Sarah

Sarah
Menjenguk Alderts



Di dalam kamar, Azeer dan Shivanya sedang membicarakan Sarah dan boneka sapinya.


"Sayang, aku masih penasaran deh" ucap Azeer.


"Penasaran kenapa sayang?" tanya Shivanya.


"Kenapa Sarah memberi nama bonekanya Waria? apa bonekanya setengah cewek setengah cowok? aneh gak sih sayang? kalau boneka dikasih nama apalagi dikasih namanya Waria" ucap Azeer.


"Udah sih sayang biarin aja, kamu ini ya, keppo banget" ucap Shivanya menepuk keras lengan suaminya.


"Udah tahu aku kepoan orangnya" ucap Azeer.


Shivanya hanya tersenyum menggelengkan kepala menatap suaminya.


"Kamu kenapa deh?" tanya Azeer.


"Gak apa-apa kok sayang" ucap Shivanya tertawa kecil.


Hm.


Beralih ke Sarah dan Fredericka yang tengah berada di depan kolam renang, mereka tengah membicarakan Kinara.


"Kak, kakak udah telepon mamah belum?" tanya Shivanya.


"Oh iya, kakak lupa dek, belum telepon mamah kamu, sebentar ya kakak telepon mamah kamu dulu" ucap Fredericka tersenyum mengelus pucuk kepala Sarah.


"Iya kak" ucap Sarah.


"Assalamualaikum tante" ucap Fredericka via telepon WhatsApp.


"Wa'alaikumsalam Fre, ada apa Fre?" tanya Kinara.


"Gini tante hm, Fredericka mau ngasih tahu berita buruk ke tante" ucap Fredericka.


"Ada apa Fre? berita buruk maksudnya gimana? berita buruk apa sayang?" tanya Kinara.


"Hm gini tante, Fredericka mau ngabarin kalau kemarin om Alderts mengalami kecelakaan dan kondisinya kritis, Sarah juga habis demam tante" ucap Fredericka.


"Astagfirullahaladzim, terus sekarang gimana kondisi anak saya Fre?" tanya Kinara panik.


"Alhamdulillah tante, Sarah sekarang udah jauh lebih baik dari sebelumnya, panasnya juga udah turun tante" ucap Fredericka.


"Sekarang Sarah ada dimana? berarti sekarang Sarah ada dirumah Alderts sendirian Fre?" tanya Kinara.


"Enggak tante, sebenarnya dari sebelum om Alderts kecelakaan, Sarah menginap di rumah aku tante, jadi Sarah gak sendirian tante, ada aku, Shivanya, Azeer dan papah, mamah aku tante" ucap Fredericka.


"Alhamdulillah deh kalau gitu, tante sedikit lebih tenang sekarang, oh iya Fre, share lokasi rumah kamu ya, tante sama om Rangga mau kesana, mau liat kondisi Sarah secara langsung" ucap Kinara.


"Siap tante, nanti aku kirimin deh lokasi rumah aku" ucap Fredericka.


"Oke makasih ya Fre, tante tutup ya, assalamualaikum" ucap Kinara.


"Iya tante, wa'alaikumsalam" ucap Fredericka.


"Alderts kecelakaan kemarin? apa karena dia gak sengaja ketemu aku dan mas Rangga kemarin ya? kalau emang benar berarti secara tidak langsung, aku dan mas Rangga adalah penyebab dari kecelakaannya mas Alderts dong?, tapi apa pengaruhnya untuk mas Alderts?, dia saja tidak pernah memperdulikan aku dan Sarah ketika masih bersama, lantas apakah mungkin dia peduli padaku setelah perpisahan kami? hm, ku rasa tidak, mana mungkin orang seperti mas Alderts peduli pada perasaan orang lain, mafia dan psikopat seperti dia mana mungkin punya hati nurani?, astagfirullahaladzim, kenapa aku jadi ngejelekin dia sih? kasihan dia, sekarang kan dia lagi kritis di rumah skit, biar bagaimanapun juga dia adalah ayah kandung Sarah dan biar bagaimanapun juga dia pernah menjadi seseorang yang berarti dalam hidup ku sebelum semuanya hancur berantakan seperti saat ini" ucap Kinara.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Rangga menepuk pundak Kinara yang tampak gelisah.


"Aku kepikiran sama mas Alderts, mas" ucap Kinara menatap mata suaminya.


"Hm, apa kamu masih mencintainya? biar bagaimanapun juga, dia adalah orang pertama yang memberikan kasih sayang pada kamu sebelum kehadiran aku saat ini" ucap Rangga dengan ekspresi wajah sedih.


"Enggak gitu maksud aku mas, tadi Fredericka, guru les Sarah nelepon aku di wa, terus dia bilang kalau mas Alderts kemarin mengalami kecelakaan dan sekarang kondisinya kritis, katanya Sarah juga habis demam mas, biar bagaimanapun juga mas Alderts kan ayah kandungnya Sarah, aku kasihan pada Sarah mas, pasti dia sedih banget deh melihat kondisi ayah kandungnya yang terbaring lemah di rumah sakit dengan alat bantu pernafasan yang memenuhi tubuhnya" ucap Kinara dengan ekspresi wajah sedih.


"Astagfirullahaladzim, terus kondisi Sarah gimana sekarang?" tanya Rangga panik.


"Kata Fredericka, sekarang Sarah kondisinya udah membaik mas, mas kita ke rumah Fredericka dulu yuk, nengok Sarah baru ke rumah sakit jenguk mas Alderts, gimana?" tanya Kinara.


"Iya sayang, ayok kita kesana sekarang, tapi apa kamu tahu alamat rumah Fredericka?" tanya Rangga.


"Ya udah kita kesana sekarang ya sayang" ucap Rangga.


Kinara mengunci pintu rumahnya dan segera pergi ke rumah Fredericka untuk melihat kondisi anaknya.


"Assalamualaikum Fre, ini tante Kinara sayang" ucap Kinara sembari mengetuk pintu rumah Fredericka.


"Sebentar ya Sarah, kakak buka pintunya dulu, kamu tunggu di kamar aja, daripada di kolam sendirian, nanti kedinginan, udah malam juga kan" ucap Fredericka tersenyum mengelus pucuk kepala Sarah.


"Iya kak" ucap Sarah mengangguk patuh.


"Assalamualaikum" ucap Kinara kembali mengetuk pintu rumah Fredericka.


"Sayang ada tamu" ucap Azeer pada istrinya di dalam kamar.


"Kak Ika kemana ya?" tanya Shivanya.


"Gak tahu, kok kamu nanya aku sih? kan aku lagi di kamar sama kamu, gimana sih?" tanya Azeer.


"Oh iya he-he-he" ucap Shivanya tertawa.


"Assalamualaikum" ucap Kinara kembali mengetuk pintu rumah Fredericka.


"Sayang keluar yuk, kasian tamunya" ucap Shivanya.


"Ayok sayang" ucap Azeer.


"Wa'alaikumsalam" ucap Shivanya dan Azeer kompak bertabrakan dengan Fredericka yang ingin membuka pintu.


"Wa'alaikumsalam tante, silahkan masuk" ucap Fredericka membukakan pintu sembari tersenyum.


"Terima kasih Fre, Shivanya, Azeer, Sarah mana?" tanya Kinara.


"Sarah lagi ada di kamarnya tante, sebentar Fredericka panggilkan dulu" ucap Fredericka.


"Fre, kalau kita ke kamarnya langsung aja gimana? biar Sarah tetap istirahat dikamarnya gitu" ucap Kinara.


"Boleh tante, ya udah ayok, Fredericka antarkan ke kamar Sarah" ucap Fredericka tersenyum.


"Terima kasih Fre" ucap Kinara tersenyum.


"Sama-sama tante" ucap Fredericka tersenyum.


Shivanya dan Azeer mengikuti langkah Fredericka, Kinara, dan Rangga.


"Sarah sayang, ada mamah sama papah kamu nih" ucap Fredericka membuka pintu kamar Sarah.


"Mamah" ucap Sarah berlari memeluk Kinara.


"Sayang, gimana keadaan kamu?" tanya Kinara melepaskan pelukannya mengelus pucuk kepala Sarah.


"Alhamdulillah baik mah, mamah sama papah gimana keadaannya?" tanya Sarah.


"Alhamdulillah kita baik sayang" ucap Rangga tersenyum mengelus pucuk kepala Sarah.


"Mamah, papah Alderts kecelakaan, ayok kita ke rumah sakit, jenguk papah" ucap Sarah.


"Tapi sayang, kamu kan lagi sakit" ucap Kinara.


"Aku udah sehat kok mah, ayok mah, kita jenguk papah, kasihan papah mah, sendirian di rumah sakit, ayok mah" ucap Sarah menarik tangan ibunya.


"Iya sayang" ucap Kinara berjalan menatap ke belakang.


Rangga, Fredericka, Shivanya dan Azeer pun menemani Sarah dan Kinara ke rumah sakit menjenguk Alderts.


Sarah ikut dengan mobil Kinara dan Rangga sedangkan Fredericka, Shivanya, dan Azeer pergi bersama menggunakan mobil Azeer.