
Sore harinya Sarah terbangun dan menghampiri Fredericka, Shivanya dan Azeer yang tengah berkumpul di belakang kolam renang.
"Kakak" ucap Sarah.
"Udah bangun lu dek, mau ini gak? tanya Azeer.
"Apa itu kak?" tanya Sarah.
"Ceri dek" ucap Azeer.
"Mau kak itu kan buah kesukaan aku" ucap Sarah.
"Ini" ucap Azeer memberikan buah ceri yang ia pegang.
"Sarah makan dulu ya sayang, jangan makan itu dulu, nanti sakit perut, biar kakak ambilkan makanan kamu dulu" ucap Fredericka.
"Iya kak" ucap Sarah.
"Ini dek makan dulu ya, nanti baru boleh makan ceri sepuasnya" ucap Fredericka.
"Iya kak" ucap Sarah.
"Bagi ya dek" ucap Azeer, memasukkan 2 buah ceri ke dalam mulutnya.
"Ah kak Azeer... !" ucap Sarah kesal.
"Cuma 2, itu masih banyak, pelit banget akh dirimu ini" ucap Azeer.
"Enggak boleh dimakan, kembalikan sini" ucap Sarah berusaha mengambil ceri yang masih berada diatas mulut Azeer.
"Aaammmm enak.... ! yah, sudah terlambat, buah ceri-nya sudah masuk ke dalam perut kakak" ucap Azeer.
"Ah kak Azeer... !" ucap Sarah dengan wajah bete.
"Cupppp cupppp, jangan sedih lagi besok kakak akan membelikan mu 2 truk buah ceri" ucap Azeer tertawa kecil.
"Benar ya? awas saja kalau berbohong" ucap Sarah.
"Iya bawel" ucap Azeer.
"Azeer berhenti meledeknya" ucap Shivanya mencubit lengan suaminya.
"Hehehe, biarlah" ucap Azeer menjulurkan lidah.
"Dasar kamu ini ya... !" ucap Shivanya mendorong lengan suaminya.
"AWW! sakit sayang... ! ucap Azeer memegang lengannya.
"Aku tidak peduli" ucap Shivanya.
"Ahhh... sayang kamu ini benar-benar nakal ya, kalau kamu mau nakalin aku, nanti di kamar aja sayang, jangan disini" ucap Azeer mengangkat alisnya menyeringai.
"Gak jelas banget sih kamu mas" ucap Shivanya kesal dan malu.
Shivanya meninggalkan mereka.
"Mah, jangan marah dong, jangan marah ya sayang" ucap Azeer merayu istrinya.
Sarah menertawakan sikap Shivanya dan Azeer.
"Ya Tuhan, Sarah menertawakan kita" ucap Azeer.
"Kalian pacaran di depan anak-anak kecil, benar-benar tidak tahu malu" ucap Fredericka.
"Kak, aku udah gede lho, udah 16 tahun, kan sebentar lagi 17 tahun" ucap Sarah kesal.
"16 tahun? kenapa kamu masih SMP?" tanya Azeer bingung.
Sarah hanya diam.
"Dia terlambat masuk sekolah, 10 tahun dia baru masuk SD" ucap Fredericka.
"Lho, kenapa?" tanya Azeer.
"Iya, ayahnya tidak mengizinkannya sekolah, lalu ketika orangtuanya bercerai, dia ikut dengan ibunya selama 6 tahun, dan ibunya memasukkannya ke bangku sekolah, jadi dia sekarang duduk di sekolah menengah pertama" ucap Fredericka.
"Lho kenapa? kenapa ayah kamu tidak mengizinkan kamu untuk pergi ke sekolah? aneh banget deh, kok ada ya orangtua seperti itu? yang melarang anaknya untuk bersekolah padahal kan sekolah itu perlu" ucap Azeer.
"Saya tidak tahu" ucap Fredericka.
"Mas" ucap Shivanya memberikan kode padanya suaminya.
"Apa sayang? mau ke kamar? ayok kita ke kamar" ucap Azeer menarik tangan istrinya.
"Mau ngapain ke kamar? masih sore, udah mau tidur aja" ucap Fredericka.
"Keppo sekali anda, makanya cepat menikah agar tahu, jika kamar bukan hanya tempat untuk tidur saja" ucap Azeer.
"Oh, aku belum ingin menikah untuk saat ini" ucap Fredericka menghela nafas panjang.
"Kenapa? takut patah hati lagi?" tanya Azeer.
Fredericka hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Azeer.
"Ayok sayang" ucap Azeer memeluk istrinya.
"Pergi sana... ! kamu apa tidak malu bermesraan di depan Sarah?" tanya Fredericka.
"Malu? ya jelas enggak malu lah, kan saya pakai baju kok malu? pakai celana juga kan" ucap Azeer.
"Dasar kau ini ya... !" ucap Fredericka.
"Ayok Shivanya, istriku tercinta, mari kita pergi ke kamar buat debay" ucap Azeer mengangkat alisnya menyeringai.
"Apa yang kamu katakan?, ayolah jangan seperti itu di depan Sarah" ucap Shivanya.
"Kak Shiva, apa itu debay?" tanya Sarah.
"Hm... !" ucap Shivanya menghentikan perkataannya.
"Debay itu dede bayi sayang" timpal Fredericka.
"Debay itu Azeer junior or Shivanya junior" timpal Azeer.
"Oh gitu, bagaimana cara membuatnya kak?" tanya Sarah.
Azeer, Shivanya, dan Fredericka yang mendengar pertanyaan Sarah saling menatap kebingungan dan tertawa sejenak.
"Tidak penting sayang, ayok makan lagi" ucap Fredericka.
"Oke kak" ucap Sarah.
Shivanya menarik tangan suaminya mengajaknya pergi.
"Kamu bahas itu sih di depan Sarah? malu tahu aku" ucap Shivanya.
"Emang kenapa?" tanya Azeer.
"Gak enak juga lah, kan Sarah juga masih dibawah 18 tahun" ucap Shivanya.
Hm.
"Ya udah maaf, ayok kita ke kamar" ucap Azeer yang langsung menggendong istrinya membawanya masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya.
"Kakak, lulusan India kan? berarti kakak bisa bahasa India dong?" tanya Sarah.
"Iya sayang, kenapa?" tanya Fredericka.
"Kak, tolong ajari Sarah bahasa India" pinta Sarah.
"Oke" ucap Fredericka.
"Ajari aku beberapa kosakata India yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dong kak" pinta Sarah.
"Oke, kita mulai ya" ucap Fredericka.
"Iya kak" ucap Sarah.
Saya, dalam bahasa India : मैं main.
Kamu, dalam bahasa India अंदाक़ी di baca "aap".
Dalam bahasa India "Mereka" di baca "Ve" वे.
Siapa nama kamu? dalam bahasa India: आपका नाम क्या हे di baca "aapka naam kya he".
Nama saya Sarah, dalam bahasa India: मेरा नाम सारा है di baca "mera naam saara hai".
Selamat pagi, dalam bahasa India: शुभ प्रभात di baca shubh prabhaat.
Selamat malam, dalam bahasa India: शुभ रात्रि di baca shubh raatri.
Cinta, dalam bahasa India : प्रेम di baca: pyaar.
Aku cinta kamu, dalam bahasa India : मैं तुमसे प्यार करता हूँ di baca (main tumse pyaar kartha Hoon) or में तुमसे प्यार करती हूँ (main tumse pyaar karthee hoon), jika yang mengucapkan itu laki-laki menggunakan "Kartha" sebagai contoh, kak Azeer mengucapkan "I Love You" dalam bahasa India ke kak Shivanya itu jadi "Mein tumse pyaar kartha hoon", jika yang mengucapkan itu wanita jadi "karthee", contohnya kalau kak Shivanya yang mengucapkan "I Love You" ke kak Azeer itu jadi मैं तुमसे प्यार करती हूँ di baca "main tumse pyaar karthee hoon" ucap Fredericka.
"Apa kamu mengerti Sarah?'' tanya Fredericka.
"Iya kak, aku ngerti kok, lanjut kak" ucap Sarah.
"Oke" ucap Fredericka.
Terima kasih, dalam bahasa India : धन्यवाद (Dhan'yavād).
Sampai ketemu lagi dalam bahasa India : फिर मिलेंगे (Phir milēṅgē).
Iya, dalam bahasa India : हां
(haan) di baca haa.
Tidak, dalam bahasa India: नहीं (nahin) be read nehi.
Setuju, dalam bahasa India : ठीक है (Ṭhīk hai).
Selamat, dalam bahasa India : बधाई हो (Badhā'ī hō).
कहंदी (kehndi) \= katakan dalam Punjabi.
और (aur) itu artinya "dan".
आपका स्वागत हाय (aapka swaagat hai) di baca "apka svagat hai" it means: terima kasih.
में ठीक हूं (mein theek hoon) it means "saya tidak apa-apa".
कोई बात नहीं (koee baat nahin) \= tidak apa.
ना (naa) \= tidak dalam Punjabi.
ਨਹੀਂ ਚਾਹੀਦੀ ਤੇਰੀ ਮਾਫ਼ੀਆਂ (nai chahidi teri mafiyaan) \= saya tidak menerima permintaan maaf anda.
"Sekarang kita belajar "hari" dalam India ya Sarah" ucap Fredericka.
"Oke kak" ucap Sarah.
सोमवार (somavaar) Senin.
मंगलवार (mangalavaar) Selasa.
बुधवार (budhavaar) Rabu.
गुरूवार (guroovaar) Kamis.
शुक्रवार (shukravaar) Jumat.
शनिवार (shanivaar) Sabtu.
सप्ताह (saptaah) Minggu.
"Selanjutnya kita akan belajar "nomor" dalam bahasa India" ucap Fredericka.
"Oke kak" ucap Sarah.
शून्य (shoony) itu artinya 0.
एक (ek) \= 1.
दो (do) \= 2.
तीन (teen) \= 3.
चार (chaar) \= 4.
पांच (paanch) \= 5.
छह (chhah) \= 6.
सात (saat) \= 7.
आठ (aath) \= 8.
नौ (nau) \= 9.
दस (das) \= 10.
"Sekarang, warna dalam bahasa India" ucap Fredericka.
लाल (laal) \= merah.
नीला (neela) \= biru.
पीला (Leela) \= kuning.
काला (kaala) \= hitam.
हरा (hara) \= hijau.
सफेद (saphed) \= putih.
धूसर (dhoosar) \= abu-abu.
गुलाबी (gulaabee) \= pink.
भूरा (bhoora) \= coklat.
नारंगी (naarangee)\= orange.
"Kak, udah akh besok lagi, aku pusing" pinta Sarah.
"Hm, oke" ucap Fredericka menghela nafas panjang.