
Terhitung hari ini sudah tiga hari Rosa meninggalkan aku, selama itu pula aku seperti anak ayam yang dtinggalkan oleh induknya.
Aku bingung, aku gundah aku kehilangan arah.
Ternyata Rosa begitu berarti dalam hidupku, aku menyesal sungguh sangat menyesal.
Hari-hari yang kulakukan semenjak perginya Rosa hanya melamun, merenungi kesalahanku tak lupa aku berdoa agar Rosa segera kembali.
"Sudah makan belum Rend?"tanya ibu ketika membuka pintu kamar, semenjak Rosa pergi aku menginap dirumah ibu karna aku tidak bisa masuk kekontrakan.
"Belum lapar bu!"jawabku pelan, boro-boro makan punya rasa lapar saja tidak.
"Rend ibu tau Rosa itu istrimu tapi kamu juga jangan nyiksa diri dong, makan Rend untuk mencari Rosa juga butuh tenaga."oceh ibuku.
"Bu apa Rosa gk akan pulang lagi? apa Rosa lupa ya bu sama Rendy?"tanyaku seraya memeluk tubuh ibu sambil menyandarkan kepala dipaha ibu.
"Enggak Rend, ibu yakin Rosa segera pulang. dia hanya butuh waktu untuk sendiri Rend cobalah untuk bertahan Rend,"nasehat ibu dengan mengelus pelan kepalaku.
"Aku rindu Rosa bu, apa segitu marahnya Rosa hingga pergi?"tanyaku pada ibu, tak bisa lagi kutahan air mata, tak kupikirkan lagi rasa malu didepan ibuku.
"Sbar ya Rend sabar, berdoa semoga Rosa segera kembali lalu berkumpul bersama,"ucap ibu lagi sambil tetap mengelus rambutku, tak lama ibu keluar dari kamarku, membiarkanku untuk berpikir merenungi nasibku.
...ΩΩΩ...
"Makasih ya bi Sum, beberapa hari ini sudah mau menampung Rosa."ucapku sambil memegang tangan bi Sum, ya hari ini aku Rosalia memutuskan untuk kembali. cukup waktu 3 hari untuk menghukum sikap kekanak-kanakan mas Rendy.
"Iya Ros, hati-hati segera kabari bibi jika sudah sampai rumah."pesan bisum, kujawab pesan bisum dengan senyum dan anggukan kepala.
Aku segera berjalan menuju kantor, ya tempat persembunyianku tidaklah jauh, melainkan pojok kantorku sendri namun tidak akan ada yang curiga pastinya.
Begitu sampai parkiran kulihat hanya ada motor Mutia berati yang lainya belum datang, gegas aku naik keatas untuk menemui mutia.
"Pagi Mut,"sapaku ramah, sontak saja Mutia mendongakan kepala dengan mata melotot dan reflek dia langsung berdiri.
"Ros ini beneran kamu kan?kamu baik-baik ajakan Ros?"tanya Mutia sambil memegang lalu memutar-mutar tubuhku.
"Hei kau itu kenapa? sudah pasti aku baik-baik saja karna sudah ada didepanmu."jawabku santai.
"Kamu kemaren kemana aja Ros? suamimu pagi-pagi sudah datang kekantor mencarimu,"ucap Mutia, sambil menuntunku untuk duduk dikursi.
"Aku hanya sedang menenangkan fikiran Mut, aku ingin sendri. maaf jika aku merepotkan kalian semua."jawabku dengan suara pelan.
"Tidak Ros, bukan begitu. hanya saja kami khawatir, karna kan kamu sedang hamil."ucap Mutia lembut sambil mengelus pundak. saat tengah asyik mengobrol datanglah Arga bersama Rio.
"Alamak mimpi apa aku semalam? hari ini bertemu Rosalia,"ucap Arga mendramatisi keadaan.
"Gosah lebay de Ga, kumat gilanya,"jawabku sambil tertawa.
"Kemna saja kau selama ini? kami kebingungan mencari kau tau,"ucap Arga dengan muka sengok.
"Hei kamu itu apa-apaan? Rosa sudah kembali dan baik-baik saja, yasudah apa lagi masalahnya?"tanya Rio santai, aku yakin Rio tau alsanku pergi untuk beberapa hari ini.
"Ish tapikan aku khawatir,"jawab Arga sambil mencebik.
"Khawatiran juga Rendy, yang suaminya Rosa. karna Rosa pergi bawa anaknya, ayo sana cepat kerja!"titah Rio, dengan malas Arga berjalan menuju mejanya, aku yakin Arga jelas mengumpat Rio hahaha.
"Sehat Io, oiya Mut Io aku kembali kemeja dulu ya, maaf jika kemaren-kemaren aku nyusahin kalean,"ucapku tidak enak.
"Its oke Ros, kembalilah kemejamu,"jawab Mutia dengan senyum mengembang.
Segera kuayunkan langkah kakiku menuju meja yang sudah tiga hari ini kutinggalkan. ada rasa rindu yang terselip jika mengingat satu bulan lagi aku harus resign.
Sakit memang meninggalkan tempat yang sudah menemaniku selama hampir lima tahun, kupandangi sekeliling ruangan tidak banyak berubah dari pertama aku datang hingga sekarang.
...ΩΩΩ...
Jam empat sore kerjaanku sudah kelar, aku hanya tinggal menunggu Mutia. tadi aku sudah bilang padanya jika nanti pulang aku ikut denganya saja.
Saat ini kulihat dia tengah focus dilayar komputernya, perlahan aku berjalan mendekat lalu duduk dikursi sebelah Mutia.
"Sebentar ya Ros ini tinggal dikit lagi,"ucap Mutia sambil tersenyum kearahku, kulihat Rio juga Arga sudah tidak ada tumben.
"Iya Mut santai, oiya Rio sama Arga udah pulang?"tanyaku sambil melihat sekeliling.
"Mereka sedang ada audit Ros, tadi siang tiba-tiba tim audit datang. jadi mereka yang mewakili kita."jawab Mutia sambil mematikan komputer, lalu memasukan barang-barang pribadi kedalam tasnya.
"Oh gitu."jawabku sambil manggut-manggut.
"Ros kamu sudah kasih tau belum Rendy, kalo hari ini kamu pulang,"tanya Mutia sambil kami berdua jalan kebawah.
"Belum Mut biar aja dulu, nunggu nanti kalo aku sudah sampai rumah."jawabku lagi, aku segera naik keatas motor lalu perlahan mutia menjalankan menuju kontrakan kami. begitu sampai dihalam aku segera turun dari motor dan mempersilahkan mampir.
"Mampir yuk ngeteh dulu,"tawarku pada Mutia
"Lain kali saja ya Ros, Ros segera kabari Rendy jangan sampai magrib-magrib sendrian."pesan Mutia.
"Iya Mut hati-hati yaa,"jawabku sambil melambaikan tangan.
Perlahan kucari kunci yang berada didalam tasku, begitu ketemu segera kubuka pintu kontrakan, pemandangan pertama yang kulihat ya masih sama seperti saat aku pergi.
Perlahan kubuka pintu kamar lalu aku masuk dan duduk dipinggir ranjang, barusaja hendak membaringkan tubuh kudengar ketukan pelan dari pintu, segera ku bangun lalu kubuka pintu kontrakan.
"Ros yampun, apa kamu baik-baik saja ros?" tanya mb Rini, ternyata mb Rini juga mas Heru yang datang.
"Aku baik kok mba, maaf ya mba aku menyusahkan. aku cuma butuh ketenangan."jawabku pelan sambil membalas pelukan mb Rini.
"Enggk Ros, kami kawatir kamu juga sedang hamil Ros."ucap mb Rini lagi.
"Ros sebaiknya kalo ada msalah dibicarakan saja ya, jangan seperti ini kalian berdua sudah dewasa,"nasehat mas Heru pelan.
"Iya mas, makasih nasehatnya maaf ya mas aku ngerepotin,"jawabku lagi.
"Enggk negerepotin Ros, kamu sudah ngasih kabar Rendy belum kalo kamu sudah drumah?" tanya mba Rini.
"Belum mba, niatku mau beres-beres dulu baru mau ngabari,"jawabku pelan.
"Harus dikabari ya Ros, ingat kamu sedang hamil pamali malam-malam sendiri."ucap mba Rini, tak lama mas Heru juga mb Rini pamit pulang karna hari sudah semakin sore, setelah merka berdua pulang aku sgera berlari kekamar mandi untuk membersihkan tubuh lengketku.