After Wedding

After Wedding
SS 2 Pertemuan Tuan Roman



Di ruangan VIP rumah sakit ternama di kota, seorang pria paruh baya masih berbaring di brankar pasien, dia lah tuan Roman pemilik RM Diamond.


ia terus menatap ke arah pintu berharap anak satu-satunya datang bersama dengan istrinya, sudah satu Minggu ia terbaring di atas ranjang rumah sakit namun tak ada satupun keluarga yang datang menjenguk nya.


tokk...tokk... tokkk


ceklek


"tuan saya datang bersama dengan tuan Adiwijaya dan para asisten nya" Gio menunjuk pada dua pria muda.


Gio mengangkat sedikit brankar tuan roman agar lebih nyaman saat berbicara pada koleganya, dan gio pun mulai memperkenalkan dalfa dan rio, kepada tuan roman.


Namun gio Tidak melihat Mikayla di sana, Rio yang menyadari hal itu ia pun langsung memberi tahu jika kayla akan datang sebentar lagi, karena ada saru berkas yang tertinggal di dalam mobil.


Mereka pun mulai bercakap-cakap memulai pembicaraan yang lebih santai dan tidak terlalu serius, mengingat tuan roman sedang sakit.


tiba-tiba pintu terbuka, semua mata melihat kearahnya, tuan roman langsung berusaha untuk duduk saat melihat Kayla lah yang datang menemuinya.


"Tuan apa yang anda lakukan" gio begitu panik saat melihat tuannya langsung mencabut selang infus yang berada di tangannya.


berbeda dengan tuan roman yang begitu bahagia melihat keponakan yang selama ini ia cari, kayla justru terlihat acuh dan tak perduli.


itu menjadi sebuah pertanyaan bagi dalfa dan juga rio, gio memencet alarm untuk memanggil dokter untuk memenangkan tuan roman.


setelah dokter darang membawa merawat tuan roman, mereka pun diminta untuk menunggu di luar.


Kini mereka semua berada di luar ruangan tuan roman, semua mata memandang ke arah kayla, banyak pertanyaan yang berada di dalam hati mereka masing-masing.


namun tidak dengan dalfa yang tetap cuek dan tidak perduli sama sekali, karena ia berpikir itu bukanlah urusannya.


kayla menatap pada dua pria yang berada di hadapannya namun, hanya rio saja yang menganggukkan kepalanya sebagai kode ia mengijinkan peegi bersama gio.


kini mereka berada di taman rumah sakit, dengan suasana yang sedikit sunyi, karena akan turun hujan, gio mulai membuka pembicaraan serius pada kayla.


"Nona Mikayla Anindita, apakah kau mengenal tuan roman"


kayla diam tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut.


"Nona apa kau mendengar ku?" gio bertanya kembali pada kayla yang masih terdiam.


"Aku tidak mengenal nya." jawaban Kayla membuat gio menarik nafas panjang


"jawablah dengan jujur nona"


"aku memang tidak mengenal nya" jawaban kayla Masih tetap sama.


"baiklah jika kau tidak mau mengaku" Gio tersenyum dalam hati nya. "seperti kata tuan roman, kau adalah gadis yang keras kepala nona" gumam gio dalam hatinya.


kayla melihat gio hanya diam saja, lalu kemudian ia mulai akan pergi meninggalkan gio dari sana , namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut gio.


"Paman mu sudah mencarimu selama bertahun-tahun nona, apa kau tidak merindukan nya.''


mendengar perkataan itu Kayla tersenyum sinis, " kenapa dia harus mencari ku, bukan kah dia yang membuangku ke desa, setelah ia mengambil semua nya dariku" Kayla dengan penuh emosi.


melihat kayla yang begitu emosi gio pun akhirnya mengajaknya duduk untuk menenangkan pikiran kayla.