The Unexpected Love

The Unexpected Love
Belanja



"Panasiiin terus, El !!" Sahutnya kesal karena ia tak bisa lakukan itu pada sang istri yang masih datang bulan.


Bukan tanpa alasan Rafa mengatakan itu. Elang dan Nayla tengah bersitatap dengan pandangan mata sayu mereka. Seolah-olah saling menginginkan satu sama lain. Bahkan Nayla menggigit bibir bawahnya saat Elang meremas gemas bok*ngnya. Sepertinya mereka lupa tengah berada di mana. Atau mungkin karena urusan keduanya sempat tertunda karena panggilan darurat Rafa hingga Nayla dan Elang masih terbawa perasaan.


Amelia pun membolakan mata melihatnya. "Oh my God.... Get a room !!" (Ya Tuhanku... cari kamar !) Ucapnya jengah.


Elang dan Nayla pun akhirnya tersadar dan tolehkan kepalanya pada Rafa dan Amelia yang tengah melihat padanya. "Nayla menghalangi jalan," ucap Elang beralasan. Ia menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal karena salah tingkah.


Nayla pun loncat dari meja kitchen set itu dan seperti Elang, ia pun menjadi salah tingkah.


"Ma-maaf,"ucap Nayla sembari tundukkan kepala karena malu.


"Ayo kita teruskan kerjanya," ajak Elang. Ia pun kembali memegang sapunya dan mulai bekerja membantu Rafa.


Setelah hampir satu jam berbenah, akhirnya mereka pun menyelesaikan pekerjaannya. "Tinggal beli barang-barang ini," ucap Amelie sembari memberikan selembar kertas yang berisikan daftar barang-barang yang harus di beli.


Rafa pun melihat jam tangan yang melingkar sempurna di pergelangan tangannya. Waktu menunjukkan pukul setengah 3 sore. "Sayangnya Rafa capek gak ?" Tanya Rafa pada istrinya itu.


Amelia menggelengkan kepalanya pelan. "Nggak," jawabnya.


Rafa tersenyum lebar mendengarnya. "Ayo kita berangkat untuk belanja," ajak Rafa.


"Kalau begitu kita pulang aja ya ?" Tanya Elang.


"No !" Tolak Rafa.


"Kita berangkat berempat ! Lo masih harus bantuin kita," lanjut Rara sembari menahan lengan Elang untuk tak pergi meninggalkannya.


Akhirnya Elang pun menurutinya. ia dan Nayla tetap berada di sana dan aka. Membantu Rafa juga Amelia.


Ke empatnya pergi menuju sebuah pusat perbelanjaan yang khusus menjual kebutuhan rumah atau apartemen.


Rafa akan meminta pendapat Amelia sebelum ia memutuskan untuk membeli sesuatu. Begitu juga Amelia, ia melakukan hal yang sama.


Amelia akan bertanya tentang pendapat suaminya itu sebelum ia memilih sesuatu dan memasukkannya ke dalam kereta trolli.


Mereka berputar-putar di pusat perbelanjaan itu. Memasuki setiap lorong dan membeli apa saja yang dibutuhkan hingga tak terasa menghabiskan waktu yang cukup lama.


"Kayanya gak akan bisa belanja semua hari ini. Sebaiknya beli yang paling dibutuhkan dan kembali lagi besok. Kalian masih cuti menikah kan ?" Tanya Elang yang sudah terlihat lelah. Begitu juga Nayla yang sudah terlihat kuyu.


"Baiklah jika begitu kita sebaiknya sudahi saja dan pulang," ucap Rafa sembari mendorong kereta belanjanya menuju kasir.


Ada hal yang sangat lucu ketika mereka tiba di kasie. Rafa dan Amelia saling berebutan untuk membayarnya. tapi pada akhirnya Rafa menang setelah mengatakan jika itu semua adalah kewajiban seorang suami.


Lagi-lagi apa yang Rafa katakan membuat Amelia meleleh. Ia merasa di cintai dan Rafa benar-benar berusaha menjalankan tugasnya sebagai seorang suami.


Setelah mengantri cukup lama akhirnya Rafa pun membayarnya. Lalu ia di bantu Elang membawa barang-barang yang dibeli dan melakukannya kw dalam bagasi.


Mereka akan kembali lagi keesokan harinya untuk membeli barang-barang lain yang dibutuhkan.


Ternyata belanja membuat lelah dan lapar. Kini ke empatnya tengah berdiri di pelataran parkir dan membicarakan rencana selanjutnya.


"Aku lapar," ucap Elang.


"Mau makan apa ?" Tanya Nayla.


"Kamu !! " Jawab Elang seraya memangku nayla menuju mobil mereka dan Tak menghiraukan teriakan Rafa yang terus memanggil namanya.


to be continued ♥️