
Mas Rendy sama ayah mertua sampai tepat 5 menit sebelum berbuka puasa, mereka gegas mandi dan kami para wanita segela keperluan untuk berbuka. Ryu tak kalah ribut, dia yang berada digendongan Dinda terus saja berontak. minta diturunkan dimeja makan, mau acak-acakin.
Setelah semua duduk lengkap dimeja makan, langsung saja memulai buka bersama. kalo mas Rendy minum teh hangat terlebih dahulu, baru minum es dan lainya. lain hal nya sama aku, aku sih langsung saja minum es. Ryu juga sudah bjasa kuajak minum es, jadi tak perlu kawatir flu.
"Alhmdulilah, terima kasih bu pak buka bersamanya kayak direstoran."ucap ayah metua sembari tersenyum.
"Tak masalah pak, mari dinikmati,"jawab ayah ramah sembari mencomot tahu walik yang tadi mas Rendy beli.
Aku sedang menyiapkan empek-empek untuk mas Rendy, kuambilkan beberapa potong kutaruh dimangkuk lalu kusiram kuah cuka. aku sama Dinda makan empek-menggunakan piring yang sama, sedangkan Ryu duduk di keretanya sembari memegang buah apel.
"Pisang gorengnya manis ini, apa pisang dari agung?"tanya ibu mertua sembari memakan pisang goreng.
"Iya bu. ini Rendy yang bawa dari sana,"jawab ibu.
"Lagi mas?"tanyaku.
"Sedikit saja."jawab mas Rendy sembari memberikan mangkuknya padaku.
Terlihat dari wajah mas Rendy, jika dirinya benar-benar lapar. kutambahkan lagi 3 potong, lalu kusiram kuah.
Ayah sudah lebih dulu sholat magrib, sedangkan mas Rendy sama ayah mertua sedang ngobrol diteras depan. ibuku sama ibu mertua sedang ngobrol sembar memangku Ryu, aku sendiri sedang asik menikmati tahu walik.
Sudah menjadi kebiasaan jika habis buka puasa kami tidak langsung makan nasi, mengingat sudah banyak cemilan yang masuk kedalam perut kami.
"Ros ini Ryu kayaknya ngantuk, coba disusuin dulu."ucap ibu.
Segera kucuci tanganku, karna ada bekas soas yang mengenai tanganku. setelah bersih segera kuambi Ryu dari pangkuan ibu, lalu kubawa masuk kedalam ruang tv dan kususui. Satu botol susu sudah habis, nyatanya Ryu justru tengkurap lalu bermain bersama Dinda.
Kubaringkan beberapa saat tubuhku dimatras, samar-samar kudengar suara orang tertawa bersumber dari teras. aku penasaran, lalu kutengok dan tertnyata kedua mertua serta orang tuaku sedang ngobrol.
Tak lama ibu masuk kedalam ruang tv."Ros ayo siapkan makan malamnya, Rendy udah laper katanya."ucap ibu.
"Iya bu."jawabku sembari berdiri.
"Din sama Ryu dulu ya, mba mau nyiapin makan malam sama ibu,"ucapku.
"Iya mba."jawab Dinda
Aku segera berjalan masuk kedapur, ternyata disana sudah ada ibu serta ibu mertua. segera kubantu keduanya menata gelas serta piring untuk makan, setelah beres segera kupanggil para lelaki untuk makan.
"Wahh pesta nih."ucap mas Rendy sembari menyendokan nasi kedalam piringnya.
"Bingung ini yang mau makan pak,"ucap ayah mertua.
"Tinggal pilih saja pak, kalo mau daging sapi disamping juga ada."jawab ayah sembari tersenyum.
Ibuku pun segera mengambi nasi untuk dirinya sendiri, kalo ayah serta ibu mertuaku lebih suka pakai lauk sambal sama udang. karna didaerah mereka udang agak sedikit mahal, aku sih ya pasti menggunakan lauk lengkap dong. maklum ibu menyusui, jadi harus makan banyak.
Selesei makan, kami semua para wanita mengobrol diruang tv. sedangkan para pria, tengah santai diteras sembari ngopi.
"Dinda gak makan?"tanya ibu mertua.
"Nanti bu, belum laper."jawab Dinda sopan.
"Udah biasa bu, Dinda kadang malah gak makan nasi kalo buka,"ucap Ibu.
"Oh iya Nita gak puasa dong berati ini bu?"tanyaku.
"Enggak nduk, hari-hari biasa aja badanya sering sakit. apalagi diajak puasa,"jawab ibu mertua.
Perlu kalian tahu, jika Nita saat ini tengah mengandung. sebulan setelah nikah, dia langsung memberi kabar tentang kehamilanya. aku pribadi sudah tau akan hal itu, tapi aku cukup tahu saja tak perlu berkoar-koar.
"Kurang tau juga si bu, nanti kalo udah waktunya lahir kan ya lahiran,"jawab ibu mertua.
Tak lama mas Rendy masuk kedalam kamar, sembari mengajak Ryu. aku masih mengobrol sampai jam setengah 10, lalu kuajak ibu mertua masuk kedalam kamar untuk istirahat.
Sedangkan ayahku serta ayah mertua tengah mengobrol diteras, entah apa yang tengah diobrolkan urusan laki-laki.
...ΩΩΩ...
Pagi-pagi sekali Ryu sudah bangun, langsung nangis jerit-jerit minta susu. kebiasaan Ryu kalo bangun tidur langsung ribut, aku segera bangun langsung membuat susu formula untuk Ryu.
Semalam setelah menyiapkan makan sahur aku kembali tidur menemani, sedangkan ibu mertua serta ibuku menemani para lelaki yang tengah sahur.
"Apa seperti ini kalo bangun tidur nduk?"tanya ibu mertua sembari menyusui Ryu.
"Iya gak pasti bu. kadang nangis kadang juga enggak,"jawabku sembari tersenyum.
Aku masih sungkan dengan ibu mertua, apalagi kemarin siang aku menjelaskan masalah uang itu. dan akupun bertanya apa iya mas Rendy sering dikirim uang, aku juga bilang pada ibu jika Nita itu omonganya tolong dijaga.
"Ibu mau pulang pagi-pagi?"tanyaku.
"Iya nduk. kasian Nita dirumah gak ada temenya,"jawab ibu mertua.
"Si Fero memang kemana bu?"tanyaku.
Karna setauku suami dari Nita ini menganggur, tidak kerja distay dirumah terus."Fero kalo siang sering ke kebun singkong."jawab ibu.
"Em ya bu, hati-hati dijalan makasih udah nengokin Ryu,"ucapku.
Selsei menyusu Ryu dibawa keluar oleh ibu mertua, aku langsung membereskan kamar yang berantakan. lalu aku pun menyusul keluar, membawa botol susu Ryu kedapur lalu mencuci.
Kulihat ayah sedang ngobrol sama mertua, sedang mas Rendy menggendong Ryu seraya diikuti ibu mertua dari belakang."Bu sedang apa?"tanyaku.
"Eh Ros. ini sama ayah kamu suruh bawain mertuamu beras,"jawab ibu.
"Mau dibawain berapa?"tanyaku.
"25 kg kata ayah."jawab ibu.
Aku kaget dong, banyak banget lo itu. mereka kesini saja gak bawa apa-apa, enak amat pulang bawa beras sebanyak itu. maaf aku ini bukan pelit, tapi memang aku sayang aja lah mengingat ibu mertuaku pelit.
"10 kg aja bu. nanti kalo ayah tanya, bilang itu suruhanku."jawabku.
"Yaudah iya,"ucap ibu sembari menimbang kembali beras yang akan dibawakan mertuaku.
Kupanggil mas Rendy yang tengah menggendong Ryu, akan kumandikan terlebih dahulu karna udah siang."Mandi dulu yuk Iyu,"ucapku sembari mengambil Ryu dari gendongan mas Rendy.
Setelah kumandikan lalu kepakaiakan baju, sedangkan mas Rendy sudah siap akan pergi ke desa agung. ibu serta ayah mertuaku juga sudah siap, akan kembali pulang.
"Makasih bu sudah nengokin Ryu,"ucapku sembari menyalami kedua mertuaku.
"Sama-sama nduk, sehat terus ya Iyu,"jawab ibu sembari mencium kepala Ryu.
Sebelum jalan, ibu sempat memberiku uang. aku ingin mengembalikan, namun tidak enak karna didepan kedua orang tuaku. setelah mereka pergi, segera kubawa Ryu masuk kedalam lalu kutidurkan diatas ranjang.