The Unexpected Love

The Unexpected Love
Tak Ada Yang Gratis



Wajah Nayla menjadi panas dan matanya memburam menahan tangisnya saat membaca pesan dari pemuda itu. Tak menyangka jika Maxi melakukan hal yang sangat jahat padanya.


Nayla menangis pilu di kencan pertamanya.


"Bercandamu gak lucu, Max," balas Nayla lagi seraya menyeka pipinya dengan punggung tangan. Mata Nayla menatap nanar layar ponselnya, menunggu balasan dari Maxi.


"Aku gak bercanda, Nay. Setelah aku pikir-pikir lagi, aku gak mau merusak pertamanan kita dari SMP," balas Maxi.


"Justru karena ini kita gak berteman lagi, b*go !!" Guman Nayla penuh emosi. Padahal Nayla hampir tak pernah mengucapkan kata-kata makian. Gadis itu menghapus semua pesan dari Maxi dan memblokir nomor pemuda itu.


Sungguh ia merasa benci pada Maxi ! Apakah ini balasan Maxi setelah Nayla menolaknya secara halus berulang kali? Nayla mencari alasan mengapa Maxi melakukan itu padanya.


Baru saja ia akan membuka hati pada laki-laki lain, tapi misinya langsung gagal hanya di kencan pertama. Sepertinya Elang memang tak mengizinkan hatinya untuk yang lainnya.


Nayla tersenyum masam, kenapa di saat seperti ini pun ia masih memikirkan Elang ?


Masih dengan punggung tangan yang sesekali mengusap pipinya yang basah, Nayla keluar dari mall dan berjalan dengan tergesa-gesa menuju halte guna menunggu angkutan umum yang akan membawanya pulang atau mungkin dia akan memesan ojek online. Pikiran Nayla sangat kalang kabut saat ini.


Baru saja Nayla tiba di halte, tiba-tiba mobil hitam berlogo H datang menghampiri. Jantung Nayla berdebar lebih kencang karena ia tahu siapa pemiliknya.


Kaca hitam mobil itu turun perlahan, memperlihatkan siapa yang ada di balik kemudi. Tepat seperti dugaan Nayla, dia adalah Elang.


"Naik ! Aku antar kamu pulang !" Titah Elang.


Elang kembali ke setelan pabrik seperti dulu, pandangan mata dingin dan mengintimidasi.


"Ayo naik !" Ajak Elang. Entah kenapa, tapi Nayla yakin jika pemuda itu tengah marah dengannya.


Ya, memang benar Nayla belum berhasil menghilangkan Elang dari hati dan pikirannya. Nyatanya, Nayla masih saja selalu teringat pada Elang.


Tapi kali ini ia tak akan membiarkan Elang semakin mempermainkan perasaannya. Apalagi setelah ciuman pertama mereka yang mati-matian Nayla coba lupakan.


Nayla tak menjawab pertanyaan pemuda itu, Nayla berjalan melewati mobil Elang dan segera naik angkutan umum yang kebetulan berhenti tepat di depan mobil Elang. Nayla meninggalkan laki-laki jangkung begitu saja.


Elang membulatkan matanya tak percaya, ia memukul setir mobilnya berkali-kali. Ingin ia mencekal Nayla agar tak menaikinya tapi sayang angkutan umum itu langsung pergi setelah Nayla naik ke dalamnya.


Yang bisa Elang lakukan hanya mengikuti mobil yang dinaiki Nayla dari belakang hingga gadis itu tiba di rumahnya.


Nayla Langung berlari ke dalam rumah saat ia sampai. Nayla tahu jika Elang membuntutinya, ia tak akan biarkan Elang terus mempermainkan perasaannya. Nayla bertekad untuk menjauhi Elang dan melupakannya. Laki-laki jangkung itu terlihat kesal di balik kemudinya. Ia pasti tak akan berani untuk menyusul Nayla ke dalam rumah karena orang tua mereka akan curiga. Dan Nayla sangat tahu jika Elang masih dalam masa hukumannya. Ia tak akan berani bertindak yang aneh-aneh yang bisa membuat Papinya semakin murka.


***


Senin pagi Nayla berangkat ke sekolah seperti biasa. Sakit hati yang ia rasakan pada Maxi membuat Nayla memutuskan untuk menjauhi laki-laki itu. Nayla akan mengatakan pada teman-temannya jika ia dan Maxi tak jadi ketemu karena pemuda itu sibuk.


Semua siswa menunggu berita yang akan disampaikan. Di depan sana Pak Yosef selaku pelatih basket naik ke atas podium dengan selembar kertas di tangannya.


Setelah pembukaan dan juga serentetan pengumuman prestasi gemilang yang sudah di raih tim basket sekolah. Pak Yosef jua mengumumkan siapa yang terpilih menjadi kapten tim basket sekolah.


Posisi ini adalah posisi yang paling bergengsi. Siswa yang terpilih akan langsung popular karena banyak orang yang mengincarnya dan tim basket sekolah Nayla adalah salah satu tim yang paling terkenal di kota itu. Tak sedikit siswa yang bisa masuk ke universitas bergengsi dengan menggunakan jalur prestasi melalui tim basket.


Semua siswa begitu antusias. Menerka-nerka siapa yang akan menjadi pengganti Elang. Mereka bertaruh jika nama Rafa, Rendi atau Michael yang akan menjadi penggantinya karena mereka adalah tim inti.


"Dan inilah kapten tim baru kita... Maximilian !! Siswa kelas sepuluh C,"


Semua siswa terkejut karena baru kali ini siswa junior bisa menjadi kapten tim basket sekolah.


Seolah bisa menebak isi kepala para siswa Pak Yosef pun memaparkan segala kelebihan dan prestasi yang di miliki Maxi. Dan yang paling penting, Maxi direkomendasikan langsung oleh kapten tim yang lama. Yang mengundurkan diri karena akan pindah sekolah. Siapa lagi jika bukan Elang.


Maxi berdiri di atas podium dengan senyum yang cerahnya melebihi sinar matahari pagi.


Ia memberikan ucapan terimakasih karena sudah terpilih dan berjanji akan mengabdi dengan sepenuh hati. Seketika sosok Maxi menjadi idola para siswi.


Elang bertepuk tangan sambil menatap sinis pada Nayla. Walaupun dirinya kini tak bisa bermain fisik untuk menjauhkan para lelaki yang mendekati gadis itu, tapi ia masih bisa melakukannya dengan cara negoisasi. Tentu saja negosiasi Elang dibantu oleh teman-teman dekatnya.


Beberapa hari lalu Elang mendatangi pelatih basket mereka bersama Rafa dan Rendi. Meyakinkan pak Yosef untuk memilih Maxi sebagai kapten tim.


Maxi merasa tak percaya saat dirinya ditawari Elang untuk menjadi kapten tim basket sekolah. Elang katakan padanya jika ia bisa membantu Maxi untuk mendapatkan itu semua dengan mudah.


Tentu saja Maxi sangat tertarik dengan tawaran Elang. Tanpa berpikir panjang lagi Maxi pun menyetujuinya.


Tapi tentu saja semua itu tidak gratis bagi Maxi, ada harga tinggi yang harus dibayar. Elang tak minta apa-apa, ia hanya meminta Maxi untuk menjauhi Nayla... Selamanya..


Pada awalnya Maxi merasa terheran karena syarat yang Elang berikan hingga pemuda itu meminta waktu untuk berpikir saat dirinya harus menjauhi Nayla.


Elang katakan padanya, begitu Maxi menyetujui syarat yang Elang berikan maka pemuda itu tak boleh lagi mendekati Nayla selamanya.


Maxi pun menjadi dilema, di satu sisi ia ingin bersama nayla karena ia sangat menyukai gadis itu tapi di sisi yang lain Ia pun ingin menjadi kapten tim basket karena posisi itu sangatlah diperebutkan banyak siswa di sekolahnya.


Maxi memutuskan untuk memilih menjadi tim basket saat Nayla tengah menunggu di mall untuk kencan pertama mereka.


to be continued ♥️


thanks for reading 🥰


jangan lupa like komen vote dan hadiah ya