinya ke ruangan UGD untuk pemeriksaan secara intensif.


"Maafkan aku dad" ucap dalfi penuh dengan penyesalan.


"Sudah puas kau menyakiti hati mommy mu sendiri, kau tahu dalfi mommy mu sangat bahagia saat keluarga Diandra menyetujui perjodohan kalian, namun apa? kau menghancurkan semua mimpi nya begitu saja"


"maaf" hanya itu saja kata-kata yang keluar dari mulut dalfi.


...----------------...


Berbeda dengan dalfi yang menolak perjodohan nya, berbanding balik dengan Diandra yang merasa sangat bahagia dengan kabar perjodohan nya.


Diandra mengguling-gulingkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya, senyuman di bibir nya yang tak pernah berhenti menghiasi wajah cantik alaminya.


Diandra terus memeluk poto dalfi yang ia ambil saat bersama nya dulu, "Kak dalfi, aku sangat bahagia dengan perjodohan ini, apakah kau juga sama bahagianya seperti aku" Diandra berbicara dengan Poto yang berada di tangannya.


"Tau kah kak, aku sangat ingin memeluk mu saat ini" Diandra berbicara dengan poto dalfi yang sedang tersenyum manis.


tanpa Diandra sadari sedari tadi orang tuanya melihat semua gerak-gerik putri mereka, dengan tersenyum puas Amanda memeluk suaminya.


"kau lihat sendiri kan mas, putri kita sangat bahagia dengan perjodohan ini" amanda merasakan kebahagiaan yang putrinya rasakan saat ini.


"Iya sayang, aku harap kebahagiaan itu selalu menyertai putri kita kemanapun ia melangkahkan kakinya"


"jadi, ayo kita siapkan untuk acara besok malam, aku ingin acara nanti bisa menjadi hari yang selalu dapat di kenang sepanjang masa."


"Baiklah, sesuai dengan permintaan mu baginda ratu" davin setengah membungkukkan badannya dan memberikan ponsel kepada istrinya.


Amanda mencubit gemas pipi suaminya,


cup.


Amanda mengecvp pipi suaminya,


"kenapa udara di sini panas sekali ya" ucap seseorang yang berdiri di Depan pintu.