
Flashback beberapa jam yang lalu
Pov Elang.
" Para penumpang yang terhormat, selamat datang di Jakarta, kita telah mendarat di Bandar Udara internasional SOEKARNO-HATTA, kami persilahkan kepada anda untuk tetap duduk sampai pesawat ini benar-benar berhenti dengan sempurna pada tempatnya dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan,"
Akhirnya suara yang kutunggu-tunggu terdengar juga. Aku tegakkan tubuhku, merapikan barang-barang yang aku bawa dan sudah tidak sabar untuk segera keluar dari pesawat ini. Jantungku mulai berdebar tak karuan karena rasa antusias yang luar biasa.
Padahal aku telah melalui hampir 9 jam perjalanan udara tapi tak ada rasa lelah atau kantuk sama sekali karena inilah hari yang kutunggu-tunggu. Hari di mana aku bisa kembali ke kampung halamanku setelah bertahun-tahun lamanya pergi berpindah-pindah tempat untuk sembunyi.
Aku kembali dengan diriku yang baru. Aku sudah berubah, bukan lagi Elang yang suka membuat onar dan menempatkan orang-orang tersayangku dalam bahaya seperti dahulu.
Kini hidupku sudah tertata. Seperti yang Papi syaratkan dulu, aku hanya boleh kembali jika sudah berhasil.
Bolehkah aku berbangga diri karena telah berhasil membenahi hidupku sendiri ? Aku tak lagi mudah terpancing emosi dan tak lagi mengandalkan kekuatan otot untuk menyelesaikan suatu masalah.
Aku sudah mempunyai pekerjaan tetap yang menghasilkan cukup banyak uang dan pastinya halal. Aku juga menjalankan ibadahku dengan sungguh-sungguh. Tak seperti dulu. Bersujud kepada Tuhan ketika kemalangan datang. Bahkan aku sudah khatam membaca kitab suci lebih dari 3 kali. Sungguh aku merasa bangga pada diriku sendiri.
Aku kembali karena sudah memantaskan diri untuk seorang gadis yang sangat ku cintai. Gadis yang ku minta untuk menungguku pulang.
Perlu 8 tahun hingga aku bisa kembali, dan percayalah aku berusaha untuk lebih cepat tapi nyatanya Tuhan baru mengizinkan sekarang.
Pesawat telah mendarat dengan sempurna, pintunya pun telah di buka. Aku menarik nafas dalam sebelum berdiri.
Ya Tuhan....
Dadaku berdebar kencang dan menggila. Senyuman samar tak surut dari bibirku, susah payah aku mengatur nafas agar diri ini lebih tenang.
Dalam beberapa menit lagi aku akan segera bertemu gadis pujaan hatiku. Dengan tangan gemetar ku keluarkan benda beludru berbentuk kubus yang di dalamnya terdapat sebuah cincin bermatakan berlian yang ku beli dengan gaji pertamaku sekitar 4 tahun lalu karena aku memang sudah berniat untuk menikahinya sedari dulu.
Aku akan menjadikan gadis yang menjadi cinta dan ciuman pertamaku sebagai istri dan ibu dari anak-anakku.
Saat ini aku sedang berjalan menuruni tangga pesawat dengan tas ransel yang ku gendong. Ragaku di sini tapi pikiranku telah melayang pada seorang gadis yang aku rindukan dengan sangat.
Ku lirik jam yang melingkar di pergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore. Sepertinya tak akan sempat bila memberi kejutan untuknya di kantor. Jadi aku putuskan untuk langsung menunggunya di apartemen.
Aku hampir tahu semua tentangnya, jika dulu teman-temanku yang menjadi mata-mata, tapi beberapa Minggu terakhir ini kakakku lah yang melakukannya.
Hingga berita buruk itu sampai di telingaku, gadisku sedang didekati oleh seorang laki-laki. Bagaikan petir menggelegar tepat di atas kepalaku, tubuhku gemetar dengan hebatnya saat mendengar itu semua.
Aku segera menyelesaikan tugas di tempat kerjaku secepat kilat. Kerja pagi, siang dan malam hanya karena ingin segera pergi untuk menjemput kekasih hatiku sebelum laki-laki lain mendahuluinya.
Setelah mendapatkan koper dan yang lainnya aku pun berjalan menuju pintu keluar bandara dengan banyak kata di dalam kepalaku yang sekiranya akan ku ucapkan padanya nanti saat bertemu.
" El ! Woi El !!" Seseorang menampar bahuku dengan keras membuatku terkejut dan menolehkan kepala ke arah suara.
" Dari tadi dipanggil gak nengok-nengok," keluh Bimo, kakakku.
Aku hanya tersenyum seraya memberikan pelukan hangat padanya.
" Sorry," ucapku pelan.
" Pasti ngelamunin si Nayla," tuduh Bimo dan apa yang ia katakan memang benar adanya hingga membuatku tak menampiknya.
" Ayo cepat, sebentar lagi dia pulang,"
" Aku tahu," potongku cepat.
" Aku mau nunggu Nayla di apartemennya saja," lanjut ku lagi.
" Kalau begitu ayo kita cepat pergi, takut macet," ucap Bimo seraya mengambil alih koper dari tanganku dan kami pun berjalan menuju mobil Bimo yang terparkir.
Kenangan di mana Aku mencium gadisku untuk pertama kalinya dibawa rintikan air hujan. Sudah berlalu hampir 8 tahun lamanya tapi masih lekang dalam ingatan bagaimana rasa indahnya ciuman pertama itu.
" El ayo ! Ngapain berdiri hujan-hujanan kaya begitu ?" Tanya Bimo yang terheran melihatku berdiri di tengah-tengah rintikan air hujan.
Aku pun segera bergegas menyusul Bimo dan masuk ke dalam mobilnya. " Nanti mampir beli bunga dulu ya," pintaku dan Bimo pun menyetujuinya.
Kini aku mencintai Nayla sebagai pria dewasa. Aku akan memperlihatkannya pada Gadis itu secara terang-terangan tidak lagi seperti dulu saat kami masih remaja. Cinta kami hanya ditunjukkan melalui pandangan mata.
Sepanjang perjalanan aku kembali berlatih merangkai kata dalam benakku. Aku akan langsung menyatakan seluruh perasaan cintaku padanya saat kami bertemu nanti.
Aku memilih mawar merah sebagai tanda cinta yang tak pernah padam padanya juga mawar putih sebagai pertanda jika cinta suciku hanya untuknya.
Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan sembari menatapi buket mawar yang berada dalam pangkuanku. " Tenang, El... Kamu pasti bisa," hibur kakakku, Bimo.
Setelah beberapa menit berkendara aku pun tiba di salah satu kawasan apartemen di daerah Jakarta pusat. Langit masih menurunkan airnya ketika aku tiba.
Karena ini sesuatu yang sangat emosional dan pribadi untukku, aku pun meminta Bimo untuk meninggalkan aku seorang diri. Untungnya Bimo mau mengerti, ia pun menuruti keinginanku.
Pada awalnya aku menunggu Nayla di lobi apartemennya tapi karena tak sabarannya diriku ini, aku pun meninggalkan lobi apartemen Nayla dan menunggunya di luar, di bawah rintikan air hujan.
Aku akan membuktikan janjiku padanya bahwa aku akan selalu menjadi ciuman pertama, kedua, dan seterusnya bagi Nayla.
Ya...Aku akan menciumnya lagi !!
Aku akan menciumnya di bawah rintik-rintik air hujan seperti dulu. Tubuhku gemetar bukan karena kedinginan, tapi karena sudah tak sabar ingin segera bertemu dengannya.
Pada akhirnya aku merasakan euforia jatuh cinta pertama seperti masa remaja ku lagi.
" I love you, Nay... Aku sayang banget sama kamu," ucapku berlatih kata-kata yang akan ku ucapkan padanya.
Kondisi jalan di sekitar apartemen Nayla yaitu menurun. Hingga seseorang yang akan datang terlihat dimulai dari bagian kepalanya dulu. Berulang kali aku melihat pada siapa-siapa saja yang datang namun sejauh ini Nayla belum juga terlihat.
Hingga akhirnya aku melihat sebuah payung hitam yang di bawahnya terdapat dua orang yaitu laki-laki dan perempuan yang sedang berjalan berdampingan.
Aku tahu gadis itu, gadis polos dengan tatapan mata sayu nan sendu. Gadis yang sudah bertahun-tahun aku cinta juga ku damba. Satu-satunya gadis yang mengisi hati dan pikiranku selama ini.
Kata-kata cinta yang sudah ku rangkai dalam kepala tiba-tiba lenyap saat ku lihat Nayla berjalan dengan seorang laki-laki yang memayunginya.
Bagai Dejavu kejadian di masa remaja ku terulang kembali. Namun bedanya sekarang dengan posisi yang terbalik.
Aku yang dipenuhi euforia jatuh cinta harus melihat Nayla berjalan dengan laki-laki yang melihatnya dengan rasa cinta.
Seperti dulu Nayla yang senang karena mendapatkan ciuman pertamanya namun keesokan harinya harus melihatku bergandengan tangan dengan gadis lain bernama Vony.
Mata kami bertemu dan saling terkunci, wajah Nayla menegang dan aku berani bertaruh jika saat ini Nayla mati-matian menahan tangisnya.
Gadis itu berjalan mendekat masih dengan lelaki yang memayunginya. Nayla oun tundukkan kepala dan tiba-tiba lelaki itu merangkul pundak Nayla saat mereka berdua tepat melintas di depanku.
"Krek, krek," terdengar beberapa batang bunga mawar yang patah karena aku menggenggamnya terlalu kuat.
To be continued ♥️
Thanks for reading ♥️
Jangan lupa like komen vote dan hadiah ya 😚
belum di revisi. jika ada tipo atau kalimat rancu di komen aja ya. makasih...