The Unexpected Love

The Unexpected Love
Manja



" Rafaaaa... Kenapa sih begini terus ? Dulu malam pertama kita juga, kamu seperti ini ! Apa kamu kerasukan lagi ?" Tanya Amelia pada Rafa yang masih saja senyum-senyum sendiri dengan tatapan mata kosong ke sembarang arah.


"Iiih sebel !!" Sahut Amelia lagi dan ia pun bergerak turun dari pangkuan suaminya itu.


Tahu Amelia akan turun dari pangkuannya membuat jiwa Rafa yang sedang melayang-layang kembali memasuki raganya. " Maaf sayang," bisik Rafa seraya memeluk tubuh Amelia agar tak pergi darinya.


"Kamu tuh kebiasaan deh kaya begini ! Aku takut tahu !" Rengek Amelia terdengar manja dan sumpah demi apapun Rafa sangat menyukainya.


"Maaf... Rafa lagi seneng banget," sahut Rafa sembari mencium gemas pipi istrinya itu.


"Senang karena aku mau ikut kamu ?" Tanya Amelia manja sembari mengalungkan lagi tangannya di leher Rafa.


Mati-matian Rafa menahan diri untuk tak melayangkan jiwanya lagi. Amelia yang bersikap manis dan manja padanya membuat Rafa itu terlalu bahagia.


Tanpa Amelia tahu, hati Rafa sedang bergoyang Pantura dengan iringangan melodi organ tunggal di dalam sana. Lelaki itu terus melengkungkan senyumnya saat Amelia bermanja-manja.


"Ayo makan dulu, biar sayangnya Rafa cepet sembuh. Mau makan apa ?" Tanya Rafa lagi.


"Apa saja asal sama kamu," ucap Amelia membuat hati Rafa semakin me-reog saja. Tak hanya goyang Pantura dan organ tunggal, kini dalam hatinya telah berganti konser orkes dangdut.


"Yaa ampun, Yang... Ntar lama-lama Rafa kena diabetes," ucapnya sambil tersenyum lebar.


Apa yang terjadi, melebihi harapan Rafa. Lelaki itu hanyalah mengharapkan kata cinta keluar dari mulut sang istri. Tapi kini Amelia membumbuinya dengan sikap manja dan kata-kata manis penuh rayuan.


"Diabetes kenapa ?" Amelia berkerut alis tak paham.


"Kata-kata manis dari sayangnya Rafa yang bikin Rafa diabetes," sahutnya lagi dan Amelia tersenyum mendengarnya.


Amelia dekatkan wajahnya dan meraih bibir Rafa dengan bibirnya. Ini adalah kali kedua Amelia menciumnya lebih dulu membuat jiwa Rafa kembali melayang-layang di udara.


Rafa balas ciuman Amelia dengan cara yang sama, ia pagut bibir istrinya itu dengan penuh perasaan cinta. Ke-dua tangannya memeluk erat tubuh sang istri agar tak menjauh darinya.


"Ah aku lupa lagi flu !!" ucap Amelia saat tautan bibir mereka terurai.


Amelia menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, menghindari bibir Rafa yang sudah maju maksimal itu. Ia terkekeh geli saat melihat Rafa yang begitu frustasi ingin menciumnya.


"Yang, pindah ke kasur yuk ?" Ajak Rafa penuh maksud dan Amelia sangat paham apa yang diinginkan oleh suaminya itu. Ia pun turun dari atas pangkuan Rafa dan menunggu suaminya itu untuk berdiri.


Saat Rafa sudah berdiri tegak, Amelia melompat pada suaminya itu hingga kini Rafa memangkunya bagai koala. "Nanti terus manja kaya gini ya ? Rafa suka," ucap lekaki itu dengan tatapan matanya yang penuh damba.


Mendengar permintaan Rafa, Amelia pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju. Ia pun membalas tatapan Rafa sama inginnya.


Baru saja Rafa hendak masuk ke dalam kamar mereka. Terdengar bel pintu yang berbunyi. "Isshhh," decak kesal terdengar dari mulut lelaki itu.


" Mmm ya udah biarin aja jangan dibuka," ucap Amelia yang saat ini masih dalam gendongan suaminya. Amelia sangat tahu jika Rafa sedang dalam hasratnya.


"Oke !" Sahut Rafa dengan senyumannya yang seluas samudra.


Ia pun menuruti perkataan sang istri dengan mengabaikan suara bel di pintu dan tetap melanjutkan langkahnya, membawa Amelia ke dalam kamar.


Rafa baringkan tubuh Amelia di atas ranjang dan ia pun menyusul istrinya naik. Baru saja Rafa akan menempelkan bibirnya di atas bibir sang istri, kembali terdengar bel pintu yang berbunyi.


Tak seperti tadi, kali ini bel pintunya berbunyi lebih dari satu kali. " Sepertinya penting, mungkin orangtua kita yang datang," ucap Amelia.


Rafa paham maksud istrinya itu, mereka harus menunda kegiatan yang sangat keduanya ingin lakukan karena ternyata si tamu tak juga pergi.


Rafa beranjak turun dengan wajahnya yang kesal. "Ih ganggu aja sih," decak kesal kembali keluar dari mulutnya.


Meskipun enggan, akhirnya ia berjalan menuju pintu dan membukanya. "Lama banget sih ! Lo budek apa gimana ?" Tanya si tamu dengan galaknya. ia berjalan masuk begitu saja.


"El !" Sahut Nayla seraya menampar halus lengan g suaminya itu. Ia mengingatkan Elang untuk menjaga ucapannya.


Bukannya senang mendapatkan sang kakak ipar berkunjung, Rafa malah menekuk mukanya. "Lo ngapain sih datang segala, El ?" Tanya Rafa.


Mata Elang mendeelik seketika saat mendengarnya. "Dasar adik ipar durhalek !!!" Desis Elang tak suka.