The Unexpected Love

The Unexpected Love
Tentang Hujan



"Apa salahnya aku bekerja satu ruangan dengan istriku sendiri ??" tanya boss Nayla tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Alex meletakkan laptopnya di atas meja dan berjalan menuju Nadia yang tengah duduk di kursi kebesarannya.


"Kamu tak akan pernah bisa mengusir aku, Nadia Wirahma," ucap Alex seraya menapakkan kedua telapak tangannya di atas meja Nadia. Ia condongkan tubuhnya agar bisa menatap lurus pada sang istri. " Atau... Kalau aku memang tak boleh berada di sini, aku akan menyeretmu paksa ke ruanganku dan mengurungmu seharian di sana. Tentu itu akan sangat menyenangkan," lanjut Alex lagi.


Nadia memelototkan matanya pada sang suami dan memberikan kode melalui mata. Mengatakan pada Alex jika Nayla sang adik berada di sana, di antara mereka.


Nadia lakukan itu agar Alex tidak semakin bicara sembarangan. Maklum lah, apapun akan berakhir mesoom pada Alex jika itu berhubungan dengan istrinya.


Sedangkan Nayla ia tundukkan wajahnya, mencoba untuk tidak peduli dan juga tak melihat pemandangan bossnya yang bucin akut itu. Sampai-sampai Nayla harus menyayikan lagu dalam hatinya agar ia tak mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut kakak iparnya itu. Sebuah lagu viral bergenre koplo yang menjadi pilihan Nayla saat ini, agar hatinya bergoyang saja daripada mendengarkan kata-kata bucin si kakak ipar. " yo.. ndak mampu aku....," kata hati Nayla yang sedang menyanyikan sebuah lagu.


Ini juga salah satu alasan Nayla tak mau tinggal serumah dengan mereka. Akan sangat berbahaya bagi dirinya yang masih single ini. Nayla takut tak kuat dengan kebucinan Alex pada Nadia.


Pernah suatu waktu Alex pergi ke luar negeri 10 hari lamanya. Saat ia kembali, Nayla tak diizinkan pulang dengan alasan Nadine, anak perempuan Alex dan Nadia masih ingin dengan "onty" mereka. Padahal yang sebenarnya terjadi ibunya Nadine- Nadia, dikurung oleh sang suami seharian penuh.


Nadia hanya keluar untuk mengambil makanan saja. Itu pun ia akan keluar dengan rambut basah terbalut handuk. Tak mungkin Nadia keramas sehari 4 kali bila tanpa sebab bukan ?


Nayla masih sibuk dengan pikirannya saat Alex berkata " Apa yang salah ? Adikmu sudah dewasa walaupun masih single,"


Seketika Nayla mendelikkan mata pada Alex si kakak ipar.


" usia Nayla sudah menginjak 23 tahun, sama dengan usiamu waktu kita dijodohkan dulu. Bagaimana jika Adikmu aku kenal kan dengan salah satu anak kolega ku?" Tanya Alex.


"Hah ?" Tanya Nadia dan Nayla secara bersamaan. Hati Nayla langsung menghentikan goyang Pantura nya.


"Ten-tentu aku akan mencarikan laki-laki baik untuk Nayla. Dia sudah seperti adikku sendiri," lanjut Alex karena ia mendapatkan tatapan mata protes kakak beradik itu.


"Perjodohan?" Nadia terlihat ragu.


"Kita pun dulu dijodohkan, sayang. Dan kamulah yang mengajak aku menikah lebih dulu," Alex menaik turunkan alisnya penuh maksud saat mengatakan hal itu. Dirinya tengah mengingat kenangan masa lalu saat Nadia dengan pasrah mengajaknya menikah dan itu adalah hal yang paling Alex syukuri dalam hidupnya.


Nadia amati wajah Alex yang sedang merasa jumawa karena Nadia lah yang mengajaknya menikah lebih dulu. "Hu'um, dan aku menyesal sebenarnya mengajakmu menikah," ucap Nadia.


"A-apa ?" Desis Alex.


"Oohhhh kamu akan mendapatkan hukuman mu karena berani mengatakan itu, Nad. Tanpa am-pun !" Lanjut Alex dengan tatapan mata sayu penuh maksud terselubung, dan pipi Nadia langsung bersemu merah karena mengerti juga paham dengan hukuman yang akan Alex berikan.


"Kak, laporannya aku simpan tinggalkan saja ya. Jika ada yang kurang jelas nanti aku akan kembali lagi," ucap Nayla yang ingin segera melarikan diri karena atmosfer yang kian memanas di ruangan itu padahal suhu cukup di sana cukup dingin. Ia segera mengambil langkah seribu meninggalkan Nadia dan suaminya yang sedang dalam mode menuju "panas" itu


"Huuffttttt," Nayla menarik nafas dalam sambil menyadarkan tubuhnya di balik pintu.


Alex dan Nadia memang begitu saling memuja satu sama lainnya hingga kadang tak sadar waktu dan tempat. Walaupun pernikahan mereka telah berjalan cukup lama dan telah dikaruniai seorang putri berusia 4 tahun tapi percikan cinta diantara keduanya tak pernah padam.


Nayla tahu jika Alex sangat mencintai kakaknya. Lelaki itu begitu posesif dan tak bisa jauh dari istrinya. Ia tak malu-malu untuk menunjukkan dan mengatakan kata-kata cinta pada Nadia.


Pernah Nayla mengatakan jika ia begitu iri. Iri karena dicintai dengan dalam oleh seseorang yang kita cinta.


Nadia sang kakak menjawab, jika sebenarnya kisah cinta ia dan Alex tak semanis itu. Ia pernah merasakan patah hati berulang kali hingga akhirnya memutuskan untuk menyerah. Tapi cinta sejati akan selalu mempunyai jalan untuk kembali.


Masasalahnya Nayla sendiri tidak tahu siapa cinta sejatinya. "Ah... Apa aku se-menyedihkan itu hingga kak Alex akan mencarikan jodoh untukku ?" Desah Nayla bertanya pada dirinya sendiri.


"Seharusnya aku tak usah jatuh cinta saja !" ucap Nayla seraya menghentak kakinya kuat-kuat di atas lantai karena rasa kesal yang tengah menyelimuti dirinya saat ini.


Dengan langkah gontai Nayla kembali ke meja kerjanya. Walaupun Nayla bekerja sebagai staf biasa tapi Alex memberikannya tempat kerja yang nyaman dan tak ada seorangpun yang berani protes karena semua orang tahu jika Nayla adalah adik ipar bos besar mereka.


Alex menerapkan KKN pada keluarga Nadia. Tak hanya Nayla, tapi Dimas pun kini menjadi asisten pribadinya bersama Heru yang dulu pernah menaruh hati pada istrinya itu. Meskipun demikian, semuanya bekerja dengan profesional.


***


Tepat pukul 12.00 siang, hujan rintik-rintik membasahi kota Jakarta. Sudah waktunya untuk beristirahat tapi Nayla masih tenggelam dalam pekerjaannya.


Ia terus fokus pada layar laptopnya hingga seseorang datang dan menganggu konsentrasinya itu.


"Kerjaan emang gak ada habisnya, ayo makan dulu," ucap Nadia seraya mengalungkan tangannya dari arah belakang ke leher sang adik. Apa yang Nadia lakukan membuat tubuh Nayla melonjak karena terkejut.


"Astaghfirullah..," gumam Nayla dengan spontan.


"Makan bareng yuk ? Alex mau traktir kita makan siang," ajak sang kakak.


"Hah seriusan?" Nayla balik bertanya dengan mata berbinar karena kakak iparnya itu selalu mentraktir di tempat-tempat yang menyajikan makanan enak..


Nadia tersenyum geli melihat sang adik yang tertawa penuh semangat jika itu menyangkut dengan makanan. "Kalau begitu ayo, kita tunggu Alex depan kantor saja. Gak usah turun ke parkiran,"


Nayla menyetujui, ia segera mengambil tas kecil miliknya dan memoleskan lipstik berwarna nude pink ke atas bibirnya dengan cepat agar wajahnya terlihat lebih segar lagi.


Rintikan air hujan masih saja turun saat Nayla dan kakaknya Nadia keluar dari tempat kerja mereka.


"Huff," Nayla mendengus kasar saat rintik air hujan mengenai dirinya.


Nadia melihat pada sang adik yang berusaha melindungi kepalanya dengan kedua telapak tangan guna menghindari air hujan. Ia tersenyum geli, tak habis pikir kenapa adiknya itu sangat tak suka dengan air hujan.


Bukan tanpa alasan Nayla membenci gerimis hujan. Karena tak hanya airnya saja yang turun membasahi tapi ada kenangan manis yang mati-matian ingin nayla lupakan.


Kenangan ketika seseorang mencuri ciuman pertamanya. Tapi sampai detik ini pun Nayla masih meragu, apakah kejadian itu nyata atau hanya halusinasi dirinya saja.


"Benci banget sama kamu !" Gumam Nayla sembari membayangkan wajah pemuda bertubuh tinggi dan bermata coklat itu.


"Hush Nay !! Gak boleh membenci hujan, dosa tau !!" Hardik sang kakak mengingatkan.


"Maaf," sahut Nayla dengan senyum yang dipaksakan. Bukan maksud Nayla mencela hujan, tapi ia benci dengan kenangan yang berkaitan dengannya. Ingin rasanya Nayla bercerita pada sang kakak, tapi dirinya yakin jika Nadia pun tak akan percaya.


Untuk ke sejuta-sekian kalinya Nayla simpan rapat-rapat kisah cintanya hanya untuk dirinya sendiri.


Jika suatu hari Elang datang Nayla ingin sekali memukul-mukul tubuh pemuda itu dengan membabi buta karena telah membuatnya terjebak dalam pahit manisnya cinta pertama yang tak berkesudahan.


To be continued ♥️


Thanks for reading ♥️


Jangan lupa like komen vote dan hadiah ya 😚