Sarah

Sarah
Bucin



'Kok aku jadi penasaran ya, tante Sinta sama cowok tadi kemana lagi, balik lagi lah ke pantai, daripada penasaran aku' ucap jiwa Sarah.


Hm, masih berenang ternyata, eh mereka mau kemana tuh? udahan berenangnya? tanya Sarah pada dirinya sendiri.


Setelah puas berenang, David mengantarkan Sinta pulang ke rumahnya namun Sinta menolak karena ia takut anak buah Alderts akan memberitahukan semuanya pada Alderts.


Sinta.


Iya Vid, ada apa?


Aku anterin kamu pulang ya.


Hm, jangan.


Kenapa?


Tetanggaku mulutnya pada ember, nanti di gosipin pasti, males banget aku jadi bahan gosipan mereka.


Oh gitu, terus kita mau kemana sekarang?


Gimana kalau aku nginep dulu aja di rumah kamu malam ini, boleh kan?


Boleh kok, tapi anak kamu gimana?


Sebentar aku hubungi baby sitter yang menjaga anak ku dulu.


Oke.


Assalamualaikum bi.


Wa'alaikumsalam, iya non ada apa?


BI, malam ini aku nginep ya di rumah teman ku soalnya udah malam banget, aku takut mau pulangnya, kebetulan rumah teman ku dekat dari sini.


Oh gitu, ya udah non, nanti bibi sampaikan ya pada tuan Alderts.


Jangan bi, plis jangan ya.


Baik non.


Makasih ya bi, assalamualaikum.


Iya non wa'alaikumsalam, hati-hati ya non.


Iya bi.


'Dasar pembohong' ucap Sarah kesal dan ingin memukul Sinta.


Gimana? tanya David.


'Aman, ya udah yuk kita ke rumah kamu' ucap Sinta menarik tangan David.


David terdiam mematung menatap tangannya yang dipegang oleh Sinta.


Kenapa? gak suka ya kalau aku pegang tangan kamu?


'Suka kok' ucap David yang langsung menggendong tubuh Sinta.


Sinta pun mengalungkan tangan dan kakinya bertaut pada tubuh David. David menurunkan perlahan tubuh Sinta ke dalam mobil seperti anak kecil yang sedang tertidur pulas, tak luma David juga memasangkan shift belt Sinta lalu berlari ke tempat duduknya yang berada di samping Sinta, ketika duduk di bangkunya, David tersenyum menatap Sinta, Sinta pun membalas senyuman David. David melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Aww!!! so sweet banget!!! ucap Sarah tersenyum terbawa suasana romantis Sinta dan David.


Kenapa berhenti? tanya Sinta saat David tiba-tiba menghentikan mobilnya.


David hanya menghiraukan perkataan Sinta.


'Terimakasih' ucap Sinta menunduk malu saat David memakainya jaket.


'Sama-sama' ucap David tersenyum mengelus pucuk kepala Sinta.


'Mentang-mentang aku setan, mereka bisa seenaknya bermesraan di depan mataku hm, menyebalkan sekali mereka, jadi setan gak enak banget ya ternyata? jadi nyamuk di tengah-tengah orang menjalin kasih terus hm, mereka enak-enakan beradegan romantis aku cuma bisa gigit jari sendiri karena udah gak punya raga lagi' ucap Sarah bete dan menggaruk kepalanya.


'Sinta, ayok turun kita sudah sampai di rumahku' ucap David.


Saat menengok ke arah Sinta, Sinta tengah tertidur pulas dengan kepalanya menghadap kaca jendela dan tangannya sebagai bantal, David tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu keluar dari dalam mobil, membuka pintu mobil Sinta, perlahan membuka shift belt Sinta, dan menggendongnya ke dalam rumah tersenyum.


'Ya Allah baper' ucap Sarah berteriak terbawa perasaan.


David meletakkan tubuh Sinta diatas kasur dan mengunci pintu rumahnya. David duduk di sebelah Sinta, memandangi wajah Sinta yang terlihat sangat manis saat sedang tertidur pulas.


'Wajah mu tidak cantik tetapi sangat manis, enak dipandang mengalahkan kemanisan gula, mungkin jika madu bertemu dengan mu, dia akan merasakan sangat insecure karena kalah manis dengan wajah mu itu' ucap David tersenyum mengelus pucuk kepala Sinta.


'Gombalannya menyebalkan sih tapi kok aku baper ya? tanya Sarah.


'Hebatnya dirimu mampu membuat ku jatuh cinta pada saat pertemuan pertama kita, yang tadinya aku mulai menyerah untuk mencari wanita sebagai pengganti Lisa wanita yang sangat aku cintai, yang telah teganya berkhianat karena hatiku masih sangat mencintainya sehingga semua wanita terlihat biasa saja dan bahkan tidak menarik di mataku, hatiku yang tidak pernah bisa terbuka untuk wanita lain karena cintaku yang terlalu dalam untuknya dan kamu datang membawakan kunci itu dan membuka pintu hatiku lalu masuk tanpa permisi menggeser sedikit demi sedikit nama Lisa di hatiku menjadi nama mu Sinta, mengapa daya tarik mu sangat besar dimataku hingga mampu membuat ku terpesona dan menjatuhkan hatiku padamu, aku berharap kamu tidak hanya datang sebagai RUMAH SINGGAH semata yang pergi saat berhasil mendapatkan rumah lain yang jauh lebih nyaman daripada rumah yang aku berikan untuk mu, aku berharap kamu tidak hanya sekedar SINGGAH yang pergi kapan pun kamu mau ketika kamu merasa bosan dan tidak nyaman lagi berada di dalam pelukan ku, aku ingin kita membangun rumah tangga yang dipenuhi oleh kebahagiaan bersama, aku tahu aku salah, aku sudah menaruh harapan lebih padamu padahal kita baru saja bertemu tetapi aku ingin kamu mengetahui satu hal, jika aku mencintaimu Sinta' ucap David meneteskan air mata, tersenyum, mengelus pucuk kepala Sinta dan mencium keningnya.


'Aww bucin!!! seandainya kamu tahu mas, jika wanita yang sedang bersama mu itu masih berstatus suami orang pasti kamu tidak akan pernah menjatuhkan hati mu padanya, sepertinya dia pria yang baik, kasian sekali dia jika sampai benar-benar jatuh hati pada tante Sinta, tapi aku juga gak bisa ngapa-ngapain kan aku cuma sebatas jiwa yang pergi tanpa arah dan tujuan yang jelas, apalah dayaku ini yang hanya sebatas hantu yang selalu iri pada sepasang kasih yang sedang merajut kasih bersama, hantu yang tidak pernah dianggap keberadaannya, mirip banget kan mas nasib aku sebagai seorang hantu yang paling cantik ini' ucap Sarah menunduk sedih.


'Kok aku jadi curhat ya sama dia? akh bikin cape doang curhat sama dia, dia juga gak bisa lihat keberadaan aku disini, jangankan lihat, mendengar suaraku yang merdu ini juga dia tidak bisa' ucap Sarah.


Aku kayak orang gila ya ngomong sendiri? tanya David pada dirinya sendiri tertawa.


'Kamu tidak sendiri mas, ada aku disamping kamu yang sama seperti orang gila berbicara sendiri, tidak ada siapapun yang bisa mendengar suaraku' ucap Sarah.


David memanggil bi Siti asisten rumah tangganya untuk menggantikan baju Sinta yang basah.


'Bi Siti' panggil David.


Iya tuan, ada apa? tanya bi Siti datang menghampirinya.


Bi, boleh minta tolong gantikan baju teman ku yang basah?


Boleh tuan.


Saya tinggal ya.


Oke tuan.


Tak lama kemudian bi Siti keluar dari dalam kamarnya.


Sudah tuan.


Makasih ya bi.


Iya tuan sama-sama.


David yang merasakan sangat ngantuk pun memakaikan Sinta selimut dan mengunci pintu itu lalu ia pergi ke kamar tamu yang berada di sebelah kamarnya dan tertidur di kamar tamu.


'Ternyata mas itu tidak seburuk apa yang aku pikirkan ya, haduh jadi ngerasa bersalah banget deh sama dia karena udah mikir yang tidak-tidak tentang dia, maafin Sarah ya mas walaupun mas gak bisa dengar suara Sarah, Sarah minta maaf karena udah nuduh mas yang tidak-tidak, Sarah permisi assalamualaikum, semoga mimpi indah ya mas' ucap Sarah tersenyum dan menembus pintu kamar David.