
Ketika sedang tertidur pulas sendiri di tengah malam, wanita yang mengandung anak dari hasil reinkarnasi Fredericka pun merasakan perutnya sangat sakit. Ia berjalan keluar rumah dengan langkah kaki perlahan untuk meminta pertolongan pada tetangga terdekat.
'Akh perut ku sakit banget, apa jangan-jangan aku mau lahiran ya? aduh sakit' ucap wanita itu berjalan memegang perutnya.
Ketika keluar dari pintu rumahnya, ketubannya pecah, ia berteriak meminta pertolongan.
Kilat menyambar ke arah perutnya namun anehnya ia tidak merasakan apapun.
'Tolong, tolong, tolong saya, siapapun yang mendengar tolong saya, akh' ucap wanita itu terjatuh.
Tak lama kemudian ada seorang wanita cantik memakai rok batik dan kebaya hijau datang menghampirinya.
'Mari saya antar ke rumah sakit Sinta' ucap wanita berkebaya hijau itu membantunya berdiri.
Kamu? tanya Sinta ketakutan lalu jatuh pingsan.
Wanita berkebaya hijau itu segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit Sinta tersadar dan dokter segera melakukan prosedur untuk kelahirannya.
Sinta berjuang sekuat tenaga untuk mengeluarkan bayinya dengan selamat ke dunia, tak lama kemudian bayi itu lahir dan Sinta memberi nama bayi itu Shivanya Nerissa. Shivanya Nerissa lahir pada pukul 02.05 WIB tepat di jam kematian Fredericka dan Shivanya lahir juga sesuai dengan tanggal kematian Fredericka.
Fredericka meneteskan air matanya karena ia kembali lahir ke dunia walaupun dengan raga yang berbeda.
Mengapa ibu itu memberi nama anaknya sama seperti ku "Nerissa" ? apa karena bunda ratu? tapi dia tidak percaya, lalu mengapa ia memberi mamanya Nerissa? tanya Fredericka pada dirinya sendiri.
'Takdir yang menuntunnya untuk memberikan nama anaknya sesuai dengan nama mu Fredericka Nerissa' ucap bunda ratu.
Fredericka menatapnya bingung, ada rasa khawatir dihatinya jika bunda ratu akan mengambil gadis kecil itu dari keluarganya.
Apa yang kamu pikirkan Fredericka? apa kamu memikirkannya? tanya bunda ratu.
'Iya' jawabnya terbata-bata.
'Tidak usah cemas Fredericka, aku tidak jahat, aku tidak akan mengambil gadis kecil itu dari keluarganya, yang aku inginkan hanya kamu terus menjaganya dan menuntunnya untuk bertemu dengan pria tulus yang sangat mencintainya, aku hanya tidak ingin ia bernasib sama seperti mu' ucap bunda ratu tersenyum dan pergi meninggalkannya.
'Aku berjanji akan terus menjaga mu dan menuntun mu untuk bertemu dengan pria baik yang benar-benar mencintai mu, aku telah gagal dalam cinta dan kamu tidak boleh gagal dalam percintaan Shivanya Nerissa' ucap Fredericka mengelus pucuk kepala Shivanya tersenyum dan mencium keningnya lalu pergi dari sana.
Beralih ke kediaman Fredericka, kini adik angkat Shivanya Ayuningtyas beserta ayah ibunya dan sahabat Fredericka akan mengadakan liburan bersama di puncak Bogor. Mereka naik mobilnya masing-masing berjalan searah.
Di tengah perjalanan ada seorang wanita berwajah pucat pasi tersenyum sambil melintas dengan cepat di depan mobil Shivanya dan keluarganya yang membuat supir keluarga mereka yang menyetir berhenti mendadak.
'Fredericka' ucap ayah Shivanya yang melihat wanita berwajah pucat pasi yang melintas tadi itu mirip dengan Fredericka.
Mah, tadi papah liat bayangan Fredericka lewat, dia liat ke arah kita mah sambil tersenyum tapi wajahnya sangat pucat seperti mayat.
Pah, ikhlaskan kepergian Fredericka, biar dia tenang di alamnya.
Mah, papah gak bohong mah, pak Aceng tadi liat juga kan kalau Fredericka melintas di depan mobil kita makanya pak Aceng ngerem mendadak, iya kan pak?
'Iya tuan, tadi melihat dengan jelas kemunculan non Fredericka yang melintas dengan cepat seperti cahaya sambil tersenyum dan wajahnya sangat pucat' ucap supir pribadi mereka.
'Jadi kak Ika masih hidup? kak Ika tunggu' ucap Shivanya berlari mengejar bayangan Fredericka ke dalam sebuah hutan.
'Shivanya jangan lari-larian sayang, ingat kamu sedang mengandung' ucap ibunya.
Aku mau kejar kepergian kak Ika mah, kak Ika harus pulang sama kita.
Iya sayang mamah ngerti tapi jangan lari ya.
Ayok mah, kasian kak Ika sendirian.
Bayangan Fredericka kembali muncul tersenyum serta menatap mereka dan mereka terus mengikutinya namun Fredericka menghilang dengan cepat lalu muncul lagi seperti ia mempunyai kemampuan untuk menghilang.
Fredericka kembali muncul dan menunjuk sebuah lautan yang berada di tengah hutan, tempat Hasan membunuhnya dulu. Fredericka berjalan ke di atas air dan berhenti di tengah laut lalu menjatuhkan dirinya kesana seakan memberikan isyarat jika tubuhnya berada disana.
Keluarga pun dibuat terheran bagaimana bisa Fredericka berjalan diatas air, keluarga Fredericka juga tidak menyadari jika kaki Fredericka tidak menapak di tanah dan melayang di udara. Mereka mengikuti Fredericka yang kini telah menjadi hantu tetapi mereka tidak menyadari jika Fredericka adalah hantu. Mereka mendoakan Fredericka supaya tenang di alamnya namun suara tangisan wanita malah terdengar di dalam hutan dan meminta pertolongan.
'Tolong, mamah, papah, Shivanya, pak Aceng, tolong aku, dingin mah, pah, aku gak mau berada di sini, tolong aku, aku ingin pulang, tetapi ia menahan ku untuk kembali, tolong keluarkan aku dari istananya' ucap wanita itu sesenggukan.
Siapa kamu? tanya ayah Fredericka.
'Ini aku pah, Fredericka, tolong aku pah, dia menahan ku di istananya, aku tidak bisa keluar dari istananya, dia membelenggu tubuh ku, sakit pah, mah, pah, Shivanya, aku cuma mau bilang jika nanti akan ada seorang gadis kecil yang akan bertemu dengan kalian, ia sangat mirip dengan ku, aku ingin kalian menjaga gadis kecil itu' ucap Fredericka.
Baiklah, kamu akan menjaga gadis kecil itu, tapi dimana dia sekarang? tanya ayah Fredericka.
Dia ada di Jakarta pah, suatu saat kalian pasti akan bertemu dengannya dan saat kalian bertemu dengannya, aku mohon, bantu aku untuk menjaganya, aku tidak ingin terluka seperti ku, aku tidak ingin ia berakhir sama dengan ku yang tewas di tangan kekasih ku sendiri.
Jadi Hasan yang sudah membunuh kamu? tanya ayah Fredericka.
Iya pah, dia mengajak ku makan malam romantis di sebuah kapal pesiar yang mewah, dia juga memberikan ku sebuah kejutan melalui kembang api disaat aku terlena akan indahnya kembang api yang menghiasi langit malam, mas Hasan mendorong ku hingga terjatuh ke dalam lautan itu lalu ia meninggalkan ku hingga aku tenggelam tetapi ada seorang wanita berbaju serba hijau yang menolong ku dan membawa ku ke istananya yang berada di dasar laut namun ia malah membelenggu tubuh ku dan mengatakan jika nantinya akan ada seorang gadis yang akan terlahir sebagai reinkarnasi ku dan dia juga bilang aku harus menjaga dan menuntunnya untuk bertemu pada laki-laki yang tepat.
Mereka yang mendengar ucapan Fredericka sontak terdiam kaku dan terjatuh lemas diatas rumput lalu suara itu pun menghilang. Mereka menangis dan berteriak kencang atas nasib buruk yang menimpa Fredericka. Mereka tidak menyangka jika Fredericka yang sangat baik itu harus tewas dengan cara mengenaskan seperti itu. Mereka saling menguatkan satu sama lain kemudian melanjutkan perjalanan menuju penginapan terdekat disana untuk beristirahat.