
Waktu pun bagai berlari. Berlalu dengan cepat sekali. Tak terasa akhir pekan pun telah tiba.
Hubungan Nayla dan Elang pun berjalan dengan lancar dan manis. Elang akan mengantarkan Nayla pergi kerja atau menjemputnya di sore hari.
Tapi sayangnya Nayla belum bisa bercerita pada sang kakak tentang Elang. Dikarenakan kesibukan Nadia yang luar biasa. Nadia baru saja mendapatkan proyek besar dalam pekerjaannya dan mengharuskannya pergi ke luar kota untuk beberapa hari. Dan tentunya kepergian Nadia ditemani sang suami, Alex.
Suatu hal yang tak mungkin jika Alex mengizinkan istrinya itu pergi sendiri. Pastinya Alex akan uring-uringan dan para pegawainya yang menjadi sasaran.
Kepergian Alex dan Nadia pun membuat Nayla harus tinggal di rumah mereka untuk sementara waktu. Nayla harus menemani keponakannya yang bernama Nadine dan masih berusia 4 tahun.
Waktu Nayla untuk bertemu Elang pun menjadi lebih sedikit karena ia tak berani membawa seorang laki-laki masuk ke dalam rumah sang kakak. Nayla tak ingin membuat Nadia merasa kecewa padanya.
" Nay, kita jemput jam 8 malam yaa... Kita pergi malam saja agar perjalanan gak macet," ucap Nadia. Padahal kakaknya itu baru saja pulang dari dinas kerjanya, tapi karena ini adalah perintah ayah mereka maka Nadia dan Alex pun memaksakan diri untuk pergi.l
" Oke," jawab Nayla.
" Kamu harus udah siap ya, pas kita jemput nanti," ucap Nadia lagi.
" Oke," lagi-lagi Nayla hanya menjawab dengan singkat.
***
Malam harinya Nadia menjemput tepat pada waktunya. Dengan terburu-buru Nayla berjalan menuju lantai bawah dengan Air buds yang menempel di kedua telinganya. Saat ini Nayla tengah berbicara dengan Elang. Ia tengah berpamitan pada kekasihnya itu.
Elang mengatakan jika ia akan merindukan Nayla selama dua hari ini. Nayla yang mendengar itu merasakan senang dalam hatinya. Ia merasa Elang memang peduli padanya.
" Ingin rasanya memeluk dan cium kamu, Nay. Sebagai bekal karena dua hari ini tak akan bertemu," kata Elang.
Nayla hanya tersenyum dengan pipi merona merah. Untung saja Elang tak bisa melihatnya.
Nadine yang merupakan putri dari sang kakak Nadia, sudah menunggu Nayla dengan wajah antusias dan bahagia. Gadis kecil itu bergerak centil di pangkuan Papanya yang sedang duduk di bangku kemudi.
" Onty Nay !!!" Teriaknya sambil tertawa-tawa karena merasa kegelian diciumi papanya. Sedangkan Nadia terlihat kelelahan di bangku sebelah Alex.
Nayla cepat-cepat mematikan panggilannya pada Elang dan bergegas masuk ke dalam mobil Alex. Ia duduk di bangku belakang.
" Ayo pindah duduknya sama Onty Nay," bujuk Alex pada Nadine si putri kesayangan.
Tentu saja Nadine mau menuruti bujukan papanya itu karena Nadine memang sangat dekat dengan Nayla. Gadis kecil itu bergelayut manja pada Nayla tanpa malu-malu.
" Maafin Mbak gak naik dulu," ucap Nadia yang duduk di depan bersama Alex. Wajahnya terlihat sangat kelelahan.
" Nggak apa-apa," sahut Nayla.
" Kamu tidur aja ya, Sayang," ucap Alex seraya membelai pipi Nadia dengan lembut. Bila dulu Nayla pernah merasa iri pada kemesraan mereka tapi kini tidak lagi karena dirinya pun telah merasakan bagaimana manisnya di perhatikan oleh seseorang yang kita sayangi.
Nadia mengangguk pelan, dan Alex mencium punggung tangannya sebelum ia menjalankan mobilnya.
Sedangkan Nayla sibuk mendengarkan cerita sang keponakan tentang apa yang ia gambar hari ini di sekolah play group nya.
***
Pukul setengah 11 malam semuanya telah sampai di rumah orangtua Nayla juga Nadia di Bogor. Kemacetan yang menjadi alasan perjalanan mereka lebih lama dari biasanya.
Perjalanan yang lama membuat semuanya tertidur, menyisakan Alex yang menyetir mobil sendirian.
Nayla langsung memasuki kamarnya yang dulu dan terletak tepat di sebelah kamar Nadia. Gadis itu langsung memberikan kabar pada Elang jika dirinya telah sampai dengan selamat.
Elang langsung membalas pesan yang Nayla kirimkan. Ia sengaja mengulur waktu tidurnya hanya untuk menunggu kabar dari kekasih hatinya itu.
Setelah berganti baju, Nayla kembali ke ruang keluarga. Di sana ada ayah, ibu dan juga kakak laki-lakinya Dimas. seperti halnya Nadia, Dimas Juga pulang me rumah karena perintah sang ayah.
Padahal Dimas pun habis melakukan dinas kerja di luar pulau. Ia adalah assiten kedua Alex di kantor.
Tak ada sesuatu apapun yang aneh, ternyata ayah mereka meminta anak, menantu dan cucunya untuk pulang karena ia merasa rindu pada mereka
Nayla pun merasa lega. Padahal ia sudah berpikiran negatif. Nayla takut jika ayahnya menyuruh mereka pulang karena kesehatannya memburuk. Maklum sang ayah memiliki riwayat sakit jantung yang cukup berat.
Setelah mengobrol ringan untuk beberapa saat. Satu-persatu undur diri untuk beristirahat di kamar masing-masing. Kecuali Nadine yang tidur bersama kakek neneknya.
" Ya Tuhan... Semoga tak ada suara-suara aneh dari kamar sebelah," ucap Nayla dalam hati. Mengingat kini Alex dan Nadia hanya berdua di kamar mereka.
Orang tua Nayla tak berpindah rumah walaupun Alex berulang kali menawarkannya. Mereka pikir rumah sederhana mereka cukup untuk berdua karena kini semua anaknya telah bekerja di ibukota yaitu di perusahaan Alex.
Untuk menggantinya, Alex membelikan sebuah mobil mewah pada orangtua Nadia. Ia juga menyediakan jasa supir pribadi dan asisten rumah tangga yang setiap bulannya menjadi tanggungan Alex.
Oleh karena itulah kamar Nayla masih bersebelahan dengan kamar sang kakak, Nadia.
***
Nayla bangun pagi seperti biasanya. Kini ia mempunyai kebiasaan baru di setiap pagi yaitu menunggu pesan singkat yang dikirimkan Elang. Semenjak resmi berpacaran, Elang selalu menyapanya di pagi hari dengan pesan singkat penuh rasa rindu dan cinta. Apa yang Elang lakukan membuat suasana hati Nayla menjadi jauh lebih baik.
Seperti hari ini, Nayla dengan penuh semangat membantu ibunya di dapur. Mereka menyiapkan makanan sebagai jumlah yang lebih banyak dari biasanya karena kini seluruh anggota keluarga berkumpul di sana.
Ibu Nayla memasak banyak jenis makanan juga kue. Nayla membantunya dengan sukacita malah Nadine pun ikut-ikutan membuat dapur lebih kotor lagi.
Setelah sarapan bersama Nayla kembali ke kamarnya. Ia pergi mandi dan berganti baju. Setelah itu Nayla bertukar pesan dengan Elang sambil tidur-tiduran. Lagu romantis menemani Nayla dalam menghabiskan waktu di akhir pekannya yang tanpa Elang itu.
Rasa rindu Nayla pada Elang kian membuncah saja saat lagu First Love yang dipopulerkan Nica Kosta terdengar di telinganya. Lagu cinta itu Nayla nyanyikan saat ia mendapatkan ciuman pertama dari Elang.
Larut dalam lamunannya membuat Nayla enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya. Padahal di luar sana ada seseorang yang mengetuk-ngetuk pintu rumahnya.
Nayla acuhkan ketukan di pintu itu. Ia pikir pasti ada yang membukanya karena keadaan rumah yang memang sedang banyak penghuninya.
Tapi...
Ketukan di pintu masih saja terdengar padahal itu sudah cukup lama. Malas-malas Nayla bangkit dari atas ranjangnya. Ia berjalan gontai menuju ruang depan untuk membukakan pintu.
" Pantas saja gak ada yang bukain pintu ternyata nggak ada siapa-siapa. Apa semuanya kembali ke kamar mereka masing-masing?" Gumam Nayla pelan. Nayla edarkan pandangannya, menelisik ruangan di rumah itu dan tak mendapati kedua orangtuanya atau pun kedua kakaknya di sana.
Tok tok..
Ketukan di pintu pun kembali terdengar. Nayla mempercepat laju jalannya untuk membuka pintu. " Tunggu sebentar," ucap Nayla agar seseorang yang mau bertamu itu bisa bersabar dan tak lagi mengetuk pintu.
Nayla pun memutar kunci pintu dan membukanya dengan perlahan. Mata Nayla membola sempurna saat seseorang yang sangat Nayla kenali berdiri tegak di pintu rumahnya.
" kejutan," ucap laki-laki itu sembari tersenyum lebar
To be continued ♥️