After Wedding

After Wedding
SS 2 kejujuran dalfi



Dengan penuh pertimbangan dalfi pun mencoba memberikan pengertian untuk diandra, "Ra, maafkan aku yang sudah menjebakmu ke dalam pernikahan ini".


dalfi menghentikan sejenak ucapannya, sedangkan diandra masih setia mendengarkan apa yang akan dalfi katakan pada nya.


dalfi menghela nafas panjang, lalu melanjutkan kata-katanya, "mungkin aku tidak bisa mencintaimu sepenuh Nya, karena di hatiku sudah ada seseorang yang sangat aku cintai, namun karena keinginan mom alisha aku akan tetap menikahi mu"


duaaaarrr....


bagai tersambar petir di siang bolong, perkataan jujur yang di ucapkan dalfi, bagaikan pedang yang menusuk jantung nya, perlahan air mata diandra pun luruh Begitu saja saat mendengar perkataan dalfi.


Diandra berpikir bahwa dalfi bersedia untuk menikahi nya hanya karena perjodohan ini, dalfi pun terpaksa harus melakukan pernikahan ini karena permintaan mommy nya.


pada awalnya, Diandra berpikir bahwa dalfi juga sama mencintai nya, namun nyatanya dia salah besar, ternyata pria yang begitu dia cintai telah memiliki cinta yang lain.


Diandra merasa syok dan hampir terjatuh jika dalfi tidak menahannya, Diandra memegang tangan dalfi dan melepaskan nya perlahan.


"Kau tidak perlu menikahi aku kak, pergilah kejar cinta mu, aku akan baik-baik saja di sini walau tanpa mu" diandra berkata sembari menahan sesak di dadanya.


"Aku akan tetap menikahi mu diandra"


"Tidak perlu, aku memang mencintai mu kak, tapi aku tidak akan sudi saat cintaku harus terbagi, kau tenang saja aku sendiri yang akan berbicara kepada orang tua kita." diandra berkata dengan sangat tegas.


"Apa maksudmu? orang tua kita bahkan sudah menentukan tanggal dan hari yang baik untuk pernikahan kita" dalfi menatap mata diandra yang penuh dengan kesedihan dan kekecewaan.


Diandra berkata sambil membelakangi dalfi ia tidak ingin jika dalfi melihat Betapa rapuhnya dirinya saat ini.


"Aku akan tetap menikahi mu karena itulah janjiku kepada mommy." setelah mengucapkan hal itu dalfi pun pergi meninggalkan diandra sendirian di sana.


Bagai di terbangkan jauh ke atas awan, lalu di hempasan ke dasar jurang, itulah per umpamaan yang sedang diandra rasakan saat ini..


tubuhnya kini tersungkur di atas lantai, diandra menangis sedih karena cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan.


"kenapa sesakit ini aku mencintaimu kak, kau akan menikahi aku karena sebuah janji yang kau ucapkan kepada mommy mu sendiri, lalu bagai mana nasib penikahan kita nantinya." Diandra berkata sambil terus memukul Dadanya yang terasa sesak.


"Maafkan aku ra, aku tidak bermaksud demikian" dalfi bersembunyi di balik dinding itu menyaksikan betapa sedihnya dan terlukanya diandra saat ini.


setelah beberapa saat kemudian saat Diandra sudah merasa tenang, ia pun berjalan menuju kamarnya, melewati semua orang yang sedang berkumpul di sana.


namun langkah nya terhenti, saat rio adik nya memanggil dirinya, " hei kak mau kemana kau?"


Diandra tersenyum manis pada adiknya, " kakak mau mengambil sesuatu dulu sebentar"


Diandra menaiki tangga dan sedikit berlari, sekilas ia melihat seorang wanita muda yang berada di samping dalfa dan rio.


Namun ia tidak memperdulikan nya, saat ini diandra harus pergi ke kamarnya membasuh wajah dan memperbaiki riasannya, Agar orang tua nya tidak mencurigai bahwa ia baru saja menanggis.