
Slre ini aku serta mas Rendy izin dulu pulang kekontrakan, untuk sekedar mandi serta ganti baju.
Kalo ayah ibu serta bibi sudah mandi disini karna mereka bawa baju ganti. malam ini ahirnya acara tujuh bulanan telah usai, meski aku pribadi sangat kesal serta kecewa dengan ibu mertuaku yang sangat pelit, begitu banyak yang kurang.
Begitu acara selesai aku ayah, ibu, bibi, serta mas Rendy langsung kembali kekontrakan. ibu nebeng mas Heru sedangkan ayah ikut motor mas Erik, lalu aku bibi serta mas Rendy bonceng bertiga.
Sampai di kontrakan aku segera mengganti baju rumahan,kulihat mas Rendy sedang mengobrol dengan ayah, mas Heru serta mas Erik.
"Bibimu mana Ros?"tanya ibu saat melihatku duduk sendri dikursi makan.
"Mungkin masih isya' bu, makan dulu bu tadikan belum makan disana."ucapku.
"Ibu sudah gak ketelen lagi nasi Ros, ibu sudah kecewa sama mertua kamu. benar-benar pelit serta perhitungan,"jawab ibu sambil menarik nafas panjang.
"Kya bu, aku sudah dengar dari tetangga. tapi baru merasakan sekarang,"ucapku pelan, tak lama bibi juga keluar dari kamar lalu segera gabung.
"Iya Ros, bagaimana kalo kamu lahiran disana? bibi gak bisa bayangin."jawab bibiku dengan raut muka tidak suka.
"Aneh mertuamu Ros, sudah tau mau ada besan yang datang. entah dimakan entah enggak penting siapkan dulu sarapan, apalagi kemaren ibu juga bawa lauk,"ucap ibuku kesal.
"Iya gara-gara tadi telat makan rasanya sekarang masuk angin aku mba,"jawab bibi salma.
"Yaudah segera makan Sal, lalu minum tolak angin setelahnya segera tidur."ucap ibu sambil beranjak dari duduknya mengambil piring untuk bibi serta ibu sendri.
"Kamu makan lagi gak ros?"tanya bi Salma.
"Enggak ah bi, aku masih kenyang. bibi sama ibu makan saja."jawabku sembari mengambil tahu walik yang tadi sempat kami beli sebelum pulang kekontrakan.
"Nanti jika ayahmu lapar biar makan sendri saja, kalo nunggu ayahmu ibu keburu pingsan,"ucap ibu sambil mulai menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
Selesei makan malam kami ngobrol dulu sejenak, setelahnya segera kami beranjak ketempat tidur.
"Ibu sama bibi tidur dikamar saja."ucapku sembari mengambil selimut tebal dari dalam lemari.
"Lalu kamu sama Rendy mau tidur dimana ros?"tanya ibu penasaran.
"Aku sama mas Rendy tidur dikamar tamu saja, ayah biar tidur sendri didepan tv,"jawabku, meski didepan tv tapi ada matras yang biasa kami gunakan jika sedang menonton tv.
"Yaudah gak apa-apa mbk, kita tidur dikamar saja biarkan Rosa tidur sama Rendy."jawab bi Salma sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang, lalu diikuti ibu yang berbaring disebelah bi Salma.
"Yasudah aku kekamar dulu ya bi ibu, aku juga mau istirahat dulu."pamitku sambil segera berlalu menuju kamar tamu.
Segera kurebahkan tubuh lelahku diatas ranjang, sambil menatap langit-langit kamar pikiranku berkelana. aku masih tidak habis pikir dengan ibu mertuaku yang sangat-sangat pelit.
Tak lama mas Rendy masuk kamar, dengan segera mas Rendy menyusulku membaringkan tubuhnya diatas ranjang, tak butuh waktu lama kami segera terlelap karna memang sudah benar-benar mengantuk.
...ΩΩΩ...
Lagi-pagi sekali aku sudah bangun, bibi ayah serta ibu juga sudah bangun bahkan sudah menikmati minuman hangat ditemani pisang goreng yang tadi digoreng bibi.
Aku segera kedapur untuk membuat kopi mas Rendy, sedangkan mas Rendy sendri tengah memandikan burung bersama ayah, setelah selesei membuat kopi segera kususul mereka yang tengah mengobrol diteras.
"Ibu sama ayah memang mau pulang hari ini juga?"tanyaku sambil meletakan kopi mas Rendy diatas meja.
"Bibi juga mau pulang hari ini?"tanyaku sambil menatap bi Salma.
"Iya Ros, katanya tadi Rendy yang mau ngantar."jawab bi Salma, memang jarak rumah bi Salma tak begitu jauh. sangat beda jika dibanding dengan rumah ibu.
"Yaahhh sepi lagi dong. semua pada pulang hari ini."jawabku sambil merengut.
"Tidak apa-apa Ros, sebentar lagi kan kamu pulang kerumah ibu. kita kumpul disana,"ucap ibu sambil mengelus rambutku.
"Eh iya bu, dua minggu lagi aku udah pulang kampung kerumah ibu,"jawabku sambil memeluk tubuh ibu, meski sudah berumur tapi ibuku sangat masih terlihat bugar.
"Ayo bi kita bikin sarapan, mau masak apa ya bi enaknya?"tanyaku pada bi Salma.
"Masak sup saja Ros, nanti kita bikin sambal kecap,"jawab bi Salma sambil tersenyum.
"Ayo Sal kita kedapur udah siang ini, nanti mobilnya keburu sampai."ajak ibu.
Dengan segera bi Salma serta ibu masuk kedalam. mas Rendy duduk diteras sambil meminum kopi buatanku, sedangkan ayah masih dihalaman bersama burung.
"Burungnya biar dibawa ayah saja,"ucap mas Rendy tiba-tiba.
"Yakin mau dikasih ayah burungnya, emang gak sayang mas?"tanyaku, karna kulihat mas Rendy mengurus burung itu sedari kecil.
"Gak apa-apa ayah suka banget sama burung itu jadi biar dibawa saja,"jawab mas Rendy lagi.
"Yasudah terserah kamu deh mas, aku mau kebelakang dulu bantuan bibi sama ibu masak."ucapku sambil berlalu masuk kedalam. sampai didapur kulihat ibu sedang mengiris sayuran sedangkan bibi sedang mencuci ayam.
"Bu bikin sambal agak banyak saja, biar nanti sore aku gak perlu bikin sambal lagi,"ucap sambil duduk disebelah ibu.
"Iya Ros, oiya Ros sebaiknya kamu segera pulang kampung jika urusan dsini sudah selesei,"jawab ibu sambil mengiris sayuran.
"Iya bu nanti begitu resign aku langsung pulang kampung, nanti ibu jadi jemput kan bu?"tanyaku.
"Tentu saja Ros, pasti ibu jemput."jawab ibu sambil memasukan sayuran kedalam kuali berisi air panas.
Tak lama bi Salma juga datang langsung memasukan daging ayam kedalam sop. sambil menunggu sup matang kami membuat sambal kecap. saat semua sudah siap segera kupanggi ayah serta mas rendy.
"Mas yah sarapan dulu yuk,"panggilku.
"Ayo yah sarapan dulu,"ajak mas Rendy pada ayah.
"Ayoo."jawab ayah sambil beranjak dari duduk lalu masuk kedalam.
Sampai di meja makan kulihat ibu sudah sibuk menyiapkan segala kepeluan sarapan, setelahnya kami segera sarapan, selama sarapan berlangsung tak ada obrolan diantara kami.
"Bu sebaiknya sebelum jalan ibu tidur dulu supaya tidak pusing,"ucapku sambil memijat kaki ibu.
"Iya Ros ini juga sudah terasa mengantuk."jawab ibu mulai memejamkan mata.
"Bibi juga tidur dulu, nanti biar diantar mas Rendy pulangnya "ucapku pada bi salma.
"Iya Ros, nanti saja agak sore biar gak panas."jawab bi Salma, sekarang tidak hanya ibu sama bi Salma saja yang tidur tapi akupun juga terlelap.