
''Hai Shivanya'' kata Devi.
''Hai juga'' sapa Shivanya.
"Apakah kamu ingin ke sekolah bersama ku?" tanya Devi.
''Tidak perlu Devi, aku jalan kaki saja'' ucap Shiva.
''Ada kompetisi hari ini, bagaimana jika anda terlambat? ayo, ikut aku" ucap Devi.
''Insya Allah tidak terlambat Dev'' ucap Shivanya.
''Apakah kamu benar-benar tidak ingin berangkat bersama ku?'' tanya Devi.
''Tidak, terima kasih'' ucap Shivanya.
''Baiklah, aku pergi dulu'' ucap Devi.
.Iya hati-hati" ucap Shivanya.
''Iya, bye Shivanya'' berkata Devi melambaikan tangannya.
"Bye" ucap Shivanya sambil melambaikan tangannya.
''Dek'' kata wanita misterius itu.
''Ya, ada apa kak?'' tanya Shiva.
''Bisakah saya meminta bantuan?' tanya wanita misterius itu.
''Apa nanti tidak terlambat jika saya membantunya? tapi jika saya tidak membantunya, kasian" batin Shiva.
''Iya kak, apa yang bisa saya bantu?'' Shivanya bertanya pada ibu misterius itu.
''Tolong antarkan saya pulang'' kata wanita misterius itu.
"Ya, di mana rumahmu?" tanya Shivanya.
''Dekat kok dari sini" ucap wanita misterius itu
''Oke kak saya antar'' ucap Shivanya.
''Siapa namamu dek?' tanya wanita misterius itu.
"Nama saya Shivanya Nerissa kak" ucap Shivanya tersenyum.
"Oh gitu, nama kakak Felicia" ucap wanita misterius itu.
''Oke'' ucap Shiva.
''Kak, apa yang akan kita lakukan di hutan?'' Shivanya bertanya.
''Rumah kakak di sana'' kata wanita misterius itu.
''Di dalam hutan sana kak?" tanya Shivanya.
''Ya'' kata wanita misterius itu.
''Ayo, cepat'' kata wanita misterius itu.
''Kak tunggu'' kata Shivanya.
"Kak tunggu" ucap Shivanya berlari mengejarnya.
Wanita itu tidak menjawabnya dan terus berjalan cepat'
''Ini rumah kakak, ayo masuk dulu'' kata wanita misterius itu.
Saat melihat rumah itu tubuhnya tertarik ke belakang yang membuat matanya terpejam. Shivanya melihat wanita yang sedang bersamanya itu melarikan diri karena tidak ingin menikah dan diperkosa lalu dibunuh oleh pria yang memperkosanya.
"Aku harus kabur dari sini" ucap Felicia sebelum kejadian buruk menimpanya.
"Feli mau kemana kamu?" tanya ibunya saat melihat Felicia mengendap-endap keluar dari pesta pernikahannya.
"Aku tidak ingin menikah dengannya mah, aku tidak mencintainya" ucap Feli dan berlari sekuat tenaga.
Keluarga Feli terus berlari mengejarnya setelah cukup jauh berlari, Feli menemukan hutan, ia berlari melewati rumput dan ilalang yang menghalang langkahnya.
"Itu ada rumah kayu, aku sembunyi didalam sana saja kali ya? sampai semuanya aman" ucap Feli berlari memasuki sebuah rumah yang ada ditengah hutan.
Felicia diperkosa dan disiksa hingga ia tewas, para pria itu menguburkan jasad Feli di bawah gubuk tua itu.
''Tidak, itu tidak mungkin'' kata Shivanya sambil berteriak.
''Kamu kenapa dek?'' tanya wanita misterius itu.
''Tii-daak tii-daak apa-apa kak" ucap Shivanya terbata-bata.
''Apakah kamu benar baik-baik saja?'' tanya wanita misterius itu.
''Iya kak, nggak apa-apa kak Shivanya mau pulang'' kata Shivanya.
''Iya dek, terima kasih sudah mengantar kakak pulang ya dek" ucap wanita itu tersenyum.
''Iya kak sama-sama'' ucap Shivanya tersenyum.
''Apakah kamu ingat jalan pulangnya?'' tanya wanita misterius itu
'''Ya kak, insya Allah Shivanya ingat jalan pulangnya Kak, assalamualaikum'' kata Shivanya.
''Ya wa'alaikumsalam'' kata wanita misterius.
''Ini kemana lagi? lupa lagi'' kata Shivanya menepuk jidatnya.
''Oh ya, saya membawa ponsel, telepon bu Kinara aja deh'' kata Shivanya.
''Yah!!, tidak ada sinyal, bagaimana saya bisa pulang, bismillah saja, semoga saya menemukan jalan keluar dari dalam hutan ini" kata Shivanya.
''Dek, kamu ngapain kesini? jangan main ke dalam hutan ya dek" kata orang tua disana menghampirinya.
''Aku tidak sedang bermain kek, tadi aku di ajak kak Felicia, rumahnya di dalam hutan sana'' kata Shivanya.
''Felicia?'' tanya orang tua itu.
''Ya, namanya kak Felicia" ucap Shivanya.
"Apakah dia mengenakan gaun pengantin putih?" tanya orang tua itu.
''Iya kek, kok kakek tahu?' Shivanya bertanya.
''Wanita itu sering mengganggu manusia di sekitar sini'' kata kakek itu.
''Sering mengganggu manusia? apa maksudnya?'' Shivanya bertanya.
''20 tahun yang lalu ada pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita di dalam gubuk di tengah hutan itu, menurut cerita yang kakek dengar wanita tersebut dipaksa menikah oleh keluarganya kemudian dia melarikan diri dan bersembunyi di hutan sana lebih tepatnya didalam gubuk itu, sayangnya dia bertemu dengan seorang pemabuk yang kemudian memperkosa lalu membunuh dia di sana dan menurut berita yang kakek dengar hingga saat ini jasadnya belum diketemukan" kata kakek.
''Kok bisa sama seperti yang saya lihat sebelumnya ya?'' tanya Shivanya dalam hati'
''Kamu kenapa dek?'' tanya kakek itu.
''Tidak apa-apa kek'' kata Shivanya.
"Ya sudah ayok kakek antarkan pulang, biar kamu tidak tersesat semakin jauh di dalam hutan angker ini" ucap kakek itu tersenyum dan mengangguk.
"Iya kek makasih" ucap Shivanya tersenyum dan mengangguk lalu mengikuti langkah kaki kakek itu untuk keluar dari dalam hutan.
"Mengapa aku bisa melihat semua kejadian yang terjadi di masa lalu kak Felicia?" batin Shivanya bertanya-tanya dan melihat ke arah belakang.
Kakek yang menyadari jika Shivanya tengah bingung pun hanya menatapnya dan tersenyum sembari berkata di dalam hatinya "suatu saat kamu akan mengerti jika kamu adalah manusia yang di beri kemampuan khusus, kamu seseorang yang istimewa karena kamu merupakan reinkarnasi dari putri penguasa pantai selatan nyi roro kidul".
Shivanya merasa sangat bingung karena ia dapat mendengar perkataan dari kakek itu walaupun kakek itu hanya mengatakannya di dalam hatinya.
"Apa? reinkarnasi dari putri penguasa pantai selatan nyi roro kidul? aku? aku pernah mendengar cerita nyi roro kidul namun aku kira itu hanyalah sebuah dongeng biasa, apakah nyi Roro kidul benar adanya? apakah dia nyata? dan apakah benar kata kakek itu? jika aku adalah reinkarnasi dari putrinya, mengapa aku bisa mendengar suara hati kakek itu?" batin Shiva bertanya-tanya.
Kakek yang mendengar suara hati Shivanya pun memalingkan wajahnya dari Shivanya dan tersenyum.
Shivanya menggaruk kepalanya sepanjang jalan karena merasa sangat kebingungan.
"Kita sudah sampai di jalan raya" ucap kakek itu.
"Terimakasih ya kek, sudah mengantarkan aku untuk keluar dari dalam hutan ini" ucap Shivanya tersenyum.
"Sama-sama" ucap kakek itu tersenyum.
Shivanya menatap kanan dan kiri jalan mengingat tadi dia berjalan dari arah mana ketika melihat ke arah kanannya, ia baru menyadari jika kakek itu sudah tidak ada disampingnya, ia menengok ke arah belakang mencari kakek itu namun tidak ada bahkan jejak kaki kakek itu yang tadi mereka jalan keluar dari hutan pun menghilang, tidak ada tapak kaki kakek itu hanya ada bekas tapak kaki Shivanya disana.
''Aneh banget deh, kok kakek tadi cepat banget perginya ya? perasaan aku gak laut dia jalan deh tadi, gak dengar suaranya juga, kok udah langsung menghilang saja, apa jangan-jangan kakek itu bukan manusia lagi, sudahlah lebih baik aku kembali ke sekolah, pasti bu Kinara sudah menunggu, tapi aku kemana nih? ke kanan atau kiri? tadi seingat aku, aku datang dari arah kanan deh, ya udah deh aku ke kanan aja, bismillah semoga gak kesasar lagi aamiin" ucap Shivanya berjalan meninggalkan hutan menuju ke sekolah.
Ketika Shivanya berjalan, kakek yang menolongnya tiba-tiba muncul di depan jalan bersama Felicia dengan wajah pucat dan tersenyum menatap kepergian Shivanya.