After Wedding

After Wedding
SS 2 menerima perjodohan



Dua jam telah berlalu namun para dokter belum juga keluar dari ruangan tersebut, sean merasa sangat khawatir dengan kondisi istrinya, begitu juga dalfi yang berbeda di sana.


terlihat dari kejauhan dalfa sedikit berlari menghampiri Daddy dan adik kembarnya, " bagaimana keadaan mommy? apa semuanya baik-baik saja"


dalfa bertanya kepada adik kembarnya namun dalfi hanya menggelengkan kepalanya, karena ia sendiri pun tidak tahu apa yang sudah terjadi pada mommy kesayangan nya.


"kenapa bisa begini dad, apa yang sudah terjadi sebenarnya? dalfa dengan raut wajah bingung nya bertanya kepada sang daddy.


"Entahlah mommy mu tiba-tiba jatuh pingsan, dan itu semua karena ulah adikmu yang egois itu" Sean langsung menatap tajam kearah putra keduanya.


"Maaf" hanya kata itu yang selalu keluar dari bibir dalfi.


"Sudahlah kita tunggu saja sampai dokter selesai memeriksa kondisi mommy" dalfa berkata dengan bijak karena ia tidak ingin jika adik dan Daddy nya sampai bertengkar di sana.


ceklek


ruangan pun terbuka Dokter keluar dari ruangan alisha, " Dokter bagaimana keadaan mommy dok," saat melihat dokter dalfi langsung berlari ke hadapan sang dokter dengan wajah cemasnya.


"Nyonya Alisha sudah melewati masa kritis nya, dia terkena serangan jantung mendadak mungkin di sebabkan karena syok hingga tekanan darah tinggi, beruntung kalian dengan cepat membawanya kemari jadi kami masih bisa menanganinya dengan cepat."


Dengan perasaan bersalahnya dalfi Langsung masuk begitu saja tanpa mendengar penjelasan dokter lagi, sedangkan dalfa dan sean yang melihat dalfi hanya menggelengkan kepalanya.


setelah berbicara dengan dokter, Sean dalfa pun mengikuti dalfi memasuki ruangan tersebut, alisha masih tertidur di brankar pasien, terlihat wajah nya yang pucat dan selang infus yang menancap di tangannya.


"Mom bangunlah aku mohon maafkan aku, aku berjanji apapun yang mom minta aku akan siap melakukan nya demi mom" dalfi berbicara dengan tulus dari hati nya.


sean merasa sangat kasihan kepada putranya lalu menyadarkan dalfi yang terus mengucapkan janji-janji Kepada Alisha.


"Dalfi sebaiknya, kau tidak perlu berjanji apapun kepada mommy mu jika nanti kau tidak bisa menepati janji mu, maka kau akan melukai hati mommy mu kembali"


Sean berbicara dengan tegas memperingatkan putranya agar tidak salah bicara, dan justru akan melukai hati istri-nya kembali bila saat nanti alisha meminta suatu hal yang tidak bisa dalfi lakukan.


"Tidak dad, aku berbicara dengan bersungguh-sungguh jika mommy menginginkan aku menikah dengan diandra pun, aku akan siap menikahi nya kapan pun juga."


"Dalfi, apa yang kau katakan itu benar nak?" alisha berkata dengan nada lemah nya, sambil mengusap wajah tampan putranya.


"Mom kau sudah sadar" dalfi merasa sangat bahagia melihat mommy nya sudah membuka matanya.


"Sayang, apa kau butuh sesuatu" Sean langsung menghampiri istrinya.


alisha Hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "yang aku inginkan akan segera di berikan oleh putra kecil kita dalfi mas."


Sean hanya mengangguk, kini giliran dalfa yang bertanya tentang keadaan alisha, ia juga merasakan yang sama dengan yang lainnya.


"sudahlah mom baik-baik saja, mom hanya sedikit pusing saja, dan mom senang akhirnya adikmu dalfi mau menerima perjodohan ini"


Dalfa mengerutkan keningnya karena ia tidak tahu menahu soal perjodohan adik kembarnya.


"Ini semua demi mom, aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan mu" dalfi berbicara dalam hatinya, karena ia tidak ingin melukai hatinya Mommy nya yang sangat ia sayangi.